
Setelah mereka melewati Padang pasir yang luas mereka pun akhirnya keluar pulau dan bertemu pulau baru, disana terdapat banyak informasi tentang pulau tersebut, dan mereka pun tertarik dengan suatu pegunungan yaitu Pegunungan komodo, karena di Pegunungan tersebut mirip seperti komodo, karena mereka penasaran tentang komodo, mereka pun pergi ke sana.
"Dasar curang, cih"Ucap Yunkou masih marah dari pulau sebelah.
"Masih tak terima saja kau, seperti anak kecil"Ucap Brock e meledek Yunkou.
"Biarin saja, aku tak terima kau melanggar Janji."Ucap Yunkou.
"Haduh anak ini, Brock minta maaf saja, lagian kamu duluan yang mulai."Ucap Gadis.
"Ya sudah deh, kalau begitu aku minta maaf."Ucap Brock e.
"Ya sudah, aku maafin."Ucap Yunkou.
"zone air conditioning."Ucap seseorang.
"Hei, kalian ngerasa gak? kalau suhu berubah jadi dingin."Ucap Yunkou kedinginan.
"Iya, aku menggigil."Ucap Gadis.
"Hmm, aku akan stabil kan suhu dulu."Ucap Brock e.
"Ok, nice kalau gitu, aku sudah tidak kedinginan."Ucap Yunkou.
Tangan Brock e berubah menjadi tangan magma.
"Wow, hangat nya, bentar... tadi katanya mau stabilkan suhu? kok malah stabilkan suhu tangan."Ucap Yunkou.
"Emang, kan aku bilang stabil kan suhu, tapi bukan suhu sekitar, kebetulan tangan ku dingin jadi ku hangatkan."Ucap Brock e.
Seseorang yang mengeluarkan jurus menghampiri mereka dan menakuti Yunkou, dengan cara meniup lehernya.
"Iiiiih, kok dingin ya, emang dingin sih disini cuma kayak lebih dingin di leher."Ucap Yunkou dalam hati.
Dan seseorang tersebut menghampiri Gadis dan brock e.
"Waduh, siapa tadi, leher ku dingin."Ucap Gadis.
"Sama aku juga."Ucap Brock e.
"Eh kalian merasa dingin di leher?"Ucap Yunkou.
"Hei, Kamu juga, kita juga merasa dingin di leher."Ucap Brock e dan Gadis dengan berbicara bersamaan.
"Aduh neng, kita bicaranya bersamaan, apa jangan jangan..."Rayu Brock e
"Jangan rayu - rayu, kita sedang bahaya ini."Ucap Gadis.
"MMm... Mizuya mana?"Tanya Yunkou.
"Eh iya, Mizuya mana? kok tidak ada?"Tanya gadis.
"Aduh, bagaimana ini? kita kehilangan Mizuya."Ucap Yunkou.
"Tenang - lah, kita panggil Fuyu saja."Ucap Brock e.
"Oh iya, kita kan punya anjing."Ucap e.
"Fuyu." Yunkou memanggil Fuyu.
"Ada yang punya benda yang berbau Mizuya?"Tanya Yunkou.
"Hmm apa ya? aku tidak ada."Ucap Gadis.
"Aku juga, Oh iya, kan ada jejak Mizuya di lantai."Ucap Brock e.
"Oh iya, Fuyu coba ndus jejak kaki itu."Ucap Yunkou menyuruh Fuyu.
Fuyu mengendus Bau jejak kaki tersebut.
"Dimana dia Fuyu?"Tanya Yunkou.
Fuyu pun berekspresi sedih sambil membunyikan suara kecewa.
"Ada apa Fuyu? tidak tercium kah?"Tanya Yunkou sekali lagi.
"Sepertinya tidak tercium."Apa ada orang yang menyelinap dan membawa Mizuya?"Tanya gadis.
"Mungkin, Fuyu, coba ndus jejak kaki itu sekali lagi, apa ada seseorang atau monster di sekitar sini?"Ucap Yunkou.
Fuyu pun bereaksi dan menunjukkan jalan.
"Kita ikuti Fuyu."Ucap Yunkou.
merekapun mengikuti Fuyu dan menemukan 2 pasang jejak kaki.
"Disini kah?"Tanya Yunkou sambil terengah-engah
"Tapi disini tidak ada, apa Fuyu kehilangan bau Mizuya?"Heran Gadis.
"Hei kalian, disini ada jejak kaki, kita ikuti saja bagaimana?"Ucap Brock e.
"Ayu, tapi, kalau Mizuya nge prank kita?"Ucap Gadis.
"Sudah, kita ikuti saja jalan ini."Ucap Yunkou.
Mereka pun mengikuti 2 jejak kaki tersebut, dan menemukan suatu desa.
"Huh, panjang juga."Ucap Yunkou.
"Sabar, kita ikuti saja pelan pelan."Ucap Gadis.
"Wah disini terakhir penjahat itu meninggalkan jejak kakinya, dan disini hanya ada 1 pasang jejak kaki."Ucap Brock e.
"Fix Mizuya nge prank kita, kita balik ke tempat itu lagi saja, siapa tau dia ada di sana."Ucap Gadis.
"Ya sudah ayu kita pulang."Ucap Yunkou.
"Bentar disini ada desa, kita ke desa sebentar yu, bersilaturahmi."Ucap Brock e
(Minal aidzin wal Faizin ya)
Mereka pun menuju desa tersebut dan menemukan berbagai bangunan yang sudah ketinggalan zaman, desa tersebut ramai dan banyak toko.
"Desa ini, ketinggalan zaman ya?"Ucap Gadis tidak percaya kalau ada desa seperti ini.
"Tapi di desa ini sangat ramai, kita kesana dulu saja yu."Ucap Yunkou.
"Yasudah."Ucap Brock e.
"Wah disini banyak toko ya, ku kira hanya desa yang ketinggalan zaman."Ucap Yunkou.
(BTW pulau yang sedang Yunkou dan party nya injak adalah pulau Monster, kenapa dinamakan pulau monster, karena di pulau ini, 92% adalah monster. dan sisanya tumbuhan dan manusia, dan di sini juga terdapat rumor yang berbahaya, UPS spoiler)
"Benar, disini ada toko makanan, toko zirah, toko magic, dan toko monster."Ucap Gadis.
"Semuanya tetap bersamaan ya, jangan misah."Ucap Brock e.
"tenang lah, Kitakan berada di desa tua, jadi pasti aman."Ucap Yunkou yakin dengan desa ini.
"Tapi memang kita harus tetap waspada, walau hanya desa kecil tapi banyak toko, kita harus waspada."Ucap Gadis.
__ADS_1
"Iya juga sih, baiklah kita harus hati-hati."Ucap Yunkou.
"Selagi kita di toko, kita beli perlengkapan saja, makanan dan minuman kita juga hampir habis, dan jua kita beli beberapa ramuan."Ucap Brock e.
"Lah, kok jadi kamu yang kapten, kan aku yang kaptennya."Ucap Yunkou.
"Kan aku wakil kapten party ini, jadi aku punya hak seperti kapten."Ucap Brock e.
"Sudah - sudah, kita sedang berada di desa, jangan berantem."Ucap Gadis.
"Kala begitu kita beli perlengkapan, kita ke perlengkapan zirah, makanan, dan toko Monster, oh iya jangan lupa juga tanya desa ini ada seseorang yang masuk kah, selain kita."Ucap Yunkou.
"Baiklah."Ucap Brock e dan Gadis.
Merekapun bersama sama pergi ke satu toko ke toko lainnya, tetapi mereka tak menemukan Mizuya (tapi dapet perlengkapan) dan sampai ke toko hewan.
"Permisi apa kah disini ada Monster yang bagus."Ucap Yunkou.
"Disini Monster - Monsternya bagus, kalian tinggal pilih saja."Ucap sang penjual.
"Ngapain sih kita ke toko hewan?"Bisik Gadis.
"Aku mau beli hewan komunikasi dan sekaligus hewan transportasi udara, oh iya sama hewan pelacak udara. aku kepikiran kalau ada yang hilang kita bisa melacak dimana orang tersebut, dan kita bisa berkomunikasi lewat hewan tersebut."Bisik Yunkou
"kalau transportasi? mengapa mau kau beli, kan kamu sudah punya naga es."Ucap Gadis.
"Buat kamu dan Mizuya, hewan kalian di darat dan di airkan?"Ucap Yunkou.
(Monster gadis naga raja tanah, dan hewan Mizuya raja naga air dan penyu)
"Hoo, kukira kamu gak pekaan."Ucap Gadis meledek Yunkou.
"Diam lah"Yunkou tersipu.
Hati Brock e seketika. ....
"Bagaimana kalau Gadis ku pilih kan, aku ahli hewan udara."Ucap Brock e.
"Wah, terimakasih Brock e."Ucap Gadis berterimakasih.
Hati Brock e pun kembali semula.
"Bagaimana kalau monster bertipe burung, apa lagi kalau burung merpati?"Ucap Brock e.
"Boleh juga, aku tanya dulu."Ucap Yunkou.
Yunkou pun bertanya pada penjaga toko.
"Paman, disini ada monster bertipe burung? kalau ada Monster yang bertipe burung merpati."Tanya Yunkou.
"Sebentar, hmm... sepertinya ada, kamu mau burung merpati bertipe apa? dan tingkat apa?"Ucap sang penjual.
"Sebentar paman"Ucap Yunkou.
Yunkou pun kembali kepada Brock e dan Gadis.
"Katanya sih ada, kita kesana saja yuk."Ucap Yunkou.
Mereka pun kesana dan bertanya.
"Paman kami ingin bertanya, disini tipe merpati tingkat nya apa saja?"Yunkou bertanya.
"Disini dari telur monster sampai monster tempur."Ucap penjaga.
"Oh iya yang mau beli yang ini."Ucap Yunkou.
Yunkou menunjuk gadis.
"Hmm... boleh kah aku merekomendasikan, monster bertipe merpati untuk Seorang gadis ini?"Tanya penjaga.
Brock e tak terima atas omongan sang penjaga dan Brock e membalas.
"Maaf, gadis ini sudah aku yang merekomendasikan monster, kamu kasih tau aja tempatnya."Balas Brock e.
"Wah, ini bapak - bapak galak juga."Ucap penjual monster.
"Baiklah, lewat sini."Ucap sang penjual.
ditoko ini walau depan nya ketinggalan zaman, tetapi dalamnya berteknologi, didalam toko terdapat 4 ruangan yang terdiri masing - masing 1 habitat, yaitu habitat pertama di darat(di atas tanah) kedua di bawah tanah, dan ketiga di lautan, dan yang keempat di udara.
"Wah, ternyata di dalam berteknologi ya, kukira semua toko hanya ketinggalan zaman."Ucpa Gadis.
"Hahahaha, memang sih, desa ini agak ketinggalan zaman."Ucap sang penjual.
"Mengapa hanya toko ini yang tak tertinggal dan mengikuti arus zaman?"Ucap Gadis.
"Sebenarnya Penggunungan komodo adalah Penggunungan semua monster bertipe Komodo, banyak komodo bertipe dasar dan melahirkan bertipe hybrid, lalu hybrid tersebut melahirkan hybrid yang lain hingga Penggunungan ini disebut penggunaan langka karena hanya Penggunungan inilah monster memiliki 3 sampai 4 element."Cerita penjual.
"Oh begitu, tetapi mengapa aku tak pernah melihat komodo di sekitar sini ya?"Tanya Gadis.
"Karena, komodo - komodo tersebut saling bergulat untuk makan(kanibalisme) dan memilih pasangan, sehingga ada yang mati di antara mereka, lagi pula ada beberapa orang yang mengambil beberapa bagian monster tersebut diambil dan di jadikan senjata oleh mereka, lambat laut, banyak orang yang mengetahui Penggunungan komodo ini dan membunuh komodo dan mengambil tubuh mereka, dan juga ada yang di jadikan sebagai prajurit untuk melawan musuh -musuh mereka."Lanjut cerita sang penjual.
"Lalu mengapa tidak ada informasi tentang Penggunungan komodo ini? apakah di rahasiakan?"Tanya Gadis sekali lagi.
"Karena cerita yang sudah ku ceritakan tadi itu sudah sangat lama, jadi sudah di anggap legenda."Jawab sang penjual.
"Jadi begitu, apakah masih ada monster komodo itu?"Tanya gadis.
"Ada, tetapi sudah hanya 100 ekor, tetapi mereka melemah dan sudah tak kuat lagi seperti dulu."Ucap Sang penjual.
"Jadi apa hubungannya dengan desa ini yang tertinggal zaman?"Tanya Gadis.
"Semenjak Komodo di hunting dan di perbudak, desa ini menyerang para pemburu para komodo tersebut, karena dulu mereka menyebut para komodo itu teman."Ucap sang penjual.
"Terus? apa yang terjadi?"Tanya Gadis.
"Terus... Ah kita sudah sampai di habitat ini, kalau kalian membeli 5 monster, akan ku diskon 1 telur dan informasi tentang Penggunungan ini, bagaimana?"Ucap sang penjual.
"Ini penjual jago juga menjualnya."Ucap Yunkou dalam hati.
"Wah, Brock e tolong yah, boleh ya."Rayu Gadis dengan tatapan lucu.
"W,wah, a, aku."Grogi Brock e.
Brock e mimisan dan jantung nya... bentar ini bukan novel romantis.
"Sebentar, aku hilang kan darahku."Ucap Brock e.
"Sini ku bantu."Ucap Yunkou.
Setelah darahnya hilang.
"Baiklah, aku aka membeli buat Gadis."Ucap Brock e dalam hati.
"Paman, aku mau beli monster ini, monster lebah, sepertinya bagus."Ucap Gadis.
"Kau benar, Gadis cantik, monster ini bisa membuat madu yang semanis dirimu."Rayu Sang penjual.
"Aduh si paman."Ucap Gadis.
"Anak ini masih goda goda Gadis."Ucap Brock e dalam hati.
__ADS_1
"Baiklah paman, aku ada negosiasi yang lebih bagus, aku beli 9 monster dengan tambahan nego yang tadi yaitu harga diskon 50% dan juga beritahu tentang pulau misterius, yaitu pulau Raja."Ucap Yunkou.
"Aku tidak mau, aku maunya beli 11 monster, bagaimana?"Nego sang penjual.
"Hmm... baiklah."Jawab Yunkou.
"kau boleh beli Monster apapun tetapi tak boleh beli telur monster."Ucap sang penjual.
"Jadi kami hanya boleh beli anak monster, monster biasa, dan monster tempur ya."Ucap Yunkou.
"Kita lihat -lihat dulu."Ucap Brock e.
"Baiklah, biar ku antar."Ucap sang penjual.
"Disini, banyak juga ya monster udara."Ucap Yunkou.
"Benar, pakai peralatan ini, supaya bisa terbang dan memilih sendiri dari dekat."Ucap sang penjual.
Mereka pun menggunakan alat seperti jet lalu terbang.
"Sepertinya monster burung ini bagus."Ucap Yunkou.
"Benar, ini adalah monster burung berbentuk elang, burung ini bisa melihat mangsanya dan menangkap mangsanya dengan cepat, dia berlevel monster biasa."Penjelasan dari sang penjual.
"Dia berjenis apa? dan dia berElement apa?"Tanya Yunkou.
"Dia jantan dan bertipe es."Ucap sang penjual.
"Harganya berapa?"Ucap Yunkou.
"Harga burung ini 20 koin emas."Ucap sang penjual.
"Kalau begitu aku pilih ini satu."Ucap Yunkou.
"Baik, ku bungkus."Ucap sang penjual.
"Kalau aku beli monster lebah tadi, dia berElement apa?"Tanya Gadis.
"Dia Bertipe tanah dan termasuk monster tempur, harga nya 5 koin."Ucap sang penjual.
"Kalau begitu aku mau."Ucap Gadis.
"Ok, baru 2 monster nih."Ucap sang penjual.
"Aku beli Elang juga yang bertipe api dan dia berkelamin jantan."Ucap Brock e.
"Baiklah harganya 200 koin perak."Ucap sang penjual.
"Aku ini."Ucap Yunkou.
dan mereka pun terus memilih.
"Tinggal 5 lagi. apa lagi yang mau di pilih."Ucap sang penjual.
"Kala begitu satunya, yang itu, yang mengambil ikan dengan cepat."Ucap Yunkou.
"Ok dia bertipe air dan dia bertipe monster tempur."Ucap sang penjual.
"Aku beli dua, satu itu dan satu bayi monster."Ucap Yunkou.
"Baiklah." ucap sang penjual.
"kalau aku mau merpati tanah itu."Ucap Gadis.
"Hihihi, kalian memang punya uang banyak?"Tanya sang penjual dalam hati.
Sang penjual pun mengambil merpati itu dan menjelaskan kalau merpati itu tingkat tempur dan dan berjenis betina, "karena sudah beli itu aku kasih 2 telur, satunya punya sang merpati, dia sedang masa bertelur."Ucap sang penjual. karena Gadis tak tega, dia pun meminta inkubator telur. Karena penjual tersebut iba dia memberi satu pada Gadis.
"Tinggal 1 lagi mau apa?"Tanya sang penjual.
"Bagaimana kalau itu."Ucap Yunkou.
"Oh itu, dia sedang masa evolusi jadi dia sedikit susah di kendalikan, aku tak merekomendasikan itu."Ucap sang penjual.
"Kalau begitu, aku pesan ini saja."Ucap Yunkou.
Bersambung...
"Semuanya 1.200 koin perak an 200 koin emas."Ucap sang penjual.
"Ini uangnya, oh iya, aku beli perlengkapan mereka dong, kalau bisa aku beli sejenis GPS dan pelana, dan alat penjinak, aku beli GPSnya 20 buah dan beli pelana buat yang berjenis tempur."Ucap Yunkou.
"Kalau begitu, ini semuanya harganya 2.000 koin emas."Ucap sang penjual.
"Ini uangnya."Ucap Yunkou.
penjual pun kaget dan memberikan inkubator (bonus) dan telur yang dijanjikan dan juga sang penjual menepati janjinya.
"Oh iya, kita lupa cari Mizuya."Ucap Yunkou khawatir.
(Oh iya, Yunkou itu anak orang kaya) :)
Yang di beli mereka yaitu:
elang es (tempur)
elang api (tempur)
lebah ratu tanah (walau namanya ratu tetapi dia masih bertingkat tempur)
burung merpati (tempur) tanah
Burung merpati (biasa) tanah
lebah pekerja. (biasa) api
burung kormoran (biasa)
8.burung Kingfisher( tempur)
burung merpati (biasa) es
burung merpati (biasa) air
tanda tanya
pelana monster
GPS
alat penjinak
dan bonus
telur dara/merpati
telur tanda tanya
inkubator 2
__ADS_1
kenapa saya memilih banyak burung merpati, karena di zaman dahulu sebelum ada telepon, orang orang memakai burung merpati sebagai alat komunikasi.