Sang Asisten CEO Jilid 2

Sang Asisten CEO Jilid 2
SAC jilid 2 Bab 28


__ADS_3

Setelah semalaman Fabri banyak memikirkan masalah hidup nya, pagi ini dia bangun dengan semangat baru. Bianca,sang anak yang terlihat menuruni anak tangga nampak terheran-heran melihat kebiasaan baru sang Daddy.Pagi ini Fabri terlihat sumringah dan lebih segar,dengan apron hitam yang melekat di o, Fabri nampak lihai memasak di dapur. Ternyata bukan hanya Bianca, Desi dan Kevin, orang tua nya pun ikut bingung dengan perubahan sikap Fabri.


'"Oma..apa Daddy baik-baik saja?" tanya Bianca sambil berbisik-bisik.


"Oma juga bingung, pagi-pagi dia menyuruh pelayan untuk tidak memasak,katanya dia sendiri yang akan turun tangan " jawab Desi karena jujur dia memang bingung melihat Fabri.


"Ehem...ehem.... Daddy,apa sarapan nya sudah siap?" tanya Bianca dengan lembut.


"Sebentar lagi sayang....."


"Apa perlu Bian bantu?" tanya nya sambil berjalan ke arah sang Daddy.


"Ya ... letakkan ini di meja,ini untuk Opa,dia tidak suka udang, dan yang ini Oma, beri sedikit sayur, Oma suka sayur nya" kata Fabri panjang lebar, Bian hanya tersenyum kecil melihat tingkah sang Daddy.


Setelah semuanya siap,Mereka pun bergabung bersama Desi dan Kevin.mereka menikmati sarapan pagi buatan Fabri dengan sangat senang, Kevin merasa ada sesuatu yang sedang di sembunyikan oleh sang anak.Sedangkan Bian dan Desi hanya diam saja tanpa berniat bertanya pada Fabri.Beberapa saat setelah selesai sarapan, Kevin mengajak Fabri untuk menikmati kopi di teras belakang rumah mereka,karena kebetulan Fabri libur kerja.


"Apa ada sesuatu yang Papa tidak tau? Atau ada yang ingin kamu ceritakan?" tanya Kevin sambil meminum secangkir kopi di tangannya.


"Aku butuh pendapat Papa"


"Soal apa?" tanya Kevin


"Sheila..... Seperti nya aku jatuh cinta pada gadis itu pa"

__ADS_1


"Uhuk....uhuk....uhuk....." mendengar perkataan anaknya, Kevin sontak tersedak kopi yang baru saja masuk ke tenggorokan nya.Dia tak menyangka bahwa hal itu yang akan di bicarakan sang anak padanya.


"Papa baik-baik saja?" tanya Fabri terlihat khawatir karena melihat sang ayah tersedak.


"Kau serius dengan perkataan mu?" tanya Kevin memastikan.


"Seperti seperti itu pa" jawab Fabri terlihat sedikit ragu.


"Aku sudah memikirkannya semalaman Pa, aku rasa benar apa yang dikatakan oleh Drew,harusnya aku berdamai dengan masa laluku,Harusnya Aku sudah tidak lagi menyangkut pautkan masa lalu dengan masa yang sekarang "


"yang harus aku pikirkan sekarang adalah Bianca, dan juga kehidupannya ke depannya.setidaknya Bianca juga akan bahagia jika melihat aku bahagia" lanjut Fabri.


"Lalu apa hubungannya dengan Sheila?" tanya Kevin.


"Jadi kamu mau memilliki Sheila hanya karena Bian? Bukan karena mencintai gadis itu?" tanya Kevin.


"Bukan begitu pa, aku juga membutuhkan dia, dia akhir-akhir ini selalu mondar mandir di kepala ku pa!" jawab Fabri sambil menyandarkan punggungnya ke kursi yang di duduki nya, Fabri terlihat frustasi.


"Ya...papa paham sekarang,tapi bukannya kau dan Vano sudah sepakat untuk tidak saling mengenal lagi?" kata Kevin coba mengingatkan sang anak bila Fabri dan juga Vano pernah membuat perjanjian untuk tidak saling bertemu lagi antar keluarga,Namun nyatanya Fabri saat ini sedang berubah pikiran, dia ingin mendapatkan Sheila dan melupakan lalu antara keluarganya dan juga keluarga Vano.


"Itulah masalah nya pa, karena itu aku minta pendapat papa"


"Biar aku saja yang cari cara untuk mendekati Miss Lala,bagaimana Dad? Apa Daddy setuju?" suara Bianca yang tiba-tiba ada di tengah- tengah mereka membuat Fabri dan Kevin terkejut.

__ADS_1


"Sejak kapan Daddy mengajari mu menguping Bian?" Kata Fabri sedikit geram pada anak gadisnya.


"Oma..... Oma yang menguping,bukan aku Dad!!" saut Bian sambil menunjuk ke arah belakang di mana Desi perlahan keluar dari persembunyiannya.


"Heiiss...dasar cucu nakal!!" kata Desi.


"Apa Daddy benar-benar mau memperjuangkan Miss Lala? Mau menjadikan Miss Lala mama baru Bian?" tanya Bianca dengan antusias.


"Hemmm"


"Aaagghhh....tenang Daddy ku sayang, anak cantik mu ini siap membantu!!!" teriak Bian sambil berlari menuju ke arah kamar nya.


"Hati-hati sayang....kamu mau kemana?" tanya Desi sedikit berteriak.


"Aku harus ke rumah kak Shasa , aku butuh bantuan nya!!"


teriak Bian memberi jawaban pada Oma nya.


"Oh Tuhan!!! Itu bukan bantuan Bian" kata Desi pada kedua lelaki di hadapannya.


"Ya ma,itu bencana" kata Fabri,


Entah apa yang akan dilakukan Shasa ketika tahu bahwa Fabri menginginkan Sheilla menjadi pasangan nya,walaupun cuma bercanda ingin menjadi istri Fabri, Namun Shasa benar-benar tidak senang berbagi Fabri dengan yang lain,bahkan dengan Bian sekali pun, karena Shasa merasa dia lebih dulu menjadi anak Fabri daripada Bianca.Hal itu yang sering membuat Shasa dan Bian sering berdebat.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2