Sang Asisten CEO Jilid 2

Sang Asisten CEO Jilid 2
SAC jilid 2 Bab 4


__ADS_3

Desi memasuki kamar dengan tergesa-gesa, dia benar-benar tak bisa berkata-kata lagi. Desi duduk di tepi ranjangnya sambil membuka lacinya, laci yang berada di samping tempat tidurnya,sebuah foto dirinya dan juga Ella, diambil dari dalam laci tersebut, dipeluknya erat foto sang menantu yang telah bertahun-tahun meninggalkannya.


"Ella... Mama kangen" ucap Desi lirih, air mata nya tak bisa dia bendung lagi.


Ella, menantu kesayangan Desi, wanita yang berhasil menarik perhatian sang anak dan bahkan seluruh keluarga nya, wanita yang terlalu banyak penderita di sepanjang umur nya. Desi begitu menyayangi Ella, terlebih Ella sudah tak punya siapa-siapa lagi, setelah kematian kedua orang tua nya, Ella di campakkan begitu saja oleh Om dan Tante nya, bahkan dia hampir saja di jual oleh mereka,jika tak ada yang menolong nya kala itu, selanjutnya Ella terlunta-lunta hidup di kota, bahkan perkenalan nya dengan Fabri pun dalam keadaan yang kurang menyenangkan. Ella, wanita yang baru saja merasakan kebahagiaan dan kehangatan sebuah keluarga, nyatanya harus menjadi korban dendam yang tak berdasar oleh seseorang, dan mati dengan cara mengenaskan.


Sheila, gadis yang mengaku sebagai guru home schooling Shasa dan Bianca, membuat nya kembali mengenang masa lalu.Sheila benar-benar mempunyai wajah yang mirip dengan Ella,Sheila,gadis 22 tahun itu, sama persis dengan Ella 10 tahun yang lalu, Ella meninggal di usia 22 tahun, sama dengan usia Sheila saat ini. Meninggalkan Desi yang tiba-tiba mengurung diri di kamarnya, Sheila nampak berjalan pelan mengikuti Nur sang pelayan yang mempersilahkan dia untuk menuju ke paviliun belakang, sampai di ruang tengah, Sheila berhenti sejenak,dia melihat foto seorang gadis kecil yang terpajang di dinding ruangan tersebut, Sheila menatap wajah tersebut dengan berkaca-kaca, entah apa yang ada di pikirannya sekarang, yang jelas dia begitu senang memandang wajah gadis kecil yang berada di dalam foto tersebut.


"Nona Sheila.....Nona..... Nona!!" panggil Nur, karena sedari tadi Sheila berhenti di sana.


"Ehhh hmmmmm iya Mbak....maaf " saut Sheila, dia nampak sedikit panik ketika Nur memangil nya.


"Mari Non....saya tunjukkan jalan nya" kata Nur.


"Mbak.... panggil Lala saja, saya biasa di panggil Lala,jangan pakai Nona..... saya bukan majikan Mbak" saut Sheila dengan ramah, dia merasa tidak nyaman di panggil Nona.

__ADS_1


"Bagaimana kalau Miss Lala saja? kan Miss ini guru nya Non Shasa dan Non Bianca" kata Nur memberikan solusi.


"Boleh....oh ya....mari mbak....kita ke paviliun belakang" kata Sheila.


Akhirnya mereka menuju ke paviliun belakang, di sana nampak sepi, dan ternyata setelah di buka, Shasa sendiri sedang membaca sebuah buku novel, dan tidak terlihat Bianca di sana.Sheila mengedarkan pandangan dan mencari sosok Bianca,namun dia tak menemukannya, Shasa yang terus memperhatikan wanita yang ada di hadapannya itu nampak tak suka, namun ketika Shasa terus memandangi wajah Sheila, dia mencoba mengingat sesuatu, sepertinya Shasa pernah melihat wajah tersebut, namun Shasa merasa tak ingat di mana dia melihatnya, Shasa memandangi dari ujung kaki hingga ujung rambut wanita yang ada di depannya itu.


"Siapa Mbak Nur?" tanya Shasa pada akhirnya.


"Oh ini Non, ini Miss Lala.....dan Miss Lala...ini Non Shasa " kata Nur saling memperkenalkan mereka.


"Hallo......saya yang akan menjadi guru home schooling kamu dan Bianca, rekomendasi dari sekolah" saut Sheila dengan ramah, walaupun dia menangkap gelagat tak suka dari Shasa.


"Benar... Shasa?" jawab Sheila.


"Ya..aku Shasa"

__ADS_1


" Baiklah, Mbak Nur keluar dulu ya, mau buat minum sama bawain camilan" kata Nur yang hendak keluar.


"Ya mbak..makasih" jawab Sheila.


Ceklek....


pintu kamar mandi terbuka, spontan Sheila mengarahkan pandangannya ke sana, namun belum nampak seseorang keluar dari sana. Entah mengapa jantung Sheila berdetak sangat kencang, karena dia bisa menduga siapakah yang keluar dari kamar mandi tersebut,dan benar saja, Bianca keluar dengan menggosokkan handuk kecil ke kepalanya, gadis kecil itu belum menyadari bila ada orang lain selain Shasa yang ada di ruang tersebut.


"Kakak...... kapan kita kedatangan gurunya? bosen nih!!" kata Bianca sambil terus menggosok rambut nya yang sedikit basah.


"Tuh....." tunjuk Shasa dengan dagu nya ke arah Sheila, spontan Bian mengikuti arah yang ditunjukkan oleh Shasa.


Bianca menatap ke arah Sheila sambil meneruskan kegiatan nya, Namun tiba-tiba dia berhenti, dan tanpa sengaja menjatuhkan handuk kecil yang sedang dia pakai, tak beda dengan Bianca, Sheila berulang kali mengigit bibir nya, dia menahan tangisnya, padahal matanya sudah nampak berkaca-kaca. Sheila terus menerus memandang ke arah Bianca, begitu pula dengan Bian yang ikut menatap Sheila. Sheila tak ingin membuat Bian terkejut lebih lama, dia segera tersenyum dan menyodorkan tangannya.


"Hallo.. saya Miss Lala...guru home schooling kamu"

__ADS_1


Bianca tetap terdiam, dia bahkan tak memandang tangan Sheila yang meminta berjabat tangan,karena dia sibuk memandang wajah Sheila dengan berjuta perasaan di hatinya.


bersambung


__ADS_2