
Keributan di dalam rumah nya membuat Vano tak lagi bisa menunggu untuk menemui Fabri. Dia harus benar-benar menyelesaikan urusannya dengan keluarga Fabri, Sheila bahkan sudah bersujud di kaki sang Mama atas kesalahannya, dia yang sudah berjanji pada sang Mama untuk tidak lagi berhubungan dengan keluarga Fabri, nyatanya tetap melanggar nya juga.Hal itu yang membuat Vidia murka.Vidia merasa di sepelekan oleh anak yang sudah bertahun-tahun dia rawat.
"Maaf Tuan, Tuan Fabri sedang ada rapat sekarang, tapi beliau berpesan agar anda menunggu di ruangannya, tuan Fabri akan keluar sebentar lagi " Kata Zaki yang menyampaikan pesan dari Fabri.Vano akhirnya hanya mengangguk tanda mengiyakan perkataan Zaki, dan Zaki akhirnya mempersilahkan Vano untuk menunggu di ruangan Fabri.
Sementara di ruang rapat, nyatanya Fabri sudah selesai meeting,dan sekarang sedang berbincang dengan Lee, mereka sama-sama mempertanyakan apa yang menyebabkan Vano datang ke perusahaan untuk bertemu dengan Fabri,apakah ini ada kaitannya dengan Sheila, karena selama satu minggu ini Sheila tak pernah lagi menampakkan wajahnya di depan Bianca, apalagi di hadapan Fabri.
"Menurut loe, apa yang akan dia bicarakan sama loe Bri?" Tanya Lee yang nampak lebih penasaran daripada Fabri atas kedatangan Vano ke perusahaan nya.
"Gue juga gak tau, mungkin ada kaitannya dengan putrinya, semuanya harus terlihat transparan Lee, gue juga sangat penasaran " jawab Fabri dan akhirnya berdiri untuk bersiap-siap menemui Vano, Papa dari Sheila.Setelah beberapa saat, akhirnya Fabri sampai di ruangannya.
"Maaf sudah membuat Anda menunggu tuan" sapa Fabri sambil mengulurkan tangan nya mengajak Vano bersalaman.
"Tidak mengapa Tuan, saya tau betul bagaimana kesibukan Anda saat ini" saut Vano.
Dan akhirnya, Fabri duduk berhadapan dengan Vano di sofa ruangannya, Fabri sungguh sangat penasaran apa yang membawa Vano sampai ke perusahaan Lee.
__ADS_1
"Apa yang membawanya Tuan datang menemui saya?" tanya Fabri tanpa basa-basi lagi.
"Langsung saja ke intinya Tuan Fabri " kata Vano, demikian pun dia tak ingin berbasa-basi.
"Maaf karena merasa terganggu dengan kehadiran putri saya Tuan Fabri, dia sungguh tak bermaksud untuk menjadi pengganggu, dia hanya ingin dekat dengan Bian anak Anda, dia hanya ingin merasa dekat dengan satu-satunya peninggalan Ella" kata Vano kemudian. Fabri sampai menegakkan cara duduknya ketika mendengar nama mendiang sang istri di sebut, dia benar-benar penasaran bagaimana orang di hadapannya ini tau tentang Ella.
"Apa maksud Anda tuan Vano? apa mereka benar-benar saling berkaitan?" tanya Fabri masih dengan rasa penasaran nya.
"Bukannya Sheila sudah mengatakan bahwa dia adalah adik Ella?" tanya Vano balik.
"Mereka memang bukan saudara kandung, Mereka berstatus sebagai sepupu, namun sebelum Ella keluar dari rumah Tante dan Om nya, mereka tinggal bersama " kata Vano menjelaskan. Fabri nampak berpikir, lalu dia teringat bagaimana Ella bercerita tentang keluarga nya.
"Ella mengatakan kalau saudara nya sudah meninggal dunia" kata Fabri.
"Ya..... Sheila meninggalkan rumah ketika Ella masih berada di sana, mental Sheila sedikit terganggu ketika terus menerus melihat saudara nya di siksa orang tuanya " Kata Vano menjelaskan.
__ADS_1
Vano akhirnya bercerita, awalnya Sheila ikut memperlakukan Ella dengan tak baik, padahal kala itu Sheila masih kecil, Namun pengaruh sang Mama yang harus membenci Ella, membuat Sheila banyak menuduh Ella dan mengadukan hal yang tidak-tidak pada kedua orang tua nya, hingga Ella sering mendapatkan perlakuan tak baik dari Tante dan Om nya, Namun bukannya senang, Sheila mendadak menjadi tertekan, apalagi karma seolah datang secara langsung, Sheila menjadi bahan bulian teman-teman sekolah nya.
Pendengar cerita tersebut, tangan Fabri mengepal menahan rasa geramnya, entah mengapa mengingat Ella yang tersiksa membuat Fabri merasa marah.Vano menceritakan semuanya, dia berharap bahwa Sheila dan Fabri tak akan pernah bertemu lagi, walaupun itu menyakiti sang anak.
"Sheila hanya merasa bersalah, dan menurut dia,dengan cara dekat dengan Bianca akan bisa mengurangi rasa bersalah nya" lanjut Vano.
"Aku rasa itu tidak perlu!" saut Fabri.
"Saya tau tuan Fabri, dan ada satu lagi yang harus Anda tau!" sepertinya Vano ingin benar-benar menyelesaikan urusannya dengan keluarga Fabri.
"Apa lagi Tuan Vano?"
"Istri saya...adalah Kakak kandung dari Vandi!"
Deg.....
__ADS_1
bersambung