Sang CEO Tersakiti

Sang CEO Tersakiti
Part 38 Miko?


__ADS_3

Pagi telah menjelang, sinar matahari menyinari kedua pasangan suami istri yang masih tidur nyenyak di atas tempat kasur tidur yang menghiasi bunga yang merekah. Setelah membantu Raka untuk membersihkan tubuhnya semalam dan terjadilah bulan madu di kamar mandi. Bagaimana bisa terjadi malam pertama di kamar mandi? Raka yang terus menggoda Launa hingga terjadilah malam yang panjang.


"Hoam..." Launa menguap saat membuka kedua matanya. Hal pertama kali dilihatnya yaitu wajah Raka yang sedang tertidur pulas. Wajah tampan Raka yang seperti bayi saat tidur membuat Launa gemas sendiri. Apalagi hidung mancung dan bibir seksi Raka membuat Launa ingin memilikinya. Ia menyentuh bibir seksi Raka yang pernah dirasakannya semalam. Lalu, tangannya menyentuh pipi Raka yang tersenyum ke arah dirinya.


Disaat Launa ingin mengelus pipi Raka, detik itu juga Raka membuka kedua matanya dengan lebar.


"Hei, apa kurang permainan kita semalam? Sehingga, kamu mau menyentuhku saat tidur?" ucap Raka dengan suara serak khas bangun tidur.


Seketika Launa memundurkan wajahnya yang jaraknya 2 cm menjadi 15 cm.


"Tidak, aku mau mengambil semut saja yang hinggap di wajah kakak." sahut Laura asal dan membela dirinya karena malu hati atas sikap lancangnya tadi.


Raka menatap curiga ke arah Launa yang terlihat gugup.


"Sudahlah, jangan berbohong padaku. Aku tahu kamu suka sentuhanku kan makanya mau mengulanginya lagi." Raka menarik tubuh Launa hingga jaraknya sangat dekat dengan wajahnya.


"Kamu tahu Launa, aku sangat mencintaimu. Aku bersyukur berhasil menjadikanmu istriku. Sekarang aku sudah memiliki teman hidup dan tidak kesepian lagi. Berjanjilah, apapun yang terjadi, jangan pernah meninggalkanku." Raka mengarahkan jari kelingkingnya di hadapan Launa.


Launa menatap jari kelingking Raka yang menunggu jawabannya. Ia mengangkat jari kelingkingnya untuk menyetujui perkataan Raka.


"Iya, janji." jawab Launa tersenyum. Hingga detik itu juga Raka langsung mencium Launa dengan mesra dan kejadian semalam terulang kembali.


Setelah membersihkan diri dan berganti pakaian. Raka dan Launa berjalan menuruni tangga. Raka membantu Launa berjalan pelan untuk menahan rasa sakit dibagian intinya. Sesampainya mereka di ruang keluarga, ternyata Nenek Melati, Mama Siska dan Papa Rayhan yang masih menginap di ruang mewah Raka karena rumah yang dibangun belum selesai. Mereka menyambut kedatangan Raka dan Launa dengan hangat.

__ADS_1


"Pengantin baru, ayo makan yang banyak! Biar cepat dapat bayi lucu," ucap Mama Siska sembari mengisi nasi dan lauk di piring Launa dan Raka.


"Tidak usah repot-repot Ma, Raka bisa ambil makanannya sendiri." tolak Raka merasa tidak enak hati.


"Sudahlah, pengantin baru cukup duduk saja. Biarkan Mama yang menyediakan makanan untuk kalian. Seharusnya Mama dan Papa berterima kasih padamu, Raka. Karena kamu mau menampung kami di rumahmu." sahut Mama Siska seraya menyerahkan piring berisi makanan pada Raka.


Raka menerima piring berisi makanan dari tangan Mama Siska.


"Tidak Ma, Raka yang berterima kasih pada Mama dan Papa mau merestui lamaran Raka. Kedatangan Mama dan Papa di rumahku bisa menemani nenek tidak lagi merasa kesepian. Nanti, Raka ajak main-main ke rumah nenek yang jarang ditinggali karena rumah mewah itu lebih besar dan luas mewahnya."


"Iya, nenek sudah lama tidak pulang ke rumah. Nenek rindu dengan rumah nenek, untung ada Pak Ujang yang selalu memantau pelayan rumah dan bodyguard untuk menjaga rumah. Nenek juga mau memberikan barang peninggalan mamamu untuk Launa." sahut Nenek Melati melirik sekilas ke arah Launa yang sedang menikmati sarapan paginya.


Launa yang menjadi pusat perhatikan mereka, ia menyenggir kuda karena cuek saja saat topik pembicaraan itu apalagi di sudut bibirnya sudah belepotan sisa makanan yang menempel membuat Raka dengan sigap membersihkan sisa makanan di sudut bibir Launa.


"Biar aku bersihkan," ucap Raka seraya mengarahkan tisu di sudut bibir Launa.


"Ehem... Rencana hari Senin ini kamu mau kemana, Raka?" tanya Nenek Melati.


"Mau pergi ke hotel bintang lima, nek." jawab Raka cepat membuat Launa menatap kedua bola mata malas ke arah dirinya.


Mereka yang melihat perkataan Raka dan ekspresi wajah Launa membuat mereka tertawa lepas saat melihat aksi lucu dua pengantin baru ini.


"Kamu harus sabar ya Launa, biasalah kalau pengantin baru suka mencoba sensasi baru terus," ucap Nenek Melati tersenyum dan dijawab anggukan cepat oleh Launa.

__ADS_1


Setelah acara sarapan pagi bersama selesai, Raka mengajak Launa pergi ke hotel. Ia menyuruh Zack agar memeriksa kondisi perusahaan selama satu minggu karena Raka mengambil cuti nikah.


Kini Raka telah mengendarai mobil mewahnya keluar dari pekarangan rumah mewahnya. Ia menoleh sekilas ke arah Launa yang hanya diam saja.


"Sebelum pergi ke hotel, kamu mau jalan-jalan ke mall untuk belanja atau ke tempat wisata?" ucap Raka membuka topik pembicaraan pada Launa.


"Boleh, aku mau ke tempat wisata Taman Impian Jaya Ancol saja." sahut Launa cepat.


"Cuma pergi kesana?" tanya Raka melirik sekilas ke arah Launa, lalu fokus menyetirkan mobilnya ke arah depan.


"Sebenarnya banyak tempat wisata yang mau aku kunjungi, setidaknya satu tempat wisata saja dulu. Barangkali, ada sisa waktu bisa ke tempat Taman Mini Indonesia Indah." jawab Launa.


"Baiklah, kita pergi kesana sekarang. Tapi, kita beli makanan dan minuman ringan dulu agar tidak lapar di jalan." setelah Raka mengatakan itu ia menghentikan laju mobilnya di depan supermarket untuk membeli makanan dan minuman cemilan.


Setelah membayar semua barang yang dibelinya, barulah Raka berjalan keluar dari supermarket menuju ke dalam mobil. Ia membuka pintu mobil yang ternyata Launa sedang memainkan ponselnya. Iya, Raka sengaja memberikan ponselnya pada Launa yang ingin mendengar lagu.


Launa mengalihkan pandangannya dari layar ponsel menuju ke arah Raka yang telah duduk di kursi pengemudi.


"Terima kasih Kak Raka," ucap Launa.


"Iya sama-sama." jawab Raka yang telah menyetirkan mobilnya menuju ke jalan raya.


Satu jam kemudian, Raka dan Launa telah sampai di tempat taman Taman Impian Jaya Ancol. Raka memesan tiket masuk untuk dirinya dan Launa. Mereka menikmati suasana taman yang tidak ramai pengunjung. Mengingat hari ini hari kerja membuat Raka tidak capek memboking tempat agar tidak ramai.

__ADS_1


Launa tampak bahagia jalan-jalan di taman itu yang dipenuhi berbagai macam dekorasi dan tanaman hias yang indah. Launa mengajak Raka untuk berfoto bersama untuk mengabadikan kenangan bermain bersama. Disaat Launa ingin mencari tempat taman yang bagus. Ia yang berjalan mundur untuk meminta foto sendirian, tanpa sengaja menabrak seseorang yang berada di belakangnya. Ia pun menoleh ke arah belakang dan betapa terkejutnya ia melihat seorang pria tampan sedang menatap tajam ke arah dirinya.


"Miko?" ucap Launa pelan.


__ADS_2