Sang Asisten CEO Jilid 2

Sang Asisten CEO Jilid 2
SAC jilid 2 Bab 20


__ADS_3

Karena perintah Fabri yang menginginkan informasi yang lebih cepat, Zaki akhirnya meminta bantuan salah satu teman hacker nya, mereka berkerjasama untuk mendapatkan informasi sedetail mungkin.Bahkan Zaki sampai menyamar menjadi salah satu penduduk di sekitar rumah yang di tempati Sheila dan keluarga nya. Teman Zaki tersebut bahkan bisa meretas kamera cctv di rumah tersebut dan bisa mendengar kan percakapan di tempat-tempat tersebut di mana Zaki menyelinap dan memasang alat tersebut.


"Apa ini tidak masalah?" tanya Joe, temen Zaki tersebut.


"Setelah mendapatkan apa yang kita inginkan, kita akan mengembalikan kembali ke semula" jawab Zaki penuh keyakinan.


"Sudah! kerjakan!" perintah Zaki.


Mereka berdua pun bekerja sama di apartemen Zaki, Joe sangat kagum dan heran dengan Zaki, karena melihat uang Zaki yang banyak setelah bekerja pada Fabri, Joe mengiyakan saja ajakan Zaki untuk ikut kerja dengan nya.Dan benar saja, baru saja bekerja dengan Zaki selama dua tahun belakangan ini, Joe pun bisa menikmati hasilnya.Di tempat yang berbeda, nampak Sheila dengan menggunakan masker dan topi hitam, duduk di kursi yang menghadap ke arah Bianca.Saat ini Bianca sedang menikmati camilannya bersama dengan ketiga temannya, hari ini Fabri memberikan bikin pada Bian untuk menonton bioskop bersama kedua temannya.

__ADS_1


Sheila terus menatap ke arah Bian, ikut tersenyum, bila gadis kecil itu tersenyum bersama teman-temannya, Sheila merasa bahagia, walaupun masih ada rasa sesak di dadanya karena penolakan Bian, tapi setidaknya Bian hidup bahagia saat ini.Sang Papa melarang nya mendekati Fabri dan keluarga nya, dan Sheila yang kala itu sudah berjanji pada Papa nya, terpaksa melanggar nya hari ini. Sheila bisa tak bertemu dengan Fabri dan yang lainnya, tapi tidak dengan Bianca, alhasil seperti ini lah dia saat ini, diam-diam mengikuti Bianca kemanapun gadis itu pergi.


"Bian, bukannya sebentarnya lagi ulang tahun mu ya?" tanya salah satu temannya.


"Iya" jawabnya singkat.


"Entahlah" jawab Bianca sambil menaikkan bahu nya.


Seketika ketiga teman Bian menghela nafasnya secara bersamaan. Mereka benar-benar merasa Bian menjadi sosok yang sedikit berubah, Bian yang biasanya heboh, ceria, walaupun tak banyak bicara seperti teman yang lain nya, tapi dia masih terlihat menyatu saat jalan bareng dengan teman sebaya nya.Tapi kali ini, ketiga temannya harus bekerja ekstra keras hanya untuk mengajak Bian jalan-jalan ke Mall, nonton bareng dan berakhir nongkrong di mini cafe dan menikmati makanannya.

__ADS_1


Di tengah-tengah Sheila yang tengah menikmati kebersamaan Bian dengan teman-temannya, tiba-tiba ada seseorang yang tengah menghalangi pandangan nya.Mata Sheila yang tadinya fokus memandang Bian, kini memandang tubuh yang tegap berdiri di hadapannya, Sheila masih berusaha memandang ke arah Bian dengan cara menggeser sedikit kursinya,namun tubuh itu tetap menghalangi dan bahkan mengikuti pandangan arah Sheila,hingga Sheila pun bergeser ke kiri untuk melihat keberadaan Bian, sekali lagi tubuh yang sedang ada di hadapannya pun ikut bergeser di hadapan Sheila,hal itu terjadi berulang kali hingga akhirnya Sheila merasa jengkel dengan orang yang ada di hadapannya saat ini.


"Permisi!! Anda menghalangi saya"


tegas Sheila,bahkan sampai berdiri menyejajarkan tubuh nya dengan orang tersebut.Namun ketika tau siapa yang ada di hadapannya, Sheila kaget seketika, namun entah mengapa dia tak berani beranjak sedikitpun dari posisi nya.


"Kita bertemu lagi... Miss Lala....."


bersambung.

__ADS_1


__ADS_2