Sang Asisten CEO Jilid 2

Sang Asisten CEO Jilid 2
SAC jilid 2 Bab 21


__ADS_3

Fabri keluar dari perusahaan dengan tergesa-gesa, hari ini dia sudah terlambat untuk bertemu dengan klien di sebuah cafe di pusat perbelanjaan,Kali ini orang yang Fabri temui adalah klien penting, namun orang tersebut sedang menemani keluarganya untuk makan siang di sebuah pusat perbelanjaan,karena itu Lee mengutus Fabri untuk menemui klien tersebut, karena klien tersebut juga sangat penting demi kelancaran proyek yang sedang mereka garap saat ini, sang klien tiba-tiba mengubah alamat pertemuan mereka,membuat Fabri sedikit terburu-buru.Dan akhirnya mereka sepakat menandatangani kontrak kerjasama nya.


Beberapa saat setelah pertemuannya dengan kliennya usai. Desi,sang Mama menghubungi Fabri dan mengatakan bila Bianca sedang jalan-jalan bersama dengan teman-temannya,dan meminta Fabri untuk menjemputnya, kebetulan sekali, Desi menelpon Lee, Karena Fabri tidak mengangkat panggilan telepon nya, dan Lee mengatakan bahwa Fabri sedang ada pertemuan di sebuah pusat perbelanjaan, tempat yang sama di mana Bian juga berada di sana, akhirnya Desi menelpon Fabri dan memberikan nama cafe di mana Bian sedang menunggu kedatangan Fabri.


"Iya ma...aku sedang berjalan ke sana" kata Fabri yang sedang berbicara di sambungan telepon dengan Mama nya.


"Bawa dia ke kantor dulu, Papa dan Mama sedang berangkat ke luar kota, teman Mama di rumah sakit sekarang" saut Desi


"Iya ma, Mama tenang saja, hari ini kami akan pulang ke apartemen" kata Fabri sambil terus melangkah memasuki cafe, dia mengedarkan pandangannya mencari keberadaan anak nya.Namun tiba-tiba matanya menangkap sosok yang sangat ingin dia temui.Dia mengakhiri percakapan dengan sang Mama.

__ADS_1


"Zaki! urus Bianca!" perintah Fabri sambil melangkah meninggalkan asisten nya tersebut.


"Kita bertemu lagi... Miss Lala....." ucap Fabri yang berdiri tepat di hadapan Sheila.


Dia bisa melihat dengan jelas kekagetan di wajah Sheila, namun Fabri tetap memasang wajah datar dan dingin di hadapan wanita yang sudah membuatnya penasaran selama ini,dia ingin tahu bagaimana reaksi Sheila ketika berhadapan langsung dengannya setelah sekian lama mereka tak bertemu, dan benar dugaan Fabri, Sheila berusaha untuk menghindar darinya setelah tersadar dari keterkejutannya, Sheila buru-buru mengambil tas tangannya dan berusaha untuk lari dari hadapan Fabri,namun secepat kilat Fabri menangkap tangan Sheila, dan membawanya keluar dari cafe tersebut menuju ke pinggir jalan dan menyetop sebuah taksi.


"Lepaskan tangan saya Tuan!" pinta Sheila, dia terus meronta meminta Fabri melepaskan genggaman tangannya.


"Ke pantai pak!" perintah Fabri.

__ADS_1


Sheila akhirnya diam, namun dia terus berusaha melepaskan genggaman tangan Fabri, dia mereka canggung dan tak enak hati ketika Fabri menggenggam erat tangan nya.Menyadari hal itu, Fabri akhirnya melepaskan nya, dia hanya ingin membawa Sheila ke tempat yang tenang, untuk apa?? entahlah! bahkan itu belum terpikir oleh Fabri saat ini.


Begitu sampai di pantai, Fabri mengajak Sheila untuk berjalan menikmati pantai lepas,dan akhirnya mereka duduk di sebuah tempat yang sedikit menjauh dari keramaian, Sheila tak tahu apa yang harus dia katakan saat ini,sebenarnya dia ingin sekali lari dari hadapan Fabri, namun Sheila berpikir mungkin ini saat yang tepat untuk meminta izin pada Fabri agar bisa bertemu dengan Bianca setiap saat,entahlah,yang ada di pikiran Sheila hanya bisa berdekatan dengan Bianca.


"Kau ingin menjelaskan sesuatu?" tanya Fabri memecahkan keheningan, dia sendiri tidak tahu apa yang harus dia katakan.lama tak berinteraksi dengan wanita, membuat Fabri sedikit gugup dan bahkan bingung harus berbuat apa.


"Apa ada yang harus saya jelaskan Tuan?" tanya Sheila balik.


"Kenapa kamu pergi?" tanya Fabri dengan menatap mata Sheila yang saat ini menatap bingung ke arah Fabri.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2