Sang Asisten CEO Jilid 2

Sang Asisten CEO Jilid 2
SAC jilid 2 Bab 27


__ADS_3

Fabri meneguk segelas minuman yang ada di tangannya, dia tengah duduk santai di sebuah club malam. Kali ini dia benar-benar di buat pusing dengan permasalahan nya dengan keluarga Vano, Fabri pikir dengan bertemu Vano, semuanya akan selesai begitu saja, nyatanya, hal itu menjadi masalah baru di kepala nya, seketika itu juga, Fabri teringat dengan masa lalu nya yang kelam.Kematian sang istri memang membuat trauma tersendiri bagi dirinya sendiri.


"Tumben datang bos?"


Pertanyaan yang tiba-tiba dia dengar, sukses membuat Fabri menoleh ke samping kanan nya, dia melihat seorang laki-laki tampan yang berdiri di samping nya dengan segelas minuman.Drew...lelaki keturunan bule itu tersenyum manis melihat Fabri yang berkunjung ke club malam miliknya. walaupun Fabri tak pernah mau dianggap sebagai bosnya, tetap saja Drew memanggil Fabri dengan sebutan bos, Drew tetap beranggapan bahwa perubahan dalam hidup nya saat ini,tak lepas dari kebaikan hati seorang Fabri, bahkan club malam yang dia miliki saat ini adalah hasil campur tangan Fabri juga.


"Hemmm" jawab Fabri singkat,dia kembali fokus pada minuman nya.


Drew duduk di sampingnya, kemudian dia meminta seorang bartender untuk membuatkannya minuman.Sebenarnya Drew tau apa yang menyebabkan Fabri datang ke club malam nya.Setelah bertahun-tahun lamanya,Fabri tak lagi datang ke sana bila tak mendapat undangan dari Drew, tapi kali ini tanpa di minta Fabri datang dengan sendirinya.


"Apa perlu aku bertindak bos?'' tanya Drew


"Kau tau sesuatu?" tanya Fabri balik, dia merasa heran, bagaimana bisa Drew bertanya seperti itu, Drew bertanya seakan dia tau permasalahan Fabri. Mendapat pertanyaan dari Fabri, Drew sedikit menghela nafasnya, dia tau, pasti Fabri lupa kalau selama ini, Drew menempatkan beberapa anak buahnya untuk mengawasi Fabri, lebih tepatnya melindungi sang bos.


"Maaf bos, aku menempatkan beberapa anak buah ku di sekitar bos" jawab Drew.


"Kau masih melakukannya?" tanya Fabri.

__ADS_1


"akan selalu seperti itu bos" jawab Drew.


Fabri terdiam,dia sudah tak bisa melarang Drew lagi untuk tidak ikut campur dalam urusan hidup nya, dia tau betul bahwa Drew sangat keras kepala.Pembicaraan mereka teralihkan oleh kedatangan seseorang, hal itu membuat Fabri sedikit heran.


"Kalian bersama?" tanya Fabri pada mereka berdua.


"Bos, bagiku cinta adalah cinta, tak peduli berlabuh pada siapa, aku hanya mencoba mencintai saja" jawab Drew sambil menarik pinggang seorang lelaki yang tak lain adalah kekasihnya.


"Cinta mu menutupi kesalahannya?" tanya Fabri lagi, dan Drew hanya tersenyum.


Fabri merasa heran dengan kedua lelaki menyukai sesama jenis ini, bukan itu poin penting yang membuat Fabri heran,bagi Fabri, bagaimana pun pilihan hidup Drew,itu bukan urusan nya,namun siapa pasangan yang di pilih oleh Fabri lah yang membuat dia heran.Dani, lelaki yang dulu mengkhianati Drew bersama Edo, dan bahkan Dani adalah salah satu penjahat yang tertangkap dan di penjara beberapa tahun lalu,karena kasus penculikan sejumlah perempuan.


"Bos, bukan kah, cinta adalah cinta?Kalau bos merasa susah melupakan gadis itu, memang nya kenapa!!kenapa bos harus memupuk kebencian yang cukup lama, hingga membuat bos membenci semua hal dan semua orang yang berhubungan dengan masa lalu bos,bahkan gadis itu tidak ada sangkut pautnya dengan masa lalu bos " lanjut Drew.


"Tutup mulut mu!! Kau tidak tau apa-apa!!" kata Fabri.


"Aku tau semua tentang anda bos!! bos lupa siapa aku?" tanya Drew sambil memberi isyarat pada Dani untuk meninggalkan mereka.Hal itu membuat Fabri terdiam.

__ADS_1


"Satu nasehat buat anda bos, lupa kan semua yang membuat hati mu tidak nyaman,jangan dengarkan orang lain, cukup tutup mata dan dengar kan kata hatimu!" nasehat Drew dan akhirnya dia pergi sebelum mendapatkan tanggapan dari Fabri.


Fabri terdiam mendengar apa yang di katakan oleh Drew, dan tanpa berpikir panjang lagi,dia bergegas meninggalkan club tersebut setelah meninggalkan beberapa lembar uang di meja bartender.


Fabri melajukan mobilnya dengan kecepatan semakin tinggi,malam yang sunyi membuat dia melesat cepat bersama mobil kesayangan nya.Dan tak berapa lama, Fabri berhenti di pinggir jalan yang menyuguhkan pemandangan laut di malam hari.


"cukup tutup mata dan dengar kan kata hatimu!"


Kata- Drew terdengar begitu jelas di telinga nya, dan akhirnya,dia mencoba melakukan apa yang di katakan Drew, perlahan Fabri menutup mata nya,dan mencoba mendengarkan apa isi hatinya.


"Tuan Fabri"


Suara merdu seseorang sukses membuat mata Fabri terbuka tiba-tiba, Namun setelah dia meneliti kesamping kanan dan kirinya,dia hanya menemukan kesunyian,tidak ada seorang pun di sana.


"Miss Lala??.....ohh no Fabri!!!" gumam Fabri sendiri.


Bersambung.......

__ADS_1


Setelah sekian purnama,otor baru muncul lagi, masih ada yang mau gabung baca?...... please dong gabung ya....🤭🤭😁


__ADS_2