
"Aneh, kata kata mu sangat tidak pas dengan yang ku alami, aku sangat menikmati proses yang keji ini"Ucap Mizuya menahan emosi.
"Ya maaf kalau tentang itu, akan tetapi serius, anda sama sekali tak menikmati proses ini."Ucap Penjaga air.
"Oh tentu saja aku sangat menikmati, sudah ya, petunjuk mu tak ada gunanya."Ucap Mizuya.
"Sebentar, izin kan aku memberi satu petunjuk lagi."Ucap Penjaga air.
"Baiklah...apa?"Tanya Mizuya.
"Semua petunjuk ada di proses...Bhahaha."Ucap Penjaga air lalu pergi melalui portal.
"Orang itu."Ucap Mizuya geram.
"Ok, stay kalem (Mari kita merangkum semua yang di ucap penjaga air itu. proses dan ketenangan, apa maksud nya?)."Ucap Mizuya bingung.
"Oh lihat lihat seperti nya dia kebingungan dengan petunjuk ku."Ucap Penjaga air.
"(Kalau gitu)"Ucap Mizuya dalam hati.
Mizuya pelan-pelan mengatur nafas dan menenangkan diri nya, ia menggunakan semua Indra nya untuk menunjukan di mana pintu yang benar, tetapi, tak lama sesosok itu datang lagi.
"Hei kau tak lupa dengan ku kan?"Tanya sesosok itu.
"(Tenang jangan emosi nikmati proses ini."Ucap Mizuya dalam hati.
"Seperti nya dikau tak bisa di ganggu ya, tapi apa kau tak mau tau tujuan dari penjaga air itu apa?"Ucap Sesosok itu sambil berlari kencang.
Akhir nya Karena tidak tahan, Mizuya mengurung nya di gelembung air dengan ketepatan Indra nya.
"fokus kan Indra, tajam kan insting buat gelembung dan....dung"Suara sesosok itu masuk dalam gelembung Mizuya.
"Dapat, hehe!"Mizuya puas.
"Hei apa ap-"Sesosok itu belum selesai bicara Mizuya mengisi gelembung itu dengan air.
"Akan ku buat gelembung itu penuh jika kau tak bisa diam."Ucap Mizuya mengancam.
"kau kira aku takut, jangan lupa bahwa aku juga element air, gelembung seperti ini bisa ku tembus dengan mudah."Ucap Sesosok itu.
"Lakukan saja kalau bisa."Ucap Mizuya lalu kembali fokus.
__ADS_1
"Dasar sombong."
sesosok itu menggunakan air di dalam gelembung tersebut, akan tetapi alhasil ia tak bisa menggunakan nya, ia mencoba lagi dan tak bisa kembali, sesosok itu menjadi terheran-heran.
"Hei bagaimana bisa air ini tidak bisa ku gunakan?"Heran sesosok.
Satu kata yang keluar dari sesosok itu membuat air di dalam gelembung naik sedikit demi sedikit, akhirnya sesosok itu melihat dari sudut lain, dia melihat sekitar dan melihat air yang berada di luar gelembung, sesosok itu pun mempunyai ide.
"Hanya ada satu cara, bukan wahai Mizuya-chan."Ucap Sesosok itu.
Sesosok itu menggunakan air di luar dan membuat ekor naga lalu menebas nya ke arah gelembung air, tetapi nihil, serangan itu tak bisa membuat gelembung air pecah. Mizuya yang fokus akhirnya mendapatkan Pintu menurutnya tepat, akhirnya sesosok itu di lempar Kan ke arah pintu itu dan menunggu hasil nya.
Hasil dari ke fokuskan Indra dan menajamkan insting Mizuya nihil, Mizuya makin bingung dengan ini, Mizuya akhirnya menarik nafas dan menenangkan diri, Mizuya juga menutup mata nya, lama kelamaan ia menjadi rileks dan tenang, sedikit demi sedikit ada bayangan gelembung dalam mata nya, setelah itu, gelembung itu menyatu menjadi satu kesatuan dan menjadi kunci yang indah bagai mutiara. Mizuya pun membuka mata nya, ia kaget karena di sekitar element air bergerak mengelilingi nya, ia juga bisa melihat mana air dari mata nya.
"Apa yang terjadi?"Mizuya bingung.
Tak lama Penjaga element air datang.
"Wah tak di sangka hal sesimpel itu susah untuk di Jawab ya."Ucap Penjaga air.
"DASAR SEMUA PETUNJUK YANG KAMU BERI-"
Belum selesai Mizuya berbicara Penjaga element air memotong.
"(Dia keliatan sedang tidak bercanda)"Ucap Mizuya dalam Hati.
Mizuya menutup mata nya untuk lebih memfokuskan mengalir kan mana nya pada air yang mengelilingi nya, Penjaga element air juga ikut membantu mengisi mana air dan akhirnya air yang mengelilingi Mizuya menjadi tenang kembali. Mizuya pun membuka mata nya pelan-pelan, dan ia kaget mana yang mengelilingi nya menghilang.
"HEI, KAU MEMBOHONGI KU LAGI?"Mizuya bertanya sambil marah-marah.
"Anda ini kalau marah mirip sekali dengan Teman anda ya."Ucap Penjaga element Air.
"Tentu saja karena kami sahabat."Ucap Mizuya.
"Haha, aku harap anda bisa menggunakan air ini dengan bijak."Ucap penjaga.
"Apa maksud mu?"Mizuya bingung.
Tempat yang di injak Mizuya berubah menjadi pola yang indah dan menjadi pilar, Mizuya kagum dengan pilar itu, tak lama Penjaga air pun dapat pola dan menjadi pilar yang sama, mereka pun berpindah tempat.
"Hei bagaimana dengan aku, aku tak bisa keluar dari sini."Ucap Sesosok itu.
__ADS_1
Karena Mizuya dan Penjaga element air telah keluar, Dimensi itu menghilang dalam sekejam setelah sesosok itu meminta keluar, Sesosok itu juga ikut menghilang setelah dimensi itu hilang.
"Sring....sring" Suara berpindah tempat.
"Tak sangka kunci nya ada di bawah kaki ku."Ucap Mizuya.
"Hohoho...kalau anda tak bisa menenangkan diri mungkin anda bisa terjebak selama nya."Ucap Penjaga element air.
"Oh iya, siapa sesosok itu."Ucap Mizuya penasaran.
"Entah, aku pun tak tahu."Ucap Penjaga element air.
"Hah!?? kau gila ya memasukan sesosok dalam ujian ini."Ucap Mizuya.
"Aku hanya di suruh raja untuk mencari orang yang "lebih cerewet" dari aku, dan saat aku mencari ada orang yang suka melawak ada orang yang membuat ku tertarik."Ucap Penjaga element air.
"Ikan ikan apa yang suka di jemur?"
"Salah, Jawaban nya I kan tak tahu fufufufu"
*Belum juga di jawab.
"Hei kau seperti nya suka melawak, bagaimana aku bawa kau ke tempat yang butuh orang tertawa."Ucap penjaga air.
"Tentu, kebetulan aku butuh pekerjaan, jika perlu aku bisa loh menggunakan kostum bila ada."Ucap sesosok itu.
"Oh tentu, jika kau cepat lebih bagus."Ucap Penjaga element air.
"Tentu, aku setuju."Ucap sesosok.
"Begitulah cerita nya, bagaimana anda tertarik?"Ucap Penjaga air bercerita dengan semangat.
Tanpa sadar ternyata Mizuya sudah tertidur sambil pura-pura mendengar kan.
"Dasar, jika lelah kan bisa berbicara kepada ku langsung."Ucap Penjaga element air dengan iba.
Bersambung....
"Hei penjaga air aku lelah, bisa cerita nya ntar saja?"Ucap Mizuya.
"setelah dia membuat lolucon itu....bla...bla...bla."Ucap Penjaga element air dengan semangat.
__ADS_1
"Hei....HEi.....HEIIII!"Mizuya geram karena di acuh kan.
Akhir nya ketiduran sambil mendengarkan.