Sang Asisten CEO Jilid 2

Sang Asisten CEO Jilid 2
SAC jilid 2 Bab 7


__ADS_3

Hari ini Fabri pulang setelah makan siang, dia memang selalu menyiapkan segala keperluan nya sendiri jika sedang ada urusan ke luar kota. Jarang sekali dia meminta bantuan pelayan di rumahnya atau sang Mama.Fabri yang sudah beberapa hari ini, tidak bertemu Bian merasa kangen dengan anak semata wayangnya. Sebelum ke kamar nya, Fabri lebih dulu melangkah kan kakinya ke belakang, di mana paviliun berada.Dari kejauhan Fabri nampak heran dengan ekspresi wajah sang anak yang terlihat tidak suka pada wanita yang duduk di hadapannya, dan duduk membelakangi nya itu.


Fabri tak begitu mendengar obrolan mereka, dia juga tak terlalu berharap tau apa yang di obrolkan mereka.Sedangkan Bian, memang tengah tak suka pada Sheila, Sheila melayangkan pertanyaan pada Bian,dan ketika Bianca akan menjawab pertanyaan tersebut, seseorang memanggilnya dari arah rumah utama, yang tak lain adalah Daddy nya sendiri. Bianca sesaat memandang Sheila dan Fabri bergantian, jantung nya saat ini,sudah berdebar sangat kencang., Bian benar-benar tak menginginkan sang Daddy bertemu dengan Sheila.


"Bian!!" panggil Fabri, dia hampir melangkah mendekati Bianca.


"Miss, jangan melihat ke arah Daddy ku, tolong masuk lah!!" pinta Bian dengan tatapan matanya yang terlihat memohon.


Sheila langsung berdiri dari kursinya dan masuk dengan tenang ke dalam paviliun. Dia tau apa yang di inginkan oleh Bianca.Fabri mengehentikan langkah sejenak, dia terlihat heran melihat guru home schooling Bian, meninggalkan tempat bahkan tanpa permisi sekalipun, Fabri berpikir ini sungguh sangat tidak sopan, namun dia akhirnya mengabaikan nya karena tujuan utama nya adalah Bianca.


"Sayang..... Bian.." panggil Fabri lagi, sambil terus melangkah mendekati sang anak. Namun kemudian Bian berlari ke arah Fabri,dia tak ingin Fabri bertemu Sheila.


"Daddy...kangen!!" teriak Bian dengan di iringi pelukan di tubuh sang Daddy.


"Aku mau masuk ke rumah utama! di paviliun ada Bu Ajeng yang sedang mengajar Kak Shasa" Bian memberikan alasan,serta menarik tangan Fabri untuk masuk ke rumah utama, dan pada akhirnya Fabri hanya bisa pasrah saja.

__ADS_1


"Jadi Daddy kan berangkat besok pagi?" tanya Bian dengan cemberut, Bian sungguh tak suka berjauhan dari Daddy nya.


"Ya....besok berangkat,dan lusanya Daddy sudah pulang" kata Fabri sambil mengelus rambut Bianca.


Dari kejauhan Sheila menatap interaksi ayah dan anak itu di balik jendela kaca paviliun, dia tersenyum tipis melihat keharmonisan keduanya. Tiba-tiba air mata nya menetes, dengan cepat dia menghapus nya. Sheila bertekad untuk mengenal Bian, berusaha dekat dengan gadis kecil itu, bahkan kalau bisa mengambil hati gadis itu, agar mereka bisa saling menyayangi.


"Aku datang untuk menebus semua kesalahanku!" gumamnya lirih.


"Miss Lala" panggil Shasa


"Anda sedang memperhatikan Daddy?" tanya Shasa dengan tatapan tak suka.Sheila tertawa kecil.


"Aku tidak sedang melihat Daddy nya Bian, tapi aku melihat Bian, gadis kecil itu sangat lucu! Dia sedang marah padaku, apa kau tahu kenapa?" tanya Sheila,


Dia tak mau Shasa salah paham dan menambah ketidaksukaan Bian dan Shasa padanya.Karena sebenarnya,dia tidak tertarik pada Fabri, atau pun mau mengenalnya, yang dia inginkan hanya Bian, dia bersusah payah, merayu sang Papa untuk bisa masuk ke dalam sekolah tersebut sebagai guru, Namun keberuntungan telah berpihak padanya, karena sebuah masalah, Bianca, gadis incarannya itu telah berbuat ulah dan berakhir dengan home schooling, lagi-lagi dia memohon agar di berikan kesempatan menjadi guru Bianca.

__ADS_1


"Shasa?" tanya Sheila.


"Apa Miss kenal Bian sebelum nya?atau Daddy mungkin?" tanya Shasa, Bu Ajeng yang melihat pembicaraan mereka yang terlihat serius, memilih untuk keluar dari paviliun menuju ke teras.


"Tidak" jawab singkat Sheila.


"Apa Miss yakin?" tanya Shasa lagi.


"Miss yakin, untuk apa kamu menanyakan sesuatu itu Shasa? " tanya Sheila balik, dan Shasa hanya diam saja, namun tatapan matanya mampu mengalihkan pandangan Sheila ke arah lain. Sheila mencoba menetralkan hatinya, dia kembali memandang ke arah Shasa.


"Shasa, Miss tanya padamu, Dia sedang marah padaku?apa kau tahu kenapa?" tanya Sheila,


"Karena wajah Miss Lala, mengingat dia pada mendiang Mama nya!"


bersambung

__ADS_1


__ADS_2