
Kehidupan Fabri termasuk biasa-biasa saja, Bangun pagi, mengantar anaknya sekolah, kerja, dan pulang kerja larut malam.Walaupun dia sering mendapatkan protes keras dari sang anak, Fabri hanya akan menuruti nasihat anaknya beberapa hari saja, selanjutnya dia akan kembali kepada rutinitas. Yang membuat hidup Fabri terasa ramai,hanya lah perdebatan kedua gadis yang di sayangi nya.berbeda 6 tahun, nyatanya tak membuat mereka akur dan mau mengalah.Namun Fabri sebenarnya sangat tau, Shasa begitu menyayangi Bianca, hanya saja berbeda caranya, Shasa tau betul, bahwa Bian tak suka di kasihani, menjadi anak piatu,tidak menjadikan dia anak yang kurang kasih sayang, Vita, Ayana dan juga Kay, memberikan kasih sayang yang sama seperti anak mereka sendiri.
Namun, namanya juga anak-anak, mereka tetap membuat masalah. Seperti saat ini, Bianca sedang beradu mulut dengan salah satu temannya.Bahkan sang teman sudah membawa Kakak nya dan kini sedang berhadapan dengan Bian.
"Kamu apakah adik aku??" bentak si remaja tersebut.
"Gak di apa-apain! dia aja yang berlebihan!" saut Bian dengan santainya, karena dia memang merasa tak bersalah.
"Eh kamu gak lihat lututnya?? berdarah tau!!" ucap si remaja tersebut, dia kelihatan marah, ketika mendapati adiknya terluka dan sedang menangis.
"Dengar ya....dia yang sedang menyenggol kakiku! jadi bukan salah kakiku dong! salah dia jalan gak pakai mata " saut Bian.
"Kalau jalan pakai mata hiks....hiks ...mana bisa!! bego'!!!" celetuk Aldi di sela-sela tangisannya, anak lelaki gembul temen Bian. Bian cekikikan mendengar nya, sedang Axe, si Kakak yang membela mati-matian menyikut bahu adiknya biar terdiam.
"Pokoknya aku gak mau tau!! tanggung jawab!! kita ke ruang BP!!" kata Axe.
Bianca seketika terlihat panik. ruang BP? tidak!!! pikir nya, karena selama satu bulan ini, sang Oma sudah datang 3 kali, dengan berbagai masalahnya, kalau yang ke empat,jelas Daddy nya akan turun tangan. Dan solusinya adalah home schooling! Tidak!! Bianca akan merasa terkurung di dalam rumah,dengan metode sekolah home schooling. Bian memutar otaknya, dia tidak salah! dia hanya mencoba membalas apa yang di lakukan oleh Aldi. Awalnya Aldi berlari tanpa melihat arah, hingga dia menyenggol bahu Bian yang sedang berjalan sambil memakan es cream, tentu saja Bian kaget karena es cream nya hampir tumpah, dan ada sedikit yang mengenai baju sekolah nya. Aldi berlari tanpa meminta maaf sama sekali, dan akhirnya Bian membiarkannya, dia kembali berjalan keluar dari sekolah karena memang sudah waktunya jam pulang sekolah, namun untuk kali kedua Aldi kembali berlari dikejar oleh temannya dan kali ini dia menyenggol kembali Bian dan menumpahkan es krim yang sedang dimakan oleh Bianca, Bianca begitu kesal. namun Aldi terus bercanda dengan temannya sambil berlarian,begitu Aldi hendak melewati Bianca kembali, Bianca memasang kakinya sehingga Aldi tersandung dan terjatuh hingga kakinya berdarah.
"Ayo!!! kita ke ruang BP!!" ajak Axe sambil menarik tangan Bian, Axe memang sangat menyayangi adiknya, melihat sang adik berdarah lututnya sambil menangis,membuat Axe marah dan tak peduli walaupun Bian seorang anak perempuan.
"Mau loe bawa kemana adik gue??" tanya Shasa dengan lollipop di mulut nya.
Axe seketika menoleh, dia terlihat heran ketika mendapati Shasa, teman seangkatannya mengaku sebagai Kakak Bian.
__ADS_1
"Dia adik loe?" tanya Axe.
"Iya... Kenapa?" tanya Shasa sambil menarik tangan Axe yang masih memegang tangan Bian, Shasa menarik Bianca dan membawanya ke belakang tubuhnya.
"Adik loe harus minta maaf sama adik gue! lihat nih lutut dia berdarah gara-gara adik loe!" ucap Axe tak mau tahu, dia tetap menuduh Bian yang salah.
"Emang benar Bi?" tanya Shasa.
"Gak!! dia yang salah duluan!" saut Bian yang tak mau di salah kan.
''Alah!! ngeles aja loe!!" bentak Axe.
"Eh sialaaan loe!! ngapain bentak-bentak adik gue?!!!" bentak Shasa tak terima.
"Apa!! loe nantangin gue!?? gue gak takut ya walaupun loe cewek sekalipun!!" bentak Axe balik.
"Siapa takut!! Bian!!! ajar adiknya!!" perintah Shasa.
"Berani loe ganggu adik gue!!" ucap Axe tak terima.
Dan baku hantam pun terjadi, Bian dan Aldi yang saling jambak,tubuh gembul Aldi memudahkan Bian menghajar nya habis-habisan, Bahkan Bian tak peduli karena Aldi sudah menangis semakin keras, mendengar jeritan sang adik,membuat Axe tidak konsentrasi, akhirnya rambutnya yang sedikit panjang,menutupi keningnya menjadi sasaran empuk Shasa. Beberapa guru yang mendapatkan laporan dari anak-anak yang menonton berlarian untuk melerai nya.
Di kantor, Fabri dan Lee sedang mengadakan meeting kecil-kecilan membahas beberapa proyek di kejutkan dengan kedatangan Megan, sekertaris mereka.Megan nampaknya sangat panik. beberapa saat yang lalu, dia mendapatkan telepon dari pihak sekolah dan mengabarkan keadaan yang sebenarnya sedikit memalukan.
__ADS_1
"Ada apa Megan?" tanya Lee.
"Tuan Lee....itu... Tuan Fabri....itu .. mereka..." saut Megan dengan kata-kata yang tidak jelas.
"Megan! tarik nafas dan hembuskan, setelah nya katakan!" saut Lee, dia tau Megan, sekertaris nya itu memang mudah panik.Megan melakukan hal yang di perintahkan oleh Lee, sedangkan Fabri hanya menyimak pembicaraan mereka.
"Sudah?" tanya Lee
"Tuan Lee, Tuan Fabri...... Nona Bian dan Nona Shasa, Mereka membuat masalah di sekolah!" jelas Megan.
"Apa?" Lee nampak kaget, pasal nya repotasi Shasa di sekolah cukup bagus. Sedangkan Fabri hanya menghela nafasnya saja.
"Seorang guru menghubungi nomor telepon kantor tuan, dan saya meminta mengirimkan lewat ponsel saya ...dan ini keadaan mereka" ucap Megan sambil menunjukkan foto dua gadis tersebut, Fabri memang sengaja mengganti nomor Mama nya yang biasanya di hubungi pihak sekolah jika Bian berbuat masalah, bukannya Fabri membiarkan dan tak tau apa-apa, dia terus memantau perkembangan anak nya dengan cara lain.
"Oh God!!! Mereka berdua anakmu Bri!!" pekik Lee ketika melihat kedua gadis itu.
"Aku tak tau apa yang akan terjadi kalau Vita sampai tahu!" lanjutnya sambil memijit pelipisnya sendiri.
Foto dua orang gadis dengan rambut yang sudah tak berbentuk lagi, dan sedikit luka di wajah cantik Shasa, jangan lupakan kerah baju Bian yang terlihat sedikit sobek.
"Seperti nya semasa sekolah kita menjadi anak baik-baik!! Lalu mereka turunan dari siapa?? Mereka itu anakmu Bos!!" ucap Fabri yang sepertinya tak terima.
bersambung
__ADS_1