Sang CEO Tersakiti

Sang CEO Tersakiti
Part 46 Jangan Marah Sayang


__ADS_3

Zack yang telah pulang ke rumah mewah Papa Zakra untuk meminta bantuan agar dapat menghancurkan semua prajurit manusia setengah vampir Leo dan Mita. Ia belum bisa mengajak Papa Zakra turun tangan untuk menyelesaikan permasalahan ini dikarenakan Papa Zakra -- Tuan besar di dunia elf tidak ingin memiliki resiko tinggi. Apabila kedatangannya dapat menghancurkan tali silahturahmi antara bangsa elf murni dan bangsa vampir murni.


Zack hanya diberi kekuatan ganda sebagai ilmu penawar semua musuh untuk melumpuhkan pasukan vampir Leo dan Mita. Setelah Zack mendapatkan transfer ilmu yang diberikan oleh papa Zakra. Zack pamit pulang dari rumah Papa Zakra agar bisa membagikan semua ilmu elf pada bodyguardnya selama satu hari saja.


Memang benar Zack akan menempati janji akan membantu Nenek Melati untuk menyelamatkan Launa dan Mama Siska. Tetapi, ilmu elf hanya berlalu selama satu hari saja. Tidak boleh diberikan begitu saja pada orang lain kecuali dalam keadaan darurat seperti sekarang.


Kini mobil Leo telah memasuki area pekarangan rumah mewah Tuan Raka. Ia membuka pintu mobil dan mengunci. Di depan pintu utama rumah sudah ada Nenek Melati dan 10 bodyguard yang menyambut kedatangan Zack.


"Zack, apa kamu sudah menemui papamu? Dimana papamu?" tanya Nenek Melati di hadapan Zack.


Zack menunduk hormat di hadapan Nenek Melati dan raut wajahnya terlihat sedih.


"Maafkan saya, Nyonya Melati. Saya belum bisa membawa papa saya karena dapat berdampak fatal jika papa saya turun tangan. Tetapi, saya sudah diberikan ilmu elf murni untuk menawarkan bangsa vampir. Ilmu yang saya transfer pada para bodyguard berlalu selama satu hari saja. Ilmu elf tidak boleh disalahgunakan oleh orang lain, kecuali dalam keadaan darurat. Itulah syarat dari Papa saya, Nyonya. Mohon maaf tidak bermaksud untuk menyinggung dan melanggar perintah Nyonya." jawab Zack panjang lebar pada Nenek Melati.


Nenek Melati tersenyum tulus di hadapan Zack.


"Tidak masalah Zack, tidak ada kata yang menyinggung darimu. Justru saya sangat berterima kasih pada kamu dan papamu yang mau membantu menyelamatkan keluarga saya. Apapun syaratnya itu saya tetap setuju dan tolong lakukan terbaik untuk membantu Raka, Launa dan Siska. Saya akan memberikan gaji 10 lipat untukmu." sahut Nenek Melati.


"Nyonya, saya tidak meminta imbalan apapun dari bantuan ini saya hanya melakukan tugas saya." tolak Zack merasa tidak enak hati pada Nyonya Melati yang selalu baik pada dirinya.


"Tidak Zack, saya ikhlas memberikan untukmu. Saya sudah mengganggapmu seperti cucu saya. Untuk penambahan gajimu itu sebagai hadiah dari saya karena kamu sangat rajin dan berkompen dalam bekerja," ucap Nenek Melati dengan tatapan sendu ke arah Zack.


"Terima kasih banyak Nyonya atas perhatiannya. Nyonya apa boleh saya mulai menstrafer ilm elf pada bodyguard yang akan membantu kita nanti." izin Zack meminta kepastian pada Nenek Melati karena ia tidak sabar untuk melumpuhkan manusia berhati iblis seperti mereka.


"Silahkan Zack, semakin cepat semakin baik." setelah menerima persetujuan dari Nenek Melati, Zack langsung menjalankan tugasnya.


Setelah setengah jam melakukan transfer ilmu elf pada semua bodyguard. Barulah Zack memeriksa keberadaan Tuan Raka melalui ponsel canggihnya. Ia memijat keningnya yang sedikit pusing, ternyata benar dugaannya sedari tadi kalau Tuan Raka datang ke rumah mewah tanpa pemiliknya yang tidak jelas asal-usulnya.


"Zack, ayo berangkat sekarang! Nanti keburu malam," ucap Nenek Melati.


"Baik Nyonya." sahut Zack dan ia berjalan cepat menuju pintu penumpang untuk membuka pintu mobil untuk dinaiki oleh Nenek Melati.


Zack menurut pintu mobil dan ia menyuruh sepuluh bodyguard untuk membagi dua kelompok dalam dua mobil. Setelah selesai, barulah Zack melangkah masuk ke dalam mobil mewah dan menstarterkan mobilnya untuk melaju meninggalkan area pekarangan rumah mewah Raka menuju jalan raya.


Di sepanjang jalan, Zack fokus menyetirkan mobil sesuai arahan jalan di google map. Hingga laju mobilnya terhenti dititik lokasi terakhir di tempat mobil Raka berhenti.


Zack menoleh ke sekitar jalanan yang rupanya mobil Raka terparkir di dekat supermarket.


"Nyonya, kita sudah sampai di tempat lokasi terakhir Tuan Raka. Disana mobil Tuan Raka terparkir," ucap Zack menoleh ke arah Nenek Melati yang duduk di kursi penumpang.


"Baiklah, hubungi para bodyguard untuk bersiap-siap menyerang mereka!" titah Nenek Melati.


"Baik Nyonya." Zack menelpon dua bodyguard di dalam dua mobil yang berbeda agar turun dari mobil.


"Nyonya, di dalam rumah itu kondisinya tidak kondusif. Apa sebaiknya Nyonya menunggu disini bersama Sandi saja." tawar Raka pada Nenek Melati.


"Kamu benar Zack, saya tidak ingin celaka dan diserang oleh para kawanan iblis itu. Baiklah saya disini ditemani Sandi saja." sahut Nenek Melati menyetujui saran Zack.


Zack menoleh ke arah samping lebih tepatnya ke arah Sandi.


"Sandi, kamu duduk di kursi pengemudi saja. Jika dalam keadaan bahaya, bawa Nyonya besar pergi dari sini," ucap Zack.


"Baik Tuan Zack." jawab Sandi mengikuti perkataan Zack dan ia melangkah masuk ke dalam mobil untuk menjaga Nyonya dan memantau kondisi di dalam mobil.


"Ayo kita pergi, kita bagi kelompok. Saya dan Reno masuk di pintu gerbang pertama. Rio, Deni, Max dan Damian, kalian masuk di pintu gerbang samping dan terakhir. Zian, Ilhan, Aldi, Hans, Jino masuk di pintu gerbang belakang. Gunakan senjata api ini dalam keadaan bahaya. Saya sudah memasukkan peluru full di dalam pistol ini." Zack memberikan 9 pistol api pada para bodyguard sebagai alat senjata perlindungan mereka. Selain mereka terlatih di bidang bela diri dan di bidang ilmu elf gaib. Mereka wajib memiliki bekal senjata api untuk perlindungan diri.


Setelah menjelaskan semua rencananya, Zack dan 9 bodyguard langsung menjalankan tugas masing-masing.

__ADS_1


Zack dan Reno telah sampai di depan pintu gerbang utama rumah mewah Leo dan Mita. Zack menekan tombol lonceng rumah dan satpam keluar dari gerbang utama.


"Siapa kalian?" tanya Satpam berkepala botak dengan kedua mata merah tajam bak elang.


Zack tersenyum tipis ke arah salah satu pasukan vampir itu. Ia memahami ciri-ciri manusia setengah vampir. Ia harus berhati-hati.


"Saya tamunya Nona Mita." jawab Zack asal.


"Bohong, kamu pasti berniat jahat pada Tuan dan Nona kami." sahut Satpam itu cepat.


"Hahaha... Kalau sudah tahu, kenapa bertanya lagi?" ucap Zack membuat satpam berkepala botak itu geram.


Dalam sekejap mata, satpam berkepala botak itu berubah menjadi iblis berjubah hitam. Iya, Satpam berkepala botak itu salah satu vampir murni yang dipekerjakan oleh Leo.


Zack menghela nafas kasar saat dirinya harus berhadapan langsung dengan vampir murni dan berbahaya jika tidak memiliki bekal ilmu yang berkompeten. Sepertinya dirinya yang terlihat manusia setengah elf. Padahal, ia pewaris utama keturunan elf setelah papanya.


"Bagiku kecil untuk mengalahkanmu makhluk biadab dan tak ramah lingkungan! Menjauhlah bila perlu pergi dari hadapanku! Jika kamu ingin hidup damai dan tenang." perintah Zack tapi mahluk berjubah hitam mengeluarkan dua gigi taring depannya di hadapan Zack.


"Oh, kamu mau melawan saya. Baiklah, jangan salahkan saya, jika saya menghancurkan kamu dalam satu pukulan saja." Zack menyuruh Reno agar berlindung di belakang tubuhnya karena ia tidak ingin ada korban tak bersalah lagi.


Zack melangkah tegas mendekati makhluk berjubah hitam itu dalam satu mantra diiringi pukulan tepat mengenai wajahnya. Makhluk itu hancur menjadi butiran debu.


Reno yang menyaksikan sendiri betapa hebatnya ilmu elf Zack. Ia bertepuk tangan karena Zack memang hebat dalam segala urusan.


"Tuan Zack, memang hebat dan tidak perlu capek-capek menyerang dia dengan berbagai pukulan. Cukup satu kali pukulan saja sudah hancur itu vampir." puji Reno dan Zack tersenyum tipis saja.


"Mari kita masuk ke dalam rumah yang biasa-biasa saja yang minim pasukan. tetap fokus tujuan dan baca mantra sebelum memukul mereka," ucap Zack dengan kedua kaki melangkah tegas menuju masuk ke dalam pintu utama rumah diikuti oleh Reno.


Di sekitar pekarangan rumah mewah, banyak mayat vampir mati bersimbah darah karena bodyguard lain berhasil melumpuhkan mereka. Zack dan Reno tetap berjalan masuk ke dalam rumah yang ternyata 5 bodyguard Raka masih bertarung melawan 10 bodyguard vampir yang terus menyerang bodyguard Raka.


Zack menatap kedua bola mata malas saat vampir itu mencoba mendekati leher salah satu bodyguard Raka, tetapi dengan cepat bodyguard Raka menjambak rambut vampir dengan kasar dan meringis kesakitan. Dengan satu kali pukulan di bagian tangan vampir itu berubah menjadi butiran debu. Ia terus menyerang 10 bodyguard vampir dalam sekejap mati tanpa sisa.


Prok! Prok! Prok!


"Keren Tuan Zack, kami suka gayamu," ucap Mereka dan Zack hanya tersenyum tipis saat menanggapi perkataan mereka.


Zack memilih berjalan masuk ke dalam pintu utama rumah mewah Leo diikuti 6 bodyguard di belakangnya. Zack melewati setiap ruangan yang tertata rapi dan ia melihat 10 pelayan rumah berdiri di ruang keluarga dengan kepala menunduk takut atas kedatangan Zack.


Lantas Zack menghentikan langkah kakinya tepat di hadapan kepala pelayan -- Ayunda.


"Dimana lokasi ruang bawah tanah?" tanya Zack dengan wajah dingin dan datarnya.


"Saya tidak tahu Tuan." jawab Ayunda cepat dan ia sangat takut untuk menatap tatapan tajam Zack di hadapannya.


"Jangan berbicara bohong pada saya, jika kamu ingin hidup tenang, katakan saja dimana lokasi ruang bawah tanah dan kunci pintu ruangan bawah tanah. Saya tidak akan menyakiti orang tak bersalah kecuali mereka melawan saya," ucap Zack tegas.


Ayunda langsung mengangkat kepala untuk menatap tatapan tajam Zack.


"Tuan, tolong jangan sakiti kami. Disini kami hanya bekerja untuk mencari uang dan kami tidak tahu seperti apa permasalahan Tuan dengan Tuan Leo." sahut Ayunda dengan raut wajah takutnya.


"Katakan lokasi ruang bawah tanah dan kunci pintu ruang bawah tanahnya," ucap Zack tak menghiraukan perkataan Ayunda.


Ayunda dengan cepat mengambil kunci pintu ruang bawah tanah di dalam saku bajunya.


"Tuan bisa berjalan lurus ke depan dan ada belok kanan menuju ruang dapur, posisi pintu ruang bawah tanah di sebelah ruang dapur. Tuan bisa membuka pintu ruang bawah tanah 1 melalui kunci A dan untuk membuka pintu ruang bawah tanah 2 melalui kunci B." jelas Ayunda panjang lebar di hadapan Zack.


Disaat Ayunda ingin menyerahkan kunci ruangan bawah tanah pada Zack, tiba-tiba, Leo langsung merebut kunci ruang bawah tanah dari tangannya. Hal itu membuat tubuh Ayunda bergetar hebat karena tidak ingin mendapatkan hukuman dari Tuan Leo.

__ADS_1


"Tak segampang itu kamu membebaskan dia rakyat jelata itu Zack. Tak ku biarkan mereka bebas dan selamat," ucap Leo tegas.


"Tuan Leo, saya tidak ingin tahu ataupun mencampuri urusan Tuan dengan Tuan Raka. Tetapi Tuan berani menculik Tuan Raka dan keluarga Tuan Raka itu berarti tugas saya untuk menyelamatkan mereka. Jika Tuan tidak ingin celaka maka biarkan saya melakukan tugas saya dengan baik." sahut Zack mantap.


"Kurang ajar kamu! Memangnya kamu siapa saya?" tanya Leo terpancing emosi atas perkataan Zack.


"Tentu saja, saya bukan siapa-siapa Tuan. Saya tidak ada urusannya dengan Tuan. Saya datang untuk membawa Tuan Raka, Nona Launa dan Nyonya Siska pulang ke rumah saja." jawab Zack cepat.


"Enak saja kamu bocah ingus sudah berani melawan orang tua, dasar kamu tidak punya akhlak." Raka langsung melayangkan satu pukulan tapi Zack dengan cepat menahan tangan Leo. Diputarnya tangan Leo ke belakang hingga Leo meringis kesakitan.


"Lepaskan saya, bocah ingusan! Sakit tahu tangan saya!" teriak Leo keras.


"Tuan, jangan marah-marah nanti cepat mati. Tuan tidak kasihan pada Nona Mita semakin frustasi kalau Tuan mati tua." sahut Zack cetus.


"Kurang ajar kamu menyumpahi saya mati! Awas kamu ya saya akan, ah sakit!" ringgis Leo terdengar memilukan saat Zack memperkuat putaran di tangan Leo.


"Saya masih punya hati nurani untuk merasa kasihan pada orang lebih tua dari saya. Saya akan memberi dua pilihan pada Tuan, biarkan saya dan bodyguard saya untuk membawa Tuan Raka, Nona Launa, Nyonya Siska pulang dan saya melepaskan tangan Tuan agar tidak patah tulang atau Tuan tetap melarang saya dan detik ini juga saya akan membunuh Tuan." Zack memberi pilihan pada Leo agar tidak salah tingkah lagi.


"Saya tidak akan memilih apapun dari dua pilihan itu tidak bermutu dan tidak selevel dengan saya." tolak Leo mentah dan Zack dengan terpaksa mematahkan kedua tangan Leo.


Leo yang merasa sakit luar biasa di bagian kedua tangannya, apalagi mendengar suara patahan tulang membuat ia jatuh pingsan.


"Huh, menyebalkan sekali." keluh Zack melepaskan genggaman keras di tangan Leo dan membiarkan Leo jatuh tersungkur di atas lantai.


Zack menoleh ke arah semua pelayan rumah mewah ini terlihat takut.


"Cepat bawa tuan kalian ke rumah sakit! Sudah dipastikan dia mendapatkan perawatan intensif terutama di bagian kedua tangannya yang patah," ucap Zack dan semua pelayan mengangguk cepat untuk mengiyakan perkataan Zack.


Kemudian Zack dan 9 bodyguard yang telah berkumpul setelah menyelesaikan pembantaian habis-habisan. Mereka melanjutkan langkah kakinya menuju ruang pintu bawah tanah. Zack tersenyum senang setelah menemukan pintu ruang bawah tanah. Ia langsung mengeluarkan kunci pintu dari saku celananya dan diputarnya kunci pintu hingga pintu terbuka dengan lebar.


"Ayo kita periksa ke dalam ruangan!" titah Zack.


"Baik Tuan." jawab 9 bodyguard dan mengikuti langkah kaki Zack di hadapan mereka.


Suasana di dalam ruangan bawah tanah terasa menyeramkan, dengan lampu yang samar-samar dan bau anyir menyeruak membuat Zack ingin muntah. Ia mempercepat langkah kakinya menuruni anak tangga yang panjang menuju pintu ruangan kedua bawah tanah.


Cekrek!


Pintu ruangan terbuka dan Zack dengan cepat melangkah masuk ke dalam ruangan. Ia melihat dua wanita berbeda generasi sedang duduk lemas di atas kursi dengan kedua tangannya diikat di belakang kursi.


"Cepat buka ikatan talinya! Setelah itu kita harus menemukan kebenaran Tuan Raka!" titah Zack dan dibalas anggukan cepat oleh 9 bodyguard.


Zack membuka ikatan tali di tangan Launa. Seketika Launa terbangun dari tidurnya dan ia menatap wajah tampan Zack.


"Kak Zack, Alhamdulillah terima kasih ya Allah telah mendengar doaku. Kak Zack tolong selamatkan kami," ucap Launa yang merasakan kedua tangannya telah terlepas dari ikatan tali yang erat itu.


"Iya Nona, saya akan menyelamatkan Nona dan Tuan. Mari saya bantu berdiri." Zack membantu Launa berdiri dari duduknya dan ia menoleh ke arah Mama Siska yang terlepas dari ikatan talinya.


"Kalau begitu, mari kita pergi mencari kebenaran Tuan Raka." setelah menyelamatkan Launa dan Mama Siska. Zack berjalan keluar dari ruangan bawah tanah.


Kini mereka sudah berada di lantai dasar rumah mewah. Zack kembali bertanya pada salah satu pelayan rumah dan ia berjanji akan memberikan uang jaminan hidup mereka setelah dipecat bekerja. Dengan mudahnya Pelayan rumah Leo dan Mita memberitahu mereka.


Setelah tiba di depan pintu ruang kamar Mita, Zack memegang gagang pintu yang ternyata dikunci dari dalam ruangan. Zack memundurkan diri untuk mendobrak pintu. Dalam satu tendangan saja, Zack berhasil membuat pintu terbuka dengan lebar.


Pemandangan utama yang Zack lihat yaitu Mita berada di atas Raka. Begitu juga dengan Launa yang berdiri di belakang Zack langsung melangkah masuk ke dalam ruangan dan terjadilah drama baki hantam.


Setelah Raka terbebas dari cengkraman Mita dan Leo. Raka membawa Launa berada di dalam gendongannya diikuti oleh Mama Siska.

__ADS_1


"Jangan marah sayang, aku bisa jelaskan kejadian yang sebenarnya. Di hatiku cuma ada kamu saja, tidak ada yang lain," ucap Alex berusaha menenangkan Launa yang terus memberontak tak karuan.


__ADS_2