
Seratus tahun yang lalu, para monster membabi buta menyerang kerajaan Dragmakid, hampir setengah kerajaan di hancurkan para monster alam tersebut, namun, ada satu manusia yang berani melawan para monster alam yang mengamuk, dia seorang yang melawan pemimpin para monster alam hingga menjadi seorang pahlawan, dan kini para pahlawan tersebut di sebut sebagai.... Sang legendaris !
Pertualangan baru.
Suatu pagi, seorang anak berusia 10 tahun bernama Yunkou akan memulai pertualangan barunya.
"A.. aku telat bagaimana ini, ibu, ayah aku pergi dulu ya"
Ucap Yunkou terburu-buru sambil mengambil tas nya
"Iya hati - hati dijalan ya sayang"
Ucap ibunya melambaikan tangan sambil tersenyum.
"Iywa Bwu tewnang ajwa."
Ucap Yunkou sambil mengunyah roti bakar dan menggendong tasnya.
30 menit berlalu, Yunkou sekarang berada di serikat pendaftaran pertualang.
"Untung gak telat"
Ucap Yunkou lelah berlari.
"Kamu kemana aja? untung Masih bisa daftar
untuk berpetualang"
Ucap Surya menunggu Yunkou.
Surya adalah teman baik Yunkou, Surya adalah elementer cahaya, sedang kan Yunkou elementer es. Surya lah orang pertama dan satu-satu nya teman dengan yunkou.
"Yaudah daftar sana, nanti gak bisa pergi nangis"
Ucap Surya mengejek Yunkou.
"Ok - ok aku kesana"
Ucap Yunkou kesal.
Yunkou pun mengantre dan menunggu panjang nya antrean pendaftaran serikat tersebut.
30 menit kemudian...
"Sudah ku duga bakal rame! "
Ucap Yunkou kesal menunggu antrean.
1 jam kemudian.
"lama amat sampai kapan ini! "
Ucap Yunkou emosi dan menunggu giliran nya.
2 jam kemudian.
"Akhirnya selesai juga"
Ucap Yunkou lega.
"Ehm"
Suara batuk petugas pendaftaran petualang membuat Yunkou kaget.
"Kenapa pak?"
Ucap Yunkou terheran - heran dan takut sehabis kaget.
"Kamu lupa ya Yunkou"
Ucap petugas pendaftaran.
"Lupa kenapa ya pak?"
Ucap Yunkou ketakutan.
" Kamu lupa beneran"
Ucap pak petugas pendaftaran sambil menaikan salah satu alis nya.
"emang ada apa dan kenapa ya pak?"
Ucap Yunkou berkeringat.
"Surat pendaftaran kamu dan tanda izin petualang? Ada? "
Ucap pak petugas pendaftaran dengan tegas.
"Sudah kok pak"
Ucap Yunkou gemetar dan masih takut.
"Oh, ok, saya cuma nanya itu doang, hahahahah"
Ucap pak petugas pendaftaran tertawa terbahak - bahak.
Yunkou yang mendengar itu hanya bisa memasang muka bertanya-tanya
"Hahahahahahah"
petugas pendaftaran masih tertawa.
"Tapi masih ada satu lagi yang harus kamu tulis"
Tiba-tiba suasana menjadi serius kembali, Yunkou yang sudah biasa saja kembali tegang.
"Ada apa lagi ya pak? Hehe"
Tanya Yunkou gugup
"Awan"
Tanya pak pendaftaran
"Putih"
Jawab Yunkou
"Manusia tidur pada? "
Tanya Petugas dengan lantang
"Pagi hari"
Tegas Yunkou.
"Sapi minum nya apa? "
Tanya kembali petugas.
"Su-air"
Hampir Yunkou salah menjawab...
"Bhwhahaha... Hampir kau terjebak ya anak muda."
Ucap Petugas pendaftaran.
__ADS_1
Yunkou yang sudah mulai kesal
"Boleh langsung ke inti nya tidak pak, temen saya nungguin di luar"
Pak pendaftaran yang melihat Yunkou kesal langsung menyudahi bercanda nya dan mengecek identitas.. . Setelah itu Yunkou di beri formulir untuk melengkapkan diri.
"Ini pak sudah"
Ucap Yunkou mengembalikan formulir.
"Ok engkau udah semua ya formulirnya ditulis" .
Ucap pak petugas pendaftaran memastikan Yunkou.
"Sudah pak"
Ucap Yunkou lega akhirnya keluar ruangan.
Saat ia pergi Yunkou bertemu dengan Surya kembali.
"Surya! "
Ucap Yunkou sambil berlari.
"Oh, Yunkou kah! Ada apa? "
Ucap Surya bertanya.
"Kau mau berpetualang? Temanin aku sampai depan ya. "
Ucap Yunkou.
"Tumben sekali, biasa nya engkau mandiri sekali."
Ucap Surya heran.
"Tentu, aku juga tak ingin merepotkan mu, tapi aku sebagai teman kita akan berpisah kan, mungkin tak pernah bertemu lagi."
Ucap Yunkou membujuk surya.
"Kau benar...kita mungkin tak pernah bertemu selama bertulang."
Ucap surya setuju.
"Benar-benar"
Ucap Yunkou sambil mengambil minum
Seorang elementer harus bertarung demi mendapatkan pengalaman bertarung dan menaikan skill mereka untuk bertambah kuat.
"Wah, disini banyak sekali elementer berbagai jenis.
Ucap Yunkou.
" Begitulah, ini sudah hampir di tengah hutan, kita sebagai seorang petualanh juga harus bertarung kan demi pengalaman,aku ingin menjadi teratas, apalagi seorang elementer cahaya terkuat di seluruh dunia. "
Surya menjelaskan impian nya.
"Kalau begitu kita saingan ya, huh. "
Ucap Yunkou sedih.
"Hooooh... Kau juga ingin menjadi yang terkuat ya. "
Ucap Surya.
"Bukan hanya untuk menjadi yang terkuat, tetapi demi menunjukkan kepada keluarga ku, dan demi melindungi teman-teman ku, serta untuk menjadi seperti nya, sang legendaris!
Ucap Yunkou menceritakan impian nya dengan semangat.
"Walau begitu kita tetap teman kan?"
"Tentu, kita akan teman selama nya."
Jawab Yunkou dengan senyuman.
Setelah mereka lama berbincang jalan pertama mereka sudah terlihat, persimpangan jalan itu memiliki dua jalur yang berbeda, surya pergi ke arah jalur kanan sedang kan Yunkou berada di jalur kiri. Yunkou yang memilih jalan kiri melawan seorang elementer api yang kuat.
"Snow ball"
Yunkou mengeluarkan jurus
"Dinding api"
Elementer Api mencounter jurus Yunkou.
"Bola api"
Jurus elementer api menyerang
Yunkou menerjang bola api tersebut dan melakukan jurus dadakan.
"Tangan es. "
Yunkou memukul elementer api, namun elementer api tersebut menghindarinya, yunkou mencoba menendang nya tetapi elementer api menangkis nya, akhirnya Yunkou menjaga jarak dan mengeluarkan jurus kembali.
"Snow ball"
Elementer api yang sudah menduga mengeluarkan jurusnya juga.
"Fire ball"
Kedua jurus tersebut beradu, snow ball yang tak bisa menahan panas nya bola api akhirnya menguap, fire ball pun menembus snow ball dan menyerang Yunkou.
"Dinding es"
Yunkou mempertahankan diri, namun dengan cepat elementer api menembakan bola api hingga asap mengelilingi Yunkou, dalam kesempatan ini elementer api menerobos dinding Yunkou dan menyerang langsung dengan pukulan.
Yunkou tidak bisa menghindar akhirnya di menangi Elementer api.
"Tadi itu sengit sekali ya."
Ucap elementer api sambil mengulurkan tangan.
"Kau benar, sepertinya aku belum banyak pengalaman."
Ucap Yunkou sambil memegang tangan Elementer api.
"Haha... Aku juga seperti nya begitu, hampir saja aku dikalahkan kau, kau sangat berani sekali menerjang bola apiku, oh ya nama mu siapa? Nama ku Harata."
Ucap Harata.
"Haha... Aku lupa memperkenalkan diri, nama saya Yunkou."
Ucap Yunkou memperkenalkan diri.
"Kalau boleh tau sehabis ini kau mau kemana Yunkou?"
Tanya Harata.
"Aku tak tahu mau kemana, sebenarnya aku masih pemula disini, jadi belum tau ingin berpetualang kemana.
Jawab Yunkou
"Kalau begitu aku akan merekomendasikan tempat yang bagus untuk pemula seperti mu, pergi lah ke earth village atau desa tanah, disana banyak monster alam yang tak terlalu berbahaya bahkan lebih tak berbahaya dari di ibu kota."
Ucap Harata.
__ADS_1
"Oh begitu ya, terimakasih ya atas info nya.
Ucap Yunkou berterimakasih.
" Tentu, ini peta dan arah nya, tinggal kau saluran saja energi mu ke peta ini, maka dia akan menuntunmu."
Harata menjelaskan.
"Apakah benar desa itu aman, bukan maksud ku mencurigai mu, tapi... "
Ucap Yunkou tak enak.
"Tentu, aku tahu kok, tak perlu dilanjutkan, seperti nama nya desa itu.... Bla.... Bla... Bla. "
Harata menjelaskan semua tentang desa tanah itu, setelah semua di jelaskan Harata, Yunkou pergi sendiri ke desa itu karena Harata harus kembali ke serikat petualang.
"Aku mengerti, kalau begitu aku pergi ya, kalau kau mau kemana?"
Ucap Yunkou.
"Serikat, aku ingin menemui ketua serikat kita."
Ucap Harata.
"Begitu, Hati-hati ya. "
Ucap Yunkou pergi sambil melambaikan tangan.
"Kau juga."
Balas Harata.
Yunkou pun pergi sambil mengikuti peta yang di beri Harata, peta itu akan mengeluarkan elemen sesuai dengan elemen orang nya. Yunkou mengikuti bola es nya terlalu serius hingga tak lihat ada jebakan dan terjatuh kebawah lobang hingga berada di suatu pasar.
"Ini dimana?"
Ucap Yunkou kebingungan.
Seorang kakek lewat.
" Kek, ini dimana ya?"
Tanya Yunkou kebingungan.
"Tempat ini adalah pasar desa tanah nak....hohoho...sepertinya nak muda ini orang baru ya? "
Ucap kakek bertanya kembali.
"Benar pak, saya orang baru, tapi... Apa benar semua penduduk desa ini berelemen tanah semua kek?"
Tanya Yunkou
"benar nak"
Jawab kakek.
Kakek itu pun permisi dengan Yunkou lalu pergi meninggalkan nya, Yunkou yang melihat pasar itu merasa merinding di sekujur tubuh nya
"Tempat ini seram sekali"
Ucap Yunkou.
Yunkou pun menelusuri desa tanah, dan tak sengaja ia bertemu seorang gadis.
"Halo, permisi, apa benar ini desa tanah?"
Ucap Yunkou memastikan kembali
"Benar,kakak siapa ya?
Ucap gadis itu.
"Nama saya Yunkou, dan kau? "
Ucap Yunkou.
"Nama saya Gadis."
Gadis membalas sapaan Yunkou.
"Anda orang baru disini ya"
Ucap gadis penasaran.
"Benar, oh ya apa benar di desa ini memiliki monster alam tingkat rendah."
Tanya Yunkou.
"Itu benar, sepertinya anda adalah seorang petualang ya."
Ucap Gadis.
Setelah mereka berbincang - bincang tak terasa hari sudah gelap.
"Hari sudah gelap, anda mau menginap dimana? Kalau anda mau, saya bisa merekomendasikan tempat yang cocok untuk beristirahat." Kata gadis dengan sopan.
"(Kok kayak dejavu ya) "
Ucap Yunkou dalam hati.
"Permisi?"
Tanya Gadis
"Oh,tidak usah Terimakasih, saya tidur di sini aja"
Ucap Yunkou.
"Baiklah hati - hati ya, Aku dengar disini banyak monster alam liar disini"
Ucap gadis memperingati.
Monster alam merupakan hewan berelemen, hampir semua hewan memiliki elemen karena ber adaptasi dari lingkungan nya. Mereka bisa untuk bertarung maupun, mau pun hewan peliharaan.
"Tenang saja, aku memang mencari mereka, terimakasih perhatian nya"
Ucap Yunkou.
"Sama - sama"
Ucap Gadis.
"Oh iya satu lagi ..... nanti aja deh waktu pagi"
Ucap Gadis.
"Hmm....?
Bingung Yunkou.
"Baiklah, selamat tidur, nona"
Ucap Yunkou.
"Selamat tidur"
Ucap gadis
__ADS_1
Bersambung....