
"Aku tau kok kamu tak tertidur."Ucap sesosok.
"Perasaan banyak banget yang samperin aku dengan sesosok seperti ini."Ucap Yunkou lelah.
"Wah, seperti nya ini baru yang pertama."Ucap Sesosok itu.
"Terserah, ada apa kamu mencari aku?"Tanya Yunkou.
"Tanpa basa basi ya, baiklah, perkenalkan aku berlian es, aku berevolusi dari kristal es menjadi Berlian es kau ingat?"Ucap Diamond es tersebut.
"Entah lah, aku hanya ingat saat aku pingsan lalu terbangun dan memanggil Komari juga."Ucap Yunkou.
Setelah ia menyebutkan Komari ia langsung mengingat pertandingan nya dengan komari.
"Ahhhh....aku lupa kalau ada pertandingan, kembalikan aku dahulu, aku bisa kalah kalau begini."Ucap Yunkou panik.
"Jangan panik, aku sudah mengendalikan diri mu sejenak saat kau pingsan, ya pasti kau mengingat nya karena ada di otak mu itu."Ucap Diamond es.
"Syukur lah, jadi apa yang ingin kau minta?"Tanya Yunkou.
"Aku hanya ingin satu permintaan, jadi kan aku pelayan mu Yunkou."Ucap diamond es.
"Aku menolak."Ucap Yunkou singkat.
...
"Ehh!! bagaimana kamu bisa menolak salah satu dari pelayan terbaik dari seluruh element."Ucap diamond es.
"Kau baru saja berevolusi, pasti kau belum berpengalaman menjadi pelayan."Ucap Yunkou sambil mengorek telinga.
"Bagaimana kalau aku memperlihatkan kekuatan ku dahulu?"Ucap diamond es ingin membuktikan.
"Baiklah, aku akan lihat dulu."Ucap Yunkou.
"Anda ingin melakukan apa?"Ucap Diamond es.
"Pengen pergi dari sini, kan sudah ku bilang!"Ucap Yunkou marah.
"Baiklah, ada yang lain?"Tanya Diamond es.
"Hah, sudah ku duga kau tak bisa melakukan nya, sudah lah, aku tidur saja."Ucap Yunkou sambil berbaring.
"Oy...oy...oy yang benar saja."Ucap Diamond es heran.
"LALU APA YANG BISA KAU LAKUKAN? HANYA BERBICARA TAK AKAN BISA MEMBUKTIKAN APAPUN."Ucap Yunkou marah.
"Dasar! padahal niatku baik, tapi malah di tolak mentah-mentah begini."Ucap diamond es sambil membalikkan badannya.
Yunkou bangkit dari tidur nya lalu mencoba cara, Yunkou duduk dan mencoba menggunakan dimensi es nya, Diamond es yang melihat itu langsung mencoba menghentikan nya.
"Tunggu sebentar.."Belum Diamond menghentikan nya Yunkou sudah menggunakan jurus nya.
"Dimensi pembeku, Dimensi es."Ucap Yunkou.
Namun, saat Yunkou menggunakan jurus nya, Yunkou malah muntah darah dan batuk yang terus menerus.
__ADS_1
"CK, sudah ku bilang jangan."
Diamond es pun menggunakan kekuatan nya untuk menyegarkan Yunkou, diamond es menggunakan es nya dan menjadi kan es nya cair agar Yunkou bisa minum.
"(Mengapa suhu air nya tak dingin?)"Ucap Yunkou dalam hati.
"Oy, aku dengar loh apa yang kamu pikir kan."Ucap Diamond es.
"Apa! jangan-jangan kamu itu..."Ucap Yunkou.
"Apa?"Tanya Diamond es.
"Kamu esper ya?"Tanya Yunkou.
"Bukan!"Ucap Diamond es sambil memukul Yunkou.
"CK, seperti nya kamu belum menyadari ini dimana, sekarang kita ada di tempat yang di sebut pikiran manusia."Ucap Diamond es.
"Jadi kita berada di pikiran ku, sebab itu kau dengar apa yang ku pikirkan."Ucap Yunkou.
"Benar, pintar juga kau, maka nya aku menghentikan mu saat kau menggunakan dimensi, kukira kau sudah tau."Ucap Diamond es menjelaskan.
"Bilang dari awal dong!"Ucap Yunkou.
"Hah~ bilang pun percuma, kamu nya saja emosi Mulu, seperti anak kecil saja."Ucap diamond es sambil menghela nafas.
"Yasudah sekarang keluarkan aku."Ucap Yunkou.
"Kan sudah ku bilang tidak bisa, hanya kau sendiri yang bisa mengeluarkan diri sendiri."Ucap Diamond es.
"Jangan terlalu percaya dengan manusia, mereka itu bisa saja berkhianat jika mereka ataupun kau terkena musibah."Ucap Diamond es.
"Kau benar."Ucap Yunkou.
"Jadi sebab itu...Woii."Ucap Diamond es yang baru sadar dengan apa yang ingin di lakukan Yunkou.
"Kenapa?"Tanya Yunkou.
"Kau pengen memenggal kepala mu."Ucap Diamond es.
"Tentu saja itu niat awal ku, cuma aku berubah pikiran, aku akan membuat diri ku melihat hal yang paling tidak ku suka."Ucap Yunkou.
"Jangan melakukan hal gila!!!"Ucap Diamond es tegas.
"Tidak kok, hanya melakukan INI!!"Ucap Yunkou mengayunkan pedang nya ke arah diamond es.
Diamond es menghindari Serangan Yunkou.
"Woi, apa yang kau lakukan, berbahaya tau."Ucap Diamond es.
"Sekarang kita berpisah disini saja, aku akan keluar dari sini."Ucap Yunkou.
"Apa yang kau lakukan?"Ucap Diamond es.
Yunkou menusukkan pedang nya ke kaki nya lalu seketika Yunkou menjadi membeku dan pecah hingga menjadi serbuk es, Yunkou pun terbangun dari tidur nya.
__ADS_1
"HM...apa yang terjadi?"Ucap Yunkou heran.
"Ah, Yunkou kau sudah sadar?"Tanya Gadis.
"Oh Gadis, apa yang terjadi?"Ucap Yunkou bertanya.
"Kau tak ingat? jurus apa yang kau gunakan sehingga mengalah kan Armor Phoenix itu?"Ucap Gadis heran.
"Jurus? aku tak tahu apa yang kau katakan."Ucap Yunkou.
"Seperti nya itu jurus dalam jati diri mu, kau belum menguasai nya saja sehingga kau lupa."Ucap Gadis.
"Dimana Mizuya?"Ucap Yunkou mengganti topik.
"Mizuya sedang menunggu di luar, Oh ya, kata dokter kau jangan menggunakan jurus yang berat terlebih dahulu."Ucap Gadis.
"Uhh, baiklah, aku ingin keluar sebentar, sepertinya aku butuh udara segar."Ucap Yunkou.
"Biar ku bantu."Ucap Gadis.
Gadis pun memapah Yunkou keluar, dia bertemu Mizuya di sana.
"Kau sudah sadar Yunkou, sudah berapa lama kami menunggu."Ucap Mizuya.
"Hei jangan bercanda, aku ingin keluar sejenak, kau mau ikut?"Tanya Yunkou.
"Tentu saja."Ucap Mizuya.
Mereka bertiga pun naik ke atas gedung dan melihat langit, mereka bertiga terdiam melihat langit yang sudah hampir menggelap, angin malam menerpa mereka, sehingga baju mereka tertiup angin malam.
"Hei, aku ingin bertanya, jika aku sudah menjadi Sang legendaris apa yang akan kalian lakukan?"Tanya Yunkou.
"Apa maksud nya? tentu saja sebelum kau menjadi Sang legendaris aku sudah menjadi Ilmuan terhebat di dunia."Ucap Gadis.
"Benar! aku juga sedikit demi sedikit mengejar impian ku."Ucap Mizuya.
"Kalian benar, kita di sini karena berbeda keinginan tapi satu tujuan, yaitu menjadi yang terbaik."Ucap Yunkou.
"Benar itu, kami disini karena mempunyai alasan, benar kan Gadis."Ucap Mizuya.
Gadis mengangguk.
"Aku lega sekarang, sepertinya angin sudah mulai berdatangan, mari kita masuk."Ucap Yunkou.
Mereka bertiga pun memasuki Gedung kembali, di perjalanan ia bertemu dengan Komari yang dipapah, Komari meminta maaf atas kesombongan nya dan memberi hadiah untuk bisa memasuki kerajaan manapun tanpa harus bayar. Yunkou pun merima nya, lalu Komari di ajak ke kerajaan animals, Yunkou hanya diam sejenak lalu berkata akan di pikir kan dahulu.
Komari yang mendengar itu juga hanya diam dan meminta maaf sekali lagi lalu pergi meninggalkan mereka, Yunkou juga kembali ke kamar nya.
Di masa yang sama terdapat petir yang terus menyambar, langit yang gelap dan para gagak yang terus berterbangan.
Khuaakkhh...khuaakkhh...suara Burung gagak yang hinggap di atas rumah seseorang, di dalam rumah, orang tersebut melihat Yunkou yang membekukan Komari dengan Armor Phoenix yang di kenal api abadi, seseorang itu hanya tersenyum dan berdiri melihat jendela.
"Menarik."Duarr suara petir yang menyambar
S2 Tamat..
__ADS_1