
Fabri duduk saling berhadapan dengan Sheila di salah satu ruangan di paviliun tersebut, Fabri hanya memandang ke wajah Sheila setelah mereka masuk ke paviliun 20 menit yang lalu. Karena merasa semakin canggung, Sheila akhirnya memberanikan diri membuka suara terlebih dahulu.
"Apa yang akan Tuan Fabri bicarakan dengan saya? terus terang saya kurang nyaman dengan keadaan ini" kata Sheila.
"Apa hubungan mu dengan Ella?" tanya Fabri to the poin.
"Apa maksud Tuan?" tanya Sheila.
"Jangan coba membohongi ku!! aku tau, kemiripan wajah kalian,bukan sekedar kebetulan belaka!!" kata Fabri dengan penuh penekanan.
"Saya tidak tahu apa yang anda bicarakan!! kalau memang tidak ada hal penting lagi, saya permisi tuan Fabri " ucap Sheila dan berdiri dari kursinya.
"Mau kemana?"
Tiba-tiba saja Fabri mencekal tangan Sheila yang hendak keluar dari paviliun, Fabri mendorong tubuh Sheila hingga punggung Sheila terbentur dinding di sebelah pintu keluar paviliun. Sheila merasa takut dengan perbuatan Fabri, namun dengan sekuat tenaga dia terlihat begitu tenang,dia ingin menghadapi dengan kepala dingin.
"sekali lagi aku bertanya padamu!!! apa hubunganmu dengan Ella!??? Kemiripan wajah kalian,bukan sekedar kebetulan belaka! Benar kan??!!!" sentak Fabri.
__ADS_1
Sheila menatap nanar wajah Fabri yang baru saja membentaknya, tiba-tiba saja air matanya meleleh, tangan yang sedari tadi di cekal oleh Fabri gemetaran tak karuan, bahkan Fabri bisa merasakan bagaimana tangan itu bergerak-gerak, spontan Fabri melihat ke arah tangan Sheila.
"Aku akan patuh! aku janji..... Lala akan patuh!! jangan.....jangan.....sakiti Lala..... Lala mohon!"
Tatapan mata sapi kembali ke wajah Sheila setelah mendengar gumaman dari mulut Sheila. Fabri perlahan melepaskan cekalan tangan nya pada tangan Sheila, Sheila langsung mengatupkan kedua tangannya, dan terus saja memohon pada Fabri agar tidak menyakiti nya, bahkan berulang kali Sheila bilang dia akan patuh.
"Hei....hei.... Miss Lala!!!" bentak Fabri berusaha menyadarkan Sheila, namun Fabri tak tau,bahwa bentakan itu malah membuat Sheila semakin gemetaran dan akhirnya....
Bruug..... tubuh lemas Sheila tiba-tiba saja pingsan, Fabri panik seketika.
Fabri yang tengah di landa kepanikan di dalam paviliun, berbeda dengan anggota empat sekawan yang lain, yang sedang menanti mereka di teras belakang rumah utama.
"Mana gue tau!! liat saja nanti!!" jawab Lee santai.
"Apa guru home schooling itu,lagi di Nina- Ninu ya sama Fabri? udah setengah jam lewat nih!!" kata Leo lagi.
plaaak......
__ADS_1
"Awooowww.....sialaaaaaan!!!" pekik Leo ketika tangan Boy bertengger di kepala bagian belakang Leo.
"Nyadar gak sih!! ada anak di bawah umur!!" kata Boy melirik Shasa yang sedari tadi ikut nimbrung.
"Shasa hampir 17 tahun ya Om!! bukan anak di bawah umur, bahkan nyari menantu buat Papa aja, Shasa udah pantes!!" saut Shasa gak suka melihat lirikan mata Boy.
"Hahahahahaha....kamu mau nikah muda kayak Papa kamu??" tanya Leo dan di jawab anggukan kepala oleh Shasa.
"Mau tau gak, gimana ceritanya Papa kamu bisa......"
"Leo!!"
"Leo!!"
bentakan Vita dan Lee bersamaan membuat Leo semangat terbahak. Sedang kan Shasa hanya mengerutkan keningnya dengan rasa penasaran yang cukup tinggi, percayalah jika Shasa tau bagaimana pertemuan kedua orang tuanya, Vita akan sangat malu tentu nya, Karena pernikahan mereka berdua memang penuh drama.
"Leeeee...... panggil dokter!!" teriakan Fabri sambil membopong tubuh Sheila membuat semua nya panik dan kaget, terlebih Ajeng, yang memang sedari tadi khawatir dengan Sheila.
__ADS_1
bersambung