Sang Legendaris

Sang Legendaris
dark Elf


__ADS_3

"Dasar! kami jadi jatuh kan."Yunkou marah.


"HM, suruh siapa berisik."Marah Killa.


"Setelah ku perhatikan di leher mu seperti benda yang belum pernah ku lihat sebelumnya?"Tanya Mizuya.


"Aku juga baru pertama kali melihat mu memakainya... sebelumnya kan tidak ada apa apa?"Lanjut Yunkou bertanya.


"Oh ini, ini hanya benda biasa kok, mumpung sudah berada di luar istana, aku mohon pamit ya...salam buat yang lain."Killa mencoba untuk pergi, tetapi Benda yang ada di lehernya mengeluarkan listrik mengakibatkan tubuhnya kaku....lalu alat tersebut mengeluarkan suara.


"Killa...Pelayan baru(Maid) baru Raja kehancuran di panggil ke kerajaan kehancuran."Yunkou dan Mizuya terkejut menduga bahwa Killa adalah salah satu bawahan untuk mata mata. "Kukira kamu mata mata."Ucap Yunkou.


"Sama, kupikir juga begitu."Lanjut Mizuya.


"Mata mata bagaimana, tolong bantu aku berjalan dong."Killa memohon.


"Iya begitu, seperti memata-matai kami para elementer."Ucap Yunkou kembali.


"Mana mungkin, aku saja tidak bisa menghilang mana dan diri sendiri agar tak terlihat."Balas Killa.


"Oh begitu, Mizuya tolong buat portal nya."Yunkou memohon.


"Kamu yang bawa Tubuh Killa."Ucap Mizuya bernegosiasi.


"Baiklah, cepat seperti nya raja kehancuran membutuhkan sesuatu."Ujar Yunkou. Mizuya membuka portal menuju kerajaan raja kehancuran, mereka masuk lalu menuju ruangan raja kehancuran... Killa yang mencoba untuk kabur, diberi hukuman yang berat. Raja kehancuran menyuruh kami bertiga untuk keluar.


"Hei kalian, Brock e manggil, katanya dia mau pulang kampung, dia ada urusan di sana, sebaiknya kalian temui Brock e sana."Ucap Gadis.


"Hei hei hei, siapa kamu? kamu tak berhak menyuruh nyuruh mereka. Sebaiknya kamu..."Killa yang sedang berbicara di potong oleh Yunkou. "Oh begitu, baiklah aku akan kesana, BTW kamu mau kemana?"Ucap Yunkou.


"Aku mau ngasih data buat kita pergi nanti, Kamu besok banyak acara kan? aku udah selesai membuat jadwalnya."Balas Gadis.

__ADS_1


"My bidadari..."Yunkou terharu.


"Menjijikkan... Sudahlah aku masuk dulu."Ucap Gadis.


"Hei, nanti jangan acuh kan aku, siapa kamu? dan siapa Itu Brock e."Tanya Killa. Gadis yang mendengar itu menjawab "Tanya saja pada Yunkou, aku sibuk."Gadis menjawab.


"Dasar! memang kamu siapa hah? berani sekali melawan pelayanan raja kehancuran."Sombong Killa.


"Anu...Killa kamu gak tau? kami ini pangeran Raja element, bisa di bilang tamu terhormat kerajaan kehancuran, yang di mana Akan berkerjasama."Jelas Yunkou.


"Lalu mengapa? Dia yang mengacuhkan aku."Ucap Killa.


"Aku tak butuh berbicara dengan orang sombong yang tak tahu apa apa."Ucap Gadis. Gadis pun masuk, sementara itu Yunkou dan Mizuya meninggalkan Killa dan menuju Brock e.


"Hei jangan tinggal kan aku."Killa menangis.


"Mizuya... aku ingin menantang dirimu, siapa yang sampai duluan ke kamar Brock e dia akan mendapatkan puding di kulkas."Ucap Yunkou. "Hei, itu kan puding ku, saat pulang dari rapat raja aku mengambil beberapa."Ujar Mizuya.


"Baiklah, kalau itu mau mu"Mizuya mengeluarkan senjata airnya, yaitu water shotgun. Yunkou di tembak secara beruntun oleh Mizuya, untung saja dia memiliki dinding es di belakang nya, walau sekali tembak hancur.


"Sepertinya kemenangan milikku Yunkou."Mizuya menaiki ice track Yunkou lalu menembak kembali. Yunkou yang semakin susah menghindar, meningkatkan pertahanan dan menambahkan serangan.


"Dasar gak bisa diam, nih rasain."Yunkou mengeluarkan Bom es, bom ini jika terkena makhluk hidup atau pun benda mati akan meledak dan menjadi kan sekitar nya membeku.


"Nit...nit...nit nit nit nit"Suara bom yang terkena Mizuya berbunyi menandakan bom akan meledak. "Bahaya."Mizuya mengeluarkan gelembung untuk melindungi dirinya sendiri. Akhirnya Mizuya selamat dan menggunakan gelembung es tersebut sebagai alat gerak nya.


"Ayo berputar bola besar."Ucap Mizuya. "Aku seperti nya membuat kesalahan."Ucap Yunkou. Kamar Brock e sudah dekat, Brock e yang keluar kamar sedikit terkejut lalu mengeluarkan element nya "haduh ada ada saja kalian, aku tau kalian masih anak anak, tapi gak begini juga."Brock e mengeluarkan semburan api dari mulut nya, Yunkou yang di depan Cepat cepat mengeluarkan perlindungan es.


Sayang, es tersebut meleleh dengan cepat begitu pun dengan Gelembung es Mizuya dan Ice track Yunkou. "Jadi ada urusan apa kalian Kesini?"Tanya Brock e.


"Katanya kamu mau pergi ke kampung halaman mu, ada apa? apa ada masalah?"Tanya Yunkou.

__ADS_1


"Satu satu ya, aku pulang kampung ada masalah disana, beberapa orang memasuki rumah ku tanpa izin, dan lagi aku masih ada urusan lain."Ucap Penjelasan Brock e.


"Jangan lupa kan kami ya... petualangan kita juga, selamat tinggal."Ucap Yunkou menahan sedih. "Benar benar ya kalian... benar benar seperti anak kecil, aku hanya pergi beberapa Minggu, aku tak akan meninggalkan kalian, kalian sudah ku anggap keluarga."Ucap Yunkou.


"Huahuauuaua, jangan ngomong Gitu makin nangis."Ucap Yunkou. "Sekarang seperti Anak perempuan manja ya?"Ucap Brock e. "Sudah lah, Yunkou ikhlas kan, lagian ini tugas Brock e sebagai pemilik Rumah, Brock e, hati hati ya."Ucap Mizuya.


"Hahaha, tenang saja, aman."Brock e menenangkan Yunkou dan Mizuya.


"Jadi kamu mau berangkat kapan?"Tanya Mizuya. Lalu Brock e pun menjawab. "Kemungkinan hari ini." Yunkou semakin ingin menangis, Mizuya menenangkan Yunkou menggunakan gelembung balon yang memasukkan Yunkou kedalam gelembung tersebut. "Hei apa ini, lepaskan aku."Ucap Yunkou.


"Tenang saja, kamu gak bakal lama kok didalam sana."Ucap Mizuya. Setelah berbincang lama akhirnya Brock e pergi meninggalkan Mereka berdua.


Brock e menuju ke ruangan Raja kehancuran terdahulu, dia meminta izin untuk pergi ke kampung halaman.


"Yang mulia, izin kan saya pergi dari sini untuk kembali ke kampung halaman saya."Ucap Brock e. Raja kehancuran mengizinkan Langsung karena menurutnya Brock e tidak penting.


"Oh ya udah pergi lah, lain kali tak usah kesini jika mau pergi."Ucap Raja kehancuran terdahulu.


Akhirnya Brock e pergi tanpa sepatah kata pun lagi.


Yunkou akhirnya di keluarkan dari gelembung tersebut. "Lain kali jangan menangis Begitu, rasanya geli."Ucap Mizuya jijik. "Baiklah, aku tadi terbawa suasana.


"Yunkou, maaf lama, tadi harus melayani nenek sihir (Gadis)"Ucap Killa.


"Maksudmu Gadis?"Tanya Mizuya. "Siapa lagi? pasti dia lah, menjijikkan sekali sikapnya."Ucap Killa. "Menurut mu begitu, Yunkou... menurut mu apa yang di katakan Killa benar?"Tanya Mizuya.


"Eh apa ini?" bingung Yunkou.


Bersambung...


Thanks for reading...

__ADS_1


__ADS_2