
"Apa!!!"
Teriakan Shasa sampai membuat bahu Bian terangkat karena kaget.Reaksi Shasa sungguh sangat diluar perkiraan,Bianca menyangka bila menceritakan bagaimana keinginan Daddynya untuk menjadikan Sheila sebagai pasangannya,akan membuat Shasa bahagia juga,Karena bagaimanapun, Shasa juga menginginkan Fabri bahagia, namun tidak disangka ternyata reaksi Shasa cukup mengagetkan Bian ,Shasa bahkan sampai mengebrak meja cafe di mana mereka sedang bertemu saat ini.Tentu saja sangat berat bagi Shasa untuk melihat Fabri nanti nya di cintai dan di perhatikan oleh wanita lain selain dirinya dan Bianca.Bagaimanapun Ella dan Fabri adalah orang tua kedua bagi Shasa setelah orang tua kandung nya yaitu Lee dan Vita.Bukannya Shasa benar-benar ingin menjadi istri Fabri, namun dia hanya menyayangi dan mencintai lelaki tersebut seperti ayah kandung nya sendiri, Shasa tau betul bagaimana kisah hidup sang Daddy, dan dia tak ingin Fabri mendapatkan pasangan yang sembarangan,dan nanti nya akan hidup menderita.
"Bagaimana bisa kamu menginginkan Miss Lala menjadi pasangan Daddy!!!tidak bisa! Daddy Itu milikku! jadi Daddy hanya akan menikah denganku !!!'' ucap Shasa sambil menyilangkan kedua tangannya di dada.Shasa tau bahwa Miss Lala hanya mengingatkan Fabri pada Ella, dan itu artinya mengingat Fabri pada kesedihan nya, Shasa tak menginginkan itu terjadi.
"Oh Tuhan kak!!! Berhenti bermain-main!! Apa kakak tidak suka kalau Daddy berubah??dan bahagia?" kata Bian.
"Daddy tadi pagi terlihat sangat sumringah dan bahagia. Tentu saja aku dan Oma sangat kaget,aku dan Oma sampai bertanya-tanya,apa yang membuat Daddy berubah begitu saja,akhirnya kami menguping pembicara Daddy dan Opa, ternyata Daddy jatuh cinta pada Miss Lala !" lanjut nya.
"Tapi aku belum siap berbagi Daddy dengan yang lain!!" saut Shasa sambil kembali duduk di kursinya.Dia tak mau kehilangan sosok Fabri yang juga menyanyanginya seperti orang tua kandung nya.
"Kak, ayolah bantu aku, okey??" rayu Bian.
"Apa kamu bisa menjamin kalau Miss Lala tidak akan menyakiti Daddy? Dan bagaimana dengan kedua orang tuanya? Aku tau kalau mereka berusaha menjauhkan Miss Lala dari mu!!" kata Shasa.
"Aku yakin kak, Miss Lala dan Daddy akan bisa meluluhkan hati orang tua Miss Lala!! Ayolah kak,bantu aku .... Oke??"
"Iya...iya...tapi Miss Lala harus bisa lolos ujian dari kita!" kata Shasa dengan senyuman licik di wajah nya, entah apa yang sedang di rencanakan oleh gadis tersebut.
"Aku tidak mau Daddy mendapatkan wanita sembarangan, Daddy yang hebat harus mendapatkan pasangan yang hebat juga!benar begitu kan Bian?" lanjut nya.
__ADS_1
"Aku rasa dia sudah hebat, belum apa-apa dia sudah membuat Daddy sedikit berubah" kata Bian sambil membayangkan bagaimana wajah Daddy nya pagi ini.
"Bian!!! Belum apa-apa kamu terus menerus belain dia!!" saut Shasa kesal.
"Iya maaf kak, lalu apa rencana Kakak?" tanya Bian.
Mereka berdua nampak berpikir keras, Bian menunggu jawaban dari Shasa, sedangkan Shasa tengah berpikir keras apa yang akan dia lakukan pada Sheila..Pada akhirnya, Shasa menyuruh Bian untuk menghabiskan makan siang nya terlebih dahulu sebelum memulai rencana nya.
Setelah menghabiskan makan siang mereka, akhirnya Bian dan Shasa berada di sebuah taman dan sedang bersembunyi di balik pohon besar di taman tersebut. Saat makan tadi Shasa mengubungi salah satu anak buah Papa MB ya untuk mencari tahu tentang keberadaan Sheila. Dan saat ini di sini lah mereka.
"Kak, ngapain kita ngintip di sini?" tanya Bian dengan suara berbisik.
"Kamu gak lihat di depan kita!! Itu Miss Lala yang lagi nemenin Mama nya" saut Shasa sambil menunjuk ke arah Sheila yang sedang menemani Mama nya.
"Masuk ke dalam rumah Miss Lala itu sedikit sulit, orang-orang Papa tadi sudah memantau nya, dan ini adalah kesempatan kamu untuk mendekati Miss Lala" kata Shasa
"Karena hanya kamu yang bisa menaklukkan Miss Lala " lanjut Shasa.
"Caranya gimana?" tanya Bian
"Makanya kita di sini Bian!!! Kita lihat dan hafal kan rutinitas Miss Lala!" ucap Shasa dengan gemasnya.
__ADS_1
Setelah menunggu cukup lama,akhirnya Vano ,papa Sheila datang menemui mereka berdua ,dan entah apa yang dibicarakan oleh mereka bertiga, Vano berpamitan sambil mendorong kursi roda yang sedang diduduki oleh Mama Sheila,Namun sepertinya Sheila lebih memilih untuk duduk di bangku taman tersebut setelah kepergian kedua orang tuanya. Merasa ada kesempatan yang bagus, Shasa dan Bian mencoba untuk mendekati Sheila.Entah mengapa, Bian terlihat sangat senang saat hendak bertemu dengan Miss Lala.
"Dengar,ini kesempatan mu Bian, dia begitu sayang padamu,jual kesedihan mu... Oke?" kata Shasa sambil berjalan beriringan menuju ke arah Sheila.
"Siap kak, pokoknya aku harus bisa membujuk Miss Lala untuk menikah dengan Daddy!!" saut Bian.
"Bodoh!....jangan langsung ke intinya!!"
"Iya...iya kak"
Kurang dari beberapa meter mereka berdua berhenti, mereka memperhatikan Sheila yang sibuk dengan ponselnya.Bian benar-benar sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Sheila pun akhirnya berlari kecil untuk menghampiri Sheila ,Bian langsung berdiri di depan Sheila yang sedang duduk di bangku taman tersebut.
"Miss Lala" panggil Bian.
"Bianca!!....oh God!!"
"Mau gak jadi istri Daddy??" tanya Bian
"Hah??!!" kata Sheila dengan wajah bingung dan juga heran.
Shasa yang berada di belakang Bian seketika menepuk jidatnya sendiri,dia benar-benar merasa gemas dengan Bian yang melenceng dari rencana awal mereka.
__ADS_1
"Dasar bodoh!!" gumamnya.
bersambung