Sang Asisten CEO Jilid 2

Sang Asisten CEO Jilid 2
SAC jilid 2 Bab 25


__ADS_3

Fabri selalu terngiang-ngiang dengan perkataan Sheila, dia merasa tak percaya bahwa Sheila adalah adik Ella, memang benar wajah mereka sangat mirip, bahkan bisa di katakan bahwa Sheila adalah versi Ella ketika masih muda, namun hal itu tak bisa begitu saja Fabri percayai, Karena dia tau betul bagaimana seluk beluk tentang kehidupan Ella dari Ella sendiri, dan itu juga terbukti ketika dia menyelidiki nya.Keluarga Ella memang jahat, dia punya Tante dan Om yang bahkan tega menjualnya ke sebuah tempat pe-lacuran, namun Tante dan Om nya pun tak punya anak lagi yang di asuh selain Ella, Tetangga mereka mengatakan kalau anaknya sudah meninggal dunia.


"Menurut loe apa dia berbohong?" tanya Lee yang membuyarkan lamunan Fabri.


"Entahlah, tapi tidak mungkin kalau Ella berbohong sama gue, Ella bilang dia tak punya saudara lagi" saut Fabri.


"Dia saudara sepupu mungkin,....Apa dia cerita lebih detail lagi?" tanya Lee penasaran.


"Tidak, Bian keburu datang, jadi dia tidak menyelesaikan omongannya" kata Fabri sambil menghempaskan punggung nya di sandaran sofa yang dia duduki.


"Lee, menurut loe,gue sehat gak ya?" tanya Fabri sambil melihat langit-langit ruangan Lee, karena mereka memang sedang berada di ruangan Lee setelah membahas tentang pekerjaan.


"Maksud loe?" tanya Lee heran.

__ADS_1


"Gue sering deg-degan setelah bertemu dengan dia,berdiri begitu dekat dengan dia, apa menurut loe gue sehat?" tanya Fabri dengan polosnya, bahkan sekarang dia sudah menegakkan cara duduknya demi mendapat jawaban dari Lee.


Bukannya menjawab pertanyaan dari sahabatnya, Lee justru tertawa terbahak-bahak, dia benar-benar tidak tahu harus berkata apa pada asisten sekaligus sahabatnya ini,Fabri terkenal sebagai sosok yang cerdas dan cekatan dalam segala hal, namun untuk urusan hatinya, Fabri terlihat sangat bodoh,apa mungkin karena terlalu lama menyendiri membuat hati Fabri menjadi membeku, dan kembali terlihat seperti ABG yang tak pernah jatuh cinta.


"Loe udah jatuh cinta sama dia Bri!" seru Lee dengan mantap nya.


"Gak mungkin!!! hati gue cuma buat Ella!" saut Fabri, walaupun hanya di mulut, nyatanya hati nya sedikit ragu.


Setelah kejadian tersebut, Sheila lebih sering bertemu dengan Bian,bahkan Sheila sering menjemput Bian ke sekolah dan mengajaknya makan siang bersama ,walaupun dia melakukannya dengan cara sembunyi-sembunyi dari kedua orang tuanya.Tapi Sheila lupa siapa Papa nya, walaupun sang Papa lama tak tinggal di tanah air, namun Vano punya banyak teman dan anak buah yang setia dan setiap saat bisa dia hubungi.


"Jadi kamu sudah bertemu dengan mereka?" tanya Vano dengan sorot mata penuh selidik ke arah anak gadis nya tersebut.


"I-iya pa,ma-maafkan Sheila pa" jawab Sheila sambil tertunduk.

__ADS_1


"Apa kamu sudah menceritakan tentang dirimu?" tanya Vano lagi.


"Sheila cuma bilang bahwa Sheila adik kak Ella" jawab Sheila semakin tertunduk.


"Apa kamu juga menceritakan bahwa karena dirimu lah Ella mulai menderita??" sebuah pertanyaan yang membuat Sheila tersentak, sayangnya itu bukan dari sang Papa, melainkan dari sang Mama yang tiba-tiba muncul di antara mereka.


"Ma-Mama..." Sheila nampak sangat terkejut.


"Apa tidak sekalian kamu bercerita tentang keluarga kita? apa kamu tidak sekalian bercerita kalau salah satu dari keluarga kita yang menyebabkan kematian Ella!!!" ucap Vidia murka.


Sheila hanya mampu berdiam diri melihat kemurkaan sang Mama, sungguh dia hanya ingin dekat dengan Bianca,bukan mengungkit masa lalu yang sebenarnya masih saling berkaitan.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2