Sang Asisten CEO Jilid 2

Sang Asisten CEO Jilid 2
SAC jilid 2 Bab 23


__ADS_3

Ketiga orang yang yang tadinya berdiam diri di tepi pantai,kini berjalan-jalan pelan layaknya sebuah keluarga menikmati pemandangan laut. Bianca yang tadinya hanya diam karena takut dengan reaksi Daddy-nya bila dia berdekatan dengan Sheila,kini sudah tak canggung lagi, bahkan sesekali dia dan Sheila berlarian kecil saling mengejar sambil bermain air. Fabri berhenti sejenak, melihat keakraban mereka berdua,membuat Fabri teringat sang istri, seandainya saja, Ella tak mengalami kejadian naas di masa lalu, saat ini pasti Bian akan bahagia bersama dengan Mama kandung nya.


Setelah selesai bermain, mereka memutuskan untuk menginap di sebuah penginapan kecil di tepi pantai, sayangnya kamar yang di minta Fabri hanya tinggal satu, karena seluruh kamar di sewa oleh beberapa keluarga dari luar kota, mereka sedang ada hajatan di sekitar pantai tersebut. Sedangkan Zaki,sudah di minta untuk pulang terlebih dahulu karena harus menyelesaikan tugas Fabri di kantor.


"Kalau begitu pesan satu kamar saja" kata Fabri pada resepsionis nya.


"Tapi Dad...." saut Bian, dia memandang ke arah Sheila yang terlihat sedikit kaget dengan perkataan Fabri.


"Bukannya kita bertiga?, daripada kita menunggu di lobby, Zaki akan sedikit lama, dan baju kalian sebagian basah,kita harus menggantinya"


Sheila dan Bianca saling berpandangan, bener apa yang dikatakan oleh Fabri kalau mereka memang sedikit basah karena bermain-main di tepi pantai tadi,akhirnya tanpa perdebatan panjang Fabri membayar kamar yang tersedia di penginapan tersebut,serta memesan baju ganti.


"Bian, cepat mandi dulu, nanti kamu masuk angin, aku pesan minuman hangat dulu ya" kata Sheila sambil mengambil tas sekolah yang masih setia di punggung Bian.


"Aku mau susu coklat hangat" kata Bian.

__ADS_1


"Baiklah sayang...cepat mandi" perintah Sheila.


"Tuan mau kopi?" tawar Sheila pada Fabri yang sejak tadi melihat keakraban Sheila dan Bianca.


"Hemmm" saut Fabri.


Sheila akhirnya keluar dari kamar menuju ke tempat resepsionis untuk menanyakan di mana tempat membeli atau memesan makanan.Sedangkan Fabri lebih memilih untuk duduk di balkon kamar yang langsung menyuguhkan pemandangan laut biru.


"Jadi loe nginap di sana?" tanya Lee di sebrang sana, ya saat ini Fabri tengah mengabari Lee tentang keberadaan nya. Bahkan meminta ijin pada bos sekaligus sahabat nya itu untuk libur besoknya.


"Hemmmm" jawab Fabri lagi.


"What??!!! mau loe unboxing guru itu??" teriak Leo, Fabri sampai menjauhkan ponsel nya dari telinga nya.


"Eh otak mesum!!! gue sama Bian juga!!" jawab Fabri gak suka, dia tau betul bagaimana otak si Leo.

__ADS_1


"Ya kali, Bian loe kasih obat tidur!! maklum udah hampir 10 tahun golok loe gak pernah di asah!!" kata Leo yang semakin menjadi dengan otak mesumnya, dan tentunya di barengi dengan tawa renyah Lee dan juga Boy.


"Bangsat loe!!! udah...gue tutup!!"


Fabri memandang ponselnya setelah mengakhiri percakapan nya dengan Lee dan kawan-kawan nya. Bersamaan dengan itu, Sheila masuk dan membawa sebuah nampan yang berisi makanan dan minuman. Fabri yang otaknya sudah terkontaminasi dengan otak Leo, mendadak terpaku melihat rambut panjang Sheila yang tergerai dan nampak basah, sungguh imannya sangat di uji di sini, belasan tahun melihat wanita lain tanpa adanya hasrat, namun kali ini Sheila membuat debaran jantung Fabri sedikit lebih kencang.


"Bangsat Leo!!! semua ini gara-gara dia" gumam Fabri, dan seperti nya, Sheila mendengar nya sayup-sayup.


"Ada apa tuan?" tanya Sheila yang berada tepat di depan Fabri, namun Fabri tak merespon nya.


" Bianca...kamu sudah selesai mandi?? gantian Daddy sayang!!" kata Fabri yang melihat Bian keluar dari kamar mandi tanpa menjawab pertanyaan Sheila.Sheila merasa heran dengan tingkah Fabri,yang nampak terburu-buru masuk ke dalam kamar mandi.


"Kenapa dia?" gumam Sheila tanpa pernah menyadari kalau penampilan nya yang terkesan sederhana,malah membuat Fabri harus menuntaskan hasratnya di kamar mandi.


bersambung...

__ADS_1


__ADS_2