Sang Asisten CEO Jilid 2

Sang Asisten CEO Jilid 2
SAC jilid 2 Bab 24


__ADS_3

Bian dan Sheila menunggu Fabri yang terlalu lama berada di kamar mandi, bahkan Bian yang sudah sangat lapar,melahap makanan yang ada di hadapannya tanpa menunggu sang Daddy, berbeda dengan Sheila yang merasa tak enak hati bila dia makan terlebih dahulu.


"Kenapa Daddy lama sekali? apa Daddy sakit perut?" tanya Bian setelah selesai makan.


"mungkin saja" jawab singkat Sheila.


"Untung saja Miss Lala sudah mandi dan berganti pakaian" lanjut Bian.


Ya Sheila memang memilih mandi di sebuah kamar mandi yang ada di mini cafe tempat dia memesan makanan, seorang pelayan wanita memberitahu bahwa di sana ada kamar mandi yang bisa di pakai karena melihat baju Sheila yang sedikit basah.


ceklek.....


" Kenapa Daddy lama sekali?" tanya Bian ketika melihat sang Daddy keluar dari kamar mandi dengan handuk kecil di tangan nya.


"Kamu sudah makan?" tanya Fabri pada Bian tanpa menjawab pertanyaan sang anak.


"Aku terlalu lapar" saut Bian,dan dia meninggalkan Sheila dan Fabri berdua, dia lebih memilih ke balkon kamar penginapan tersebut.

__ADS_1


"Kamu belum makan?" tanya Fabri pada Sheila.


"Aku menunggu tuan" jawab Sheila.


Fabri sedikit tersenyum walaupun sangat samar, dia merasa senang ketika Sheila lebih memilih menunggu nya dari pada makan terlebih dahulu dengan Bian.Sudah sangat lama dia tak makan berdua bersama seorang wanita, walaupun itu hanya seorang klien kerjanya, Lee selalu bersama nya atau kadang kala Zaki sang asisten.


"Jadi... cerita kan tentang dirimu" pinta Fabri setelah acara makan mereka selesai.


Sheila sedikit tersentak karena ternyata Fabri masih penasaran dengan dirinya, Sheila tak bisa membayangkan bagaimana kebencian Fabri dan Bianca pada dirinya ketika tahu siapa Sheila yang sebenarnya. Sheila gelisah dan itu sudah beberapa kali terlihat di mata Fabri,Fabri semakin penasaran dengan kehidupan Sheila.


"Apa kamu akan membenci ku jika tau siapa aku dan keluarga ku?" tanya Sheila dalam hati, Sheila masih ingin menunggu penjelasan sang Papa pada Fabri. Namun karena kecerobohannya mengikuti Bianca, hingga dia ketahuan oleh Fabri dan berakhir di penginapan bersama Bian dan juga Fabri.


"Itu bukan jawaban nya Sheila!!!" ucap Fabri dengan tegas.


"Sayangnya itu jawabannya tuan" jawab Sheila yang tak mau kalah dengan Fabri.


"Sudahlah Sheila, aku bukan orang bodoh yang bisa kamu bodohi begitu saja!!" Kata Fabri dengan tatapan intimidasi pada Sheila.

__ADS_1


"Katakan sekarang!! apa hubungan mu dengan mendiang istriku?" lanjut Fabri.


Fabri berdiri dan memegang lengan Sheila dan menariknya agar ikut berdiri bersama nya. Sheila sedikit kaget, Fabri sepertinya lupa bahwa mereka juga bersama Bian di kamar penginapan tersebut.


"Tuan lepaskan!!" pinta Sheila karena melihat Bian yang menengok ke arah mereka, walau pun Sheila melihat Bian seperti nya tak berniat menghampiri mereka.


"Katakan sekarang!! apa hubungan mu dengan mendiang istriku?" tanya Fabri lagi.


Sheila menatap Fabri dengan rasa takut nya, dia tak menyangka bahwa Fabri akan semenyeramkan itu, Namun Sheila menekan rasa takutnya dan berusaha melepaskan cengkraman tangan Fabri di lengannya.


"Aku adik Kak Ella!!! apa kamu puas!!" jawab Sheila, namun pandangan matanya tertuju pada Bian yang terlihat ketakutan melihat ketegangan di antara dirinya dengan Fabri.


Deg....


Fabri melepaskan genggaman di lengan Sheila. Sheila nampak terkejut dengan ekspresi wajah Fabri.


"Bagaimana kalau kau tau lebih dalam hubungan aku , Kak Ella dan kita semua nya?? apa kau akan sangat membenciku??" Batin Sheila.

__ADS_1


bersambung....


__ADS_2