
MAAF SEMUA NOVEL AKU TERBENGKALAI, DI RL AKU LAGI JOIN BISNIS DENGAN TEMAN, JADI FOKUS AKU MASIH TERBAGI, JADI HARAP MAKLUM DAN SEMOGA AKU MULAI BISA UPDATE RUTIN LAGI....
TERIMAKASIH ATAS KESETIAAN KALIAN....SAYANG BANYAK-BANYAK BUAT KALIAN SEMUA 😍😍💜💜💜💜
💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜
Perbincangan antara empat sekawan terhenti ketika Vita, istri Lee, tiba-tiba mengirimkan sebuah pesan foto di ponsel Fabri, dan secara tiba-tiba,wajah Fabri menegang,ketiga sahabatnya pun bingung, dan segera Fabri berdiri, dia bergegas lari keluar cafe.
"Lagi???" ucap Leo seakan mengulang peristiwa beberapa waktu lalu dimana Fabri melihat wajah yang mirip Ella, bahkan dia hampir saja tertabrak motor.Boy dan Lee tak menanggapi perkataan Leo, tujuan nya sekarang adalah mengejar Fabri, walaupun sebenarnya pikiran mereka sama dengan Leo, mereka takut Fabri bertindak ceroboh seperti dulu lagi.
"Fabri!!! mau kemana?" tanya Boy Sambil berlari ke arah mobil Fabri.
"Pulang!" saut Fabri kemudian masuk ke kursi kemudi.
Boy yang sebenarnya masih sangat bingung dengan apa yang terjadi pada Fabri,akhirnya hanya diam saja mengikuti langkah Fabri,namun dia tak mau membiarkan Fabri menyetir sendiri, akhirnya Boy meminta Fabri untuk keluar dari kursi kemudi,beralih ke sampingnya, dan Boy yang mengemudikan mobilnya. Boy belum berani untuk bertanya apa yang sedang terjadi sebenarnya, namun ketika melihat Fabri hendak mengendarai mobil sendiri dengan rasa panik dan kalut, Boy takut Fabri tak bisa mengendalikannya dengan baik, tentu saja Boy tidak ingin terjadi apa-apa pada sahabatnya tersebut. Lee dan Leo yang sudah melihat Boy mengendarai mobil Fabri pun mengikuti mobil tersebut, dengan menggunakan mobil nya sendiri,dan Leo mengambil mobilnya juga mengikuti mobil mereka berdua, ketika melihat arah jalan yang diambil oleh Boy menuju ke rumah Fabri,Lee sedikit lega,namun akhirnya dia pun juga terlihat sangat cemas karena di sana ada Vita dan juga anaknya. namun Lee bukan tipe lelaki yang mau menghubungi seseorang dalam kepanikan,apalagi dia sedang menyetir mobil,makanya Lee membiarkan rasa penasarannya tanpa menghubungi Vita sang istri,dia terus mengikuti mobil Fabri yang dikendarai oleh Boy, terlihat Boy sedang menaikkan kecepatan mobilnya, dan Lee pun mengikuti nya.
"Sebenarnya apa yang terjadi?'' gumam Lee dengan pemikiran sendiri.
Tak jauh beda dengan Lee, Boy pun penasaran dengan apa yang terjadi di rumah Fabri, karena Fabri hanya mengatakan untuk pulang tanpa memberitahu alasannya pada Boy, Boy pun hanya diam saja membiarkan Fabri dengan pikirannya sendiri,dia hanya mengikuti keinginan Fabri saja,dan Boy pun hanya memendam rasa penasarannya. berbeda dengan mereka berdua,Leo beberapa kali mengumpat karena tertinggal jauh dari mereka, bukan karena dia tak bisa mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi,namun di jam-jam sibuk ibukota membuat dia berulang kali berhenti karena kemacetan, walaupun tak berlangsung lama.
__ADS_1
Sedang kan di rumah besar Fabri, Sheila tak tau, dia akan bertemu dengan Fabri secara langsung akibat ulah Vita yang mengirimkan fotonya kepada Fabri, mereka masih menikmati makan siang mereka, dalam keheningan, Sheila berulang kali melihat ke arah Bian yang duduk tepat di depannya,dan gerak-gerik Sheila tak lepas dari mata Vita, Ayana dan juga Kay, mereka masih benar-benar penasaran dengan kehidupan masa lalu Sheila,dan bahkan Vita sangat yakin bahwa Sheila ada hubungannya dengan Ella,almarhum istri Fabri.
"Setelah ini apa Anda akan kembali ke luar negeri di mana orang tua Miss Lala tinggal?" tanya Vita sambil mengelap mulut nya setelah menyelesaikan makan siang nya.
"Tidak, saya masih memutuskan untuk tinggal di sini, saya masih ada urusan di sini" jawab Sheila, dia pun telah menyelesaikan makannya.
Vita melirik jam di tangan nya, dia berharap Fabri sudah dekat dengan rumah nya, karena Ajeng dan juga Sheila sudah berniat untuk pamit kembali, tentu saja tak ada lagi yang bisa mencegahnya.
"Bian, boleh Miss berbicara dengan mu berdua saja?" tanya Sheila dengan penuh harap.
Bian terdiam, namun akhirnya dia menoleh kepada sang Oma seperti meminta persetujuan Desi atas permintaan Sheila.Desi mengangguk pelan, menandakan Desi memberikan izin kepada Bian untuk berbicara berdua dengan Sheila,akhirnya Sheila memilih untuk kembali ke teras belakang paviliun.
"Apa aku pernah bilang aku marah dengan Anda Miss?" tanya balik Bian.
Bian tidak marah, dia hanya menjaga jarak saja dengan Sheila, hatinya benar-benar merasa bingung saat ini, tak dipungkiri,karena wajah dan juga kesabaran Sheila menghadapi dirinya, Bian sedikit tidak nyaman jika berjauhan dengan Sheila, namun bila mengingat wajah Sheila yang hampir bahkan mirip sekali dengan mendiang sang Mama, membuat Bian ingin sekali menjaga jarak dengan Sheila dia tak ingin Sheila bertemu dengan sang Daddy, karena Bian takut, sang Daddy pasti akan mengingat masa lalunya bersama mendiang Mama nya.
"Bian, ada yang ingin Miss tunjukkan sama kamu, apa kita bisa meminta ijin Oma mu untuk ke apartemen Miss?" tanya Sheila, Sheila sudah berusaha untuk membuat Bian nyaman dengan nya, namun sudah lebih dari satu bulan, nyatanya usahanya benar-benar sia-sia.
"Tidak! sudahlah Miss, apapun itu, Bian gak mau lagi bertemu dengan Miss Lala, tolong" ucap Bian tanpa memandang ke arah wajah Sheila,dia sungguh tak tega sebenarnya. Sheila masih membujuk Bian, bahkan dia sudah memegang erat tangan Bian saat ini.
__ADS_1
Braaak........
Suara pintu depan terbuka dengan tergesa, bahkan Fabri tak menunggu seorang pelayan membukanya, Desi yang melihat Fabri masuk dengan tersengal terlihat kaget.
"Di mana? dimana dia?" tanya Fabri pada orang-orang yang ada di ruang tamu.
"Di mana? siapa maksud mu Bri?" tanya Desi.
Fabri tak menjawab Mama nya, mata nya mencari sosok yang ingin dia temui, Fabri berlari menuju paviliun belakang, entah mengapa feeling nya mengatakan bahwa yang dia cari ada di sana. Belum juga Desi dan semua orang yang ada di ruang tamu menyusul, Mereka di kejutkan dengan kedatangan Lee, Boy dan juga Leo.
"Ada apa sebenarnya ini?" tanya Lee yang sangat penasaran.
"Sayang....ayo kita ikuti Fabri ke belakang " ajak Vita, karena hanya dia yang tau semuanya.Dan akhirnya semuanya mengikuti langkah Vita dan Lee. Fabri yang lebih dulu berlari terhenti seketika, ketika melihat seseorang yang sedang menggenggam erat tangan anaknya, bahkan terlihat sekali seseorang itu tengah membujuk anaknya, Fabri berjalan perlahan mendekati mereka, namun mereka belum menyadari nya, Fabri juga belum begitu jelas melihat orang yang bersama sang anak, karena posisinya yang membelakangi Fabri.
"Daddy!!" pekik Bian, dia sangat kaget ketika melihat sang Daddy sudah berjalan tak jauh dari tempat nya berdiri, spontan Sheila berbalik, dan ini adalah kali pertama dia bertemu dengan Fabri.
Deg......
Langkah Fabri terhenti seketika, Sheila menatap Fabri dalam diam, begitu pula dengan Fabri yang hanya menatap wanita yang sangat mirip dengan mendiang sang istri di hadapannya.Entah apa yang ada di pikiran mereka masing-masing.
__ADS_1
bersambung