Sang Asisten CEO Jilid 2

Sang Asisten CEO Jilid 2
SAC jilid 2 Bab 31


__ADS_3

Sejak terakhir kali pertemuan Shasa, Bian dan Sheila, mereka tak lagi bertemu atas permintaan Sheila, Sheila tak mau kalau Papa dan Mama nya menaruh curiga padanya bila sering-sering keluar rumah.Apalagi jika sudah bertemu Bian, Sheila sering kali lupa waktu.Akhirnya Sheila memutuskan untuk berkomunikasi melalui ponsel saja.


"Trs kapan Bian bisa ketemu Miss Lala?" kata Bian di ujung telepon


"Nanti Miss akan cari cara biar kita bisa ketemu Bian,sabar ya" saut Sheila yang mendengar Bian merajuk.


"Bagaimana kalau besok saja? Besok Bian pengen ke pantai, kita jalan berdua ya Miss?" pinta Bian.


"Baiklah, Miss tutup dulu ya telepon nya, Papa Vano sudah menunggu Miss " kata Sheila.


Setelah menutup sambungan telepon nya, Sheila keluar dari kamar dan menuju ke ruang makan, dia melihat Papa dan Mama nya sudah duduk menunggu nya. Sheila bersikap seperti biasa, Namun Sheila sedang membaca situasi di depan nya,nampak Papa dan Mama nya sedang bercanda ringan.Setelah selesai makan, mereka sedang duduk santai di ruang keluarga, dan Sheila tak melewatkan kesempatan untuk berbicara dengan kedua orang tua nya.


"Pa, Sheila boleh kerja lagi gak?" tanya Sheila dengan tenang dan hati-hati.

__ADS_1


Namun kedua orang tua nya hanya saling pandang saja, Sheila akhirnya menjelaskan maksud dari keinginan nya.


"Sheila bosen juga pa,ma, kalau di rumah terus, bukannya Sheila gak mau nemenin Mama,tapi Sheila juga harus bisa mandiri dong, jangan tergantung terus dengan fasilitas lengkap yang di berikan Papa" kata Sheila.


"Apa kamu tidak suka?" tanya sang Mama.


"Suka ma, tapi Sheila ingin punya kesibukan, lagian buat apa coba, Sheila belajar tinggi-tinggi kalau cuma nganggur di rumah, ih ....gak seru tau!!" ucap Sheila dengan acting manjanya.


"Gak ah pa, Sheila tuh gak bakat kalau bisnis, Sheila aja gak belajar bisnis dulu di bangku kuliah, Sheila tetep mau jadi guru atau dosen, gimana? Boleh kan Pa,Ma?" tanya Sheila dengan nada berharap sekali.


"Emang sudah ada rencana mau ngelamar di mana?" tanya Papa nya.


"Sudah, ada dua sekolah dan satu universitas yang Sheila incar, kalau mama dan papa mengijinkan,besok Sheila mau melamar kerja di sana"

__ADS_1


"Terserah kamu aja,asal kamu senang, Mama ikut senang,iya kan pa?"


"Ya Papa setuju "


"Makasih pa..ma "


Mereka melanjutkan perbincangan mereka, dan beberapa saat Sheila pamit untuk masuk kamar, dia tak sabar untuk memberikan kabar gembira ini pada Bianca,kalau Sheila bisa mendapatkan pekerjaan,secara otomatis dia bisa sering-sering keluar rumah dan bertemu dengan Bian. Misi pertama bagi Sheila sudah berhasil, selanjutnya Sheila hanya harus memikirkan bagaimana berbicara dengan kedua orang tua nya dan memperbaiki lagi hubungan dua keluarga yang sedang bersitegang saat ini. Sheila hanya berharap bisa dekat kembali dengan Bian, setelah memberitahu Bian, akhirnya Sheila memutuskan untuk tidur. sedangkan Bianca disebrang sana sedang tersenyum senang setelah mendapat kabar dari Sheila.


"Gimana Dad? jenius kan Bian?" kata Bian dengan bangga nya.


"Daddy tidak salah mengandalkan kalian berdua!! Walau kadang seperti tikus dan kucing,tapi sedang berkolaborasi,kalian hebat!!" puji Fabri, tentu saja tertuju pada Shasa dan Bian.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2