Sang Asisten CEO Jilid 2

Sang Asisten CEO Jilid 2
SAC jilid 2 Bab 6


__ADS_3

Fabri menyuruh orang-orang nya menjadi tau siapa wanita tersebut, berbekal cctv yang berada di luar cafe, Fabri bisa melihat jelas gestur tubuh wanita tersebut, Namun sayangnya, dia tak bisa melihat jelas wajah wanita itu. Bahkan selama seminggu ini, Fabri terus menerus mencarinya, dia ingin memastikan siapa gerangan wanita tersebut, otaknya berpikir dan mengatakan bahwa itu bukan Ella, karena tidak mungkin seseorang tak berubah sama sekali selama 10 tahun terakhir,lebih tak mungkin lagi, karena dia menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri, Ella hangus terbakar dan dia yang mengubur kan jenazah sang istri, Namun hatinya berharap ada keajaiban, dia berharap yang di lihat nya beberapa waktu lalu adalah Ella, istri nya.


"Bri sudah lah! jangan pikirkan lagi?" ucap Lee ketika melihat Fabri sedari tadi melamun.


"Ehem.....iya" Fabri mencoba menetralkan dirinya, dia harus profesional dalam bekerja.


"Bos, lusa kita mendapatkan undangan dari tuan Akbar, ulang tahun perusahaan nya, dan sayangnya di adakan di luar kota, menempati hotel baru yang baru saja mereka bangun" kata Fabri.


"Apa perlu membawa pasangan?" tanya Lee, seperti sebelum -sebelumnya, dia harus membawa serta Vita sang istri dalam setiap acara yang melibatkan dirinya, atau seperti undangan dari klien nya ini.


"Tidak harus, apalagi aku dengar Akash sakit" kata Fabri.


"Hemmmm.....anak itu terlalu di manja Mama nya" saut Lee, dan Fabri hanya tersenyum tipis melihat kecemburuan di wajah Lee pada anak lelaki nya itu.


Akasha Barata putra, adalah anak kedua Lee, usianya saat ini 8 tahun, Namun si jenius yang mewarisi otak sang Kakek,yaitu Ray, memang terlalu di manja oleh Vita, sakit demam sedikit saja, bisa membuat Vita heboh sendiri.Dan saat Akash sakit, maka Shasa dan Lee akan tersisih kan dari sang Mama.

__ADS_1


"Baiklah, aku akan mempersiapkan semuanya, kita berangkat lusa pagi setelah aku menyelesaikan beberapa berkas " kata Fabri kemudian dia meninggalkan ruangan Lee.


Meninggalkan Fabri dengan segala aktivitas nya, sekarang ini, di rumah Bian sedang berbuat ulah, dia berlaku tak ramah sama sekali pada Sheila, hal itu dia lakukan agar guru home schooling nya itu tak betah mengajar nya.


"Tolong Shasa kerjakan ini" kata Ajeng, guru yang di peruntukan Shasa. Sedang kan Sheila memilih untuk mengajar Bian.


"Bian, ayo kita ke ruang samping saja, agar tidak menganggu Shasa belajar" pinta Sheila.


"Boleh aku minta ganti guru?" tanya Bian dengan tatapan dingin nya, bahkan sekarang tangannya sudah bersedekap di dadanya.


"Ya...aku tidak nyaman " ucap Bianca, dia berpura-pura membuka buku di hadapannya.Ajeng terlihat saling bertatapan dengan Sheila, guru baru pindahan dari luar kota itu terlihat ramah dan senang saat mengajar Bian, Ajeng sudah menemani nya selama seminggu ini.


"Aku akan mengatasi ini Bu Ajeng" ucap Sheila dengan ramah.


Sheila menarik tangan Bian menuju keluar paviliun, dia ingin berbicara dengan Bian, setelah pertemuan pertama mereka beberapa hari yang lalu, Bian memang menunjukkan sikap yang kurang bersahabat dengan nya, berbeda dengan Shasa yang terkadang cuek. Namun fokus Sheila memang hanya pada Bian, jadi dia berusaha sekuat tenaga untuk bisa dekat dengan gadis tersebut.

__ADS_1


"Apa yang menyebabkan kamu tidak suka padaku? katakan Bian?" tanya Sheila yang sekarang sudah duduk tepat di depan Bian.


"Aku tidak suka semua yang ada di diri anda Miss" terang nya, hal itu sedikit membuat Sheila frustasi, Sheila berusaha untuk tidak terpengaruh dengan ucapan Bian.


"Tidak bisakah kita berteman?" tanya Sheila penuh harap.


"Aku hanya ingin berteman dengan mu Bianca" lanjut nya ,bahkan kali ini, matanya sudah terlihat berkaca-kaca.


"Tidak! aku tidak ingin berteman dengan Anda Miss!! tolong minta pada sekolah untuk mengganti gurunya" kata Bian, pandangan nya beralih ke arah lain, Bianca tak sekejam itu, ketika melihat sorot mata sendu Sheila, hatinya juga merasa tak tega.Tapi entah mengapa,dia begitu tak menyukai wajah Sheila, Ada dilema di hati Bian, gadis yang mulai beranjak remaja itu, ingin sekali berlama-lama memandang wajah Sheila, Namun mengingat bagaimana reaksi Daddy nya bila bertemu Sheila,membuat Bian ingin segera mengusir Sheila.


"Apa yang harus aku lakukan agar kamu mau berteman dengan ku?" tanya Sheila, dia masih berusaha menyakinkan Bianca.


Ketika Bianca akan menjawab pertanyaan tersebut, seseorang memanggilnya dari arah rumah utama.


"Bian!!"

__ADS_1


bersambung


__ADS_2