Sang Asisten CEO Jilid 2

Sang Asisten CEO Jilid 2
SAC jilid 2 Bab 22


__ADS_3

Keheningan kembali terjadi di antara mereka, Sheila merasa tak harus menjawab pertanyaan dari Fabri.Dia merasa tak ada hubungan apapun dengan Fabri, jadi bukan kewajiban nya menjelaskan kepergian nya pada Fabri.


"Apa saya boleh bertemu dengan Bian?" tanya Sheila mengalihkan topik pembicaraan mereka.


"Jangan ajukan pertanyaan kalau kamu belum menjawab pertanyaan ku?" kata Fabri, dia tau Sheila sedang mengalihkan topik pembicaraan mereka.


"Saya merasa tak harus menjawab pertanyaan Anda Tuan" jawab Sheila, dia melepaskan pandangan nya ke laut lepas yang ada di hadapannya. Fabri berdiri dan sekarang berada tepat di depan Sheila, secara spontan Sheila juga ikut berdiri, hingga mereka saling berhadapan sekarang.


"Siapa kamu?'"


"Kenapa mencoba memasuki hidup kami?"


"Kenapa kau membuat kami bingung?"


"Wajahmu....perlakuan mu pada Bian... benar-benar mengingatkan kami pada seseorang!!! apa kamu tau itu!!??"

__ADS_1


" Jadi katakan!!! apa tujuan mu dengan masuk ke dalam kehidupan kami??!!!"


Fabri benar-benar mengeluarkan unek-unek dan rasa penasaran dalam hati nya selama ini, dia sampai memegang bahu Sheila dan sedikit mengguncangnya. Sheila berusaha melepaskan tangan Fabri dari bahunya, dia benar-benar bingung harus menjawab apa atas pertanyaan Fabri. Sheila merasa bukan saatnya menjawab semua pertanyaan Fabri karena dia sudah menyerahkannya kepada sang papa.hari ini dia benar-benar tak menyangka akan bertemu dengan Fabri bahkan dibawa pergi sampai sejauh ini.


"Lepaskan Tuan!! Saya tidak punya tujuan apapun Tuan, saya benar-benar hanya menyukai anak anda sejak pertama kali bertemu di sekolah, saya menyukai dia murni sebagai gurunya saja, saya hanya merasa senang bisa bertemu dengan Bian Tuan" jawab Sheila.


"Bohong!!! semuanya tidak bisa hanya sebuah kebetulan saja Miss Lala!" saut Fabri, dia benar-benar tak percaya dengan jawaban Sheila.


"Dari sekian banyak anak, kenapa harus Bian!! kenapa?" lanjut Fabri, dia benar-benar ingin menuntaskan rasa penasaran nya hari ini juga.


Deg.....


Jantung Sheila seakan mau keluar dari tempatnya, berdetak sangat cepat begitu mendengar nama Ella,matanya mulai bergerak-gerak dengan gelisah, Fabri menyadari setiap gerak-gerik dari Sheila, Sheila yang merasa terpojok pun memutar otak untuk menjawab semua pertanyaan dari Fabri.Sheila menenangkan diri nya, mencoba setenang mungkin menjawab pertanyaan dari Fabri.Namun ketika hendak menjawab, seseorang memang mereka.


"Miss Lala.... Daddy" teriak Bian, dia berlari ke arah mereka berdua.

__ADS_1


Fabri langsung melepaskan tangannya dari bahu Sheila, dia menatap tajam Zaki yang ada di belakang Bian. Ternyata, Bianca menyadari keberadaan Daddy nya saat di cafe, Namun dia tak tau bahwa wanita yang sedang ditarik tangannya keluar dari cafe itu adalah Sheila.karena saat itu Sheila masih memakai topi yang menutupi sebagian wajahnya, Bian meminta Zaki mengikuti mereka dan ternyata mereka menuju ke pantai, Bian berlarian mencari keberadaan sang Daddy, ketika menemukan sosok Fabri dan tahu siapa yang bersama Daddy nya, tentu saja Bian sangat kaget sekaligus takut karena sang Daddy terlihat sangat marah pada Sheila.Entah mengapa dia begitu khawatir dengan keduanya, khawatir kalau Fabri melampaui batas nya,dan juga khawatir pada Sheila, dia takut Sheila menjadi sasaran kemarahan Fabri.


"Bianca" pekik Sheila senang.


"Daddy....apa yang Daddy lakukan di sini?" tanya Bian, dia sampai mengabaikan Sheila yang terlihat senang melihat nya.


"Tidak ada, Daddy hanya ingin berbicara dengan Miss Lala" saut Fabri, dia terlihat tenang menjawab pertanyaan anak nya.


"Hai Bian.....apa kabar?" tanya Sheila, wajahnya benar-benar berbinar bahagia, Fabri sampai heran melihat perubahan sikap Sheila.


"Baik Miss.... Miss Lala sendiri? apa kabar?" tanya balik Bian


"Aku merindukan mu" saut Sheila sambil memeluk Bian, rasanya dia sangat lega bisa memeluk Bianca. Bianca yang awalnya tak membalasnya, akhirnya perlahan membalas pelukan Sheila, Mereka terlihat seperti ibu dan anak yang sedang melepas rindu.


"Oh Tuhan!! dia benar-benar hanya menyukai anakku!" gumam Fabri lirih.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2