Sang Legendaris

Sang Legendaris
mengakui kembali


__ADS_3

Mereka menatap satu sama lain untuk mencari celah dan menyerang. Yunkou menyerang terlebih dahulu dengan serpihan es, dan Penjaga membalik serpihan es tersebut, Yunkou pun menghindarinya.


"(kontrol?)"Heran Yunkou dalam hati.


"Kenapa? Kaget ya aku bisa membalikan serangan mu?"Ucap Penjaga sombong.


"Tidak sama sekali."Ucap Yunkou.


Yunkou menggunakan panah es menyerang Penjaga. Penjaga membalikan serangan dengan cambuk nya.


"Hey, aku tak pernah melihat cambuk itu."Ucap Yunkou.


Penjaga pun tak menjawab dan menyerang Yunkou dari jarak dekat. Yunkou menjauh untuk menyerang penjaga kembali.


"Seperti nya generasi ini memang tak ada penerus element es lagi ya."Ucap penjaga.


Yunkou mengganti serangan menjadi jarak dekat.


"Ho...pilihan bijak, menggunakan cakar es di area ini, tetapi itu pilihan yang terlalu dangkal untuk di pilih."Ucap penjaga.


"Kau menjadi berisik ya, padahal waktu itu kau hanya diam tanpa suara."Ucap Yunkou.


Yunkou mundur dan menyerang kembali tanpa di ketahui Penjaga es, Serangan itu membabi buta dari kanan kiri atas bawah.


"Cukup!"


Penjaga membuat pelindung saat Yunkou menyerang.


"Angin mu terlihat jelas ya."Ucap penjaga meledek.


"Haha, begitu kah?"Ucap Yunkou.


Yunkou mengangkat jari nya lalu menarik ke dalam telapak tangan. Anak panah yang menyerang saat di awal merespon jari Yunkou dan mengarah ke Yunkou. Lalu seketika serangan itu menghancurkan pelindung Penjaga.


"Tak ku sangka kau menggunakan otak juga."Ucap penjaga.


Penjaga menggunakan es sekitar dan menyerang Yunkou, serangan itu di counter Yunkou dan membuat serangan Penjaga menjadi milik Yunkou. Yunkou pun menyerang penjaga dengan es tersebut.


penjaga membuat dinding es, dan dinding tersebut mengeluarkan tombak yang tajam oleh Yunkou dan mengenai Penjaga. Yunkou pun mendekati nya.


"Aku sudah tau ini hanya ilusi, dasar rakun."Ucap Yunkou.


"Kenapa? Gerah ya, padahal di salju."Penjaga meledek.


Yunkou diam dan membuat rantai es dan membuat penjaga tak bisa bergerak.


"Sudah saat nya eksekusi."Ucap Yunkou.


Yunkou membuat tombak es yang besar lalu melesat kan ke arah Penjaga. Penjaga itu berubah menjadi es dan menyerang Yunkou Yunkou hanya diam saja dan es tersebut membelok dan tak mengenai Yunkou.


"Sekarang cosplay menjadi rakun kah?"Ucap Yunkou.


"Mau request aku jadi apa?"Ucap Penjaga.


"Boleh, jadi... Pinguin saja sana!"Ucap Yunkou lalu menyerang kembali.


"Boleh saja, nih makan tanah nya retak."

__ADS_1


Tanah pun retak, serangan Yunkou tak kena penjaga, lalu air pun tiba.


"Sesuai keinginan mu bocah!"Ucap penjaga, lalu menyelam ke air.


"Menarik."Ucap Yunkou.


Yunkou pun membekukan air tersebut dan membatasi gerakan penjaga.


"Seperti nya di sini lupa siapa pangeran es nya."Ucap Yunkou.


"Tuan pun lupa, siapa penjaga es nya."Ucap penjaga.


Penjaga keluar dari es lalu mengeluarkan sayap andalan nya.


"Langsung mau ultimate, boleh saja, serang saja aku dari mana pun."Ucap Yunkou.


Yunkou pun mengeluarkan Sabit nya bersiap menyerang nya saat mendekat. Penjaga pun menyerang nya dari jarak yang jauh bagaikan elang menangkap mangsa.


Yunkou pun juga begitu, bersiap memangsa burung itu. Dengan Sabitnya, dia bersiap menyerang Penjaga. Saat Penjaga datang, dia mengayun sabit nya dan membuat beku di titik luka akibat sabit nya.


"Sabit yang bagus nak, kau dapat sabit itu dari mana?"Ucap penjaga.


"Ntah lah, dia datang sendiri."Ucap Yunkou.


Penjaga menghancurkan es Yunkou dan terbang ke atas awan.


hingga Yunkou tak bisa menebak ia dimana, dia datang kembali ke arah Yunkou, kini keadaan berbalik. Dan serangan penjaga terakhir yang di cegah Yunkou menggunakan pelindung seperti penjaga.


"Copy?"Heran penjaga.


"huh!"Ledek Yunkou.


Penjaga membuat pola di bawah pelindung Yunkou dan pola itu bercahaya hingga Yunkou dan penjaga berpindah tempat.


"Dimana ini?"Heran Yunkou.


"Dimensi ku, tempat dimana mahluk hidup tidak ada disini, aku lah yang berkuasa di tempat ini."Ucap penjaga.


"Yang benar saja, kau bahkan punya kekuatan seperti ini? sungguh penjaga yang melebihi julukannya."Ucap Yunkou memuji.


"Sekarang apa kau takut?"Tanya Penjaga.


"Tentu saja tidak, disini tempat ruang kosong bukan, aku pernah baca di buku, kalau be-"


Yunkou di pukul oleh penjaga saat dia lengah, penjaga memukul perut lalu di lanjut Dagu nya, dan lanjut kepala nya hingga Yunkou terpental jauh.


"Hei, itu curang bukan."Ucap Yunkou.


"Jangan bercanda, ini Ujian untuk mu."Ucap penjaga lanjut menyerang.


"Dasar licik."Yunkou pun maju.


pertarungan itu dimulai dari Penjaga yang memukul, dan Yunkou menangkis dengan kaki nya, lalu Yunkou menyerang dengan kaki nya yang di selimuti es, Penjaga itu menghindar ke atas dan menyerang dari atas, Yunkou pun mundur dan menjaga jarak. Kini pertarungan jarak dekat-jauh di Mulai.


Yunkou menggunakan panah es nya dan menembak kan 3 anak panah ke Penjaga, penjaga menggunakan sarung tangan es yang setebal harapan kamu sama dia, menangkis dan menghancurkan anak panah es Yunkou.


"Belajar dari masa lalu itu penting, jadi jangan pernah lupakan masa lalu anak muda"Ucap penjaga lalu mendekati Yunkou.

__ADS_1


Yunkou meningkatkan anak panah nya, tiba tiba anak panah nya menghilang, Yunkou bingung apa yang telah terjadi, kini panah es nya juga ikut menghilang.


"Bingung lagi ya, memang author nya kurang kreatif nih, huh."Ucap penjaga.


Note : NAMA NYA JUGA GAK PUNYA IDE!


"Bagaimana bisa serangan nya hilang begitu."Bingung Yunkou.


"Ini dimensi ku, aku lah yang berkuasa disini, semua jenis es akan hilang dan datang sesuai keinginan ku."Ucap penjaga.


"Kau berbicara seperti itu seakan-akan kau akan mudah dengan mudah ya!"


Yunkou memutuskan bertarung jarak dekat.


"Pilihan yang bijak... tapi."Ucap penjaga.


Setiap Yunkou jalan terdapat es es yang menghalanginya, dia ke kanan es itu juga tepat di kanan nya, begitupun dia ke arah lainnya. Yunkou sangat tidak di untungkan di dimensi ini, karena Yunkou hanya bisa bergerak di darat dan tak bisa di udara saat menggunakan mode ini.


"Fufu, hilang sudah harapan mu anak muda."Ucap penjaga.


"Bagaimana ini, berfikir lah diriku!"Ucap Yunkou bingung.


"Tuan, kau baik baik saja?"Ucap Roxy


"Hmm... siapa?"Yunkou menoleh ke kiri ke kanan.


"Ini saya, Roxy, bawahan tuan Fuyu."Ucap Roxy.


"Oh kau yang memperkuat sabit ku ya, terimakasih ya sudah menjaga Fuyu juga saat dia tak berada di sisi ku."Ucap Yunkou.


"Bagaimana hah, bwahahaha, dimensi ini sangat lah mengagumkan bla...bla...bla."


Saat penjaga mengoceh, Yunkou dan Roxy membuat rencana.


"Kamu sekarang di mana? Kamu itu rubah kan ya?"Tanya Yunkou.


"Tuan maaf tapi ini sangat mendesak, Tuan lihat bola yang mengelilingi tuan, jika tuan menyentuh itu sekali lagi tuan akan kembali seperti semula, untuk berjaga jaga, tuan sentuh lah, jika tuan menyentuh itu tuan akan menjaga stamina dan mana di dalam tubuh tuan, lebih sederhana nya, batu itu bisa membuat pengguna nya menyimpan mana dan bisa menghisap mana lawan...walau pun agak susah untuk melakukan itu sih." Roxy menjelaskan.


"Wooohh... jadi begitu, terimakasih sudah membantu."Ucap Yunkou.


"Jadi-"


Penjaga bingung kenapa Yunkou kembali menjadi semula.


"hmm... pengen menyombongkan pakaian bangsawan mu itu ya sehingga kau mengubah mode mu menjadi normal."Ucap Penjaga.


"Terserah apa yang ingin kau katakan."Ucap Yunkou.


Yunkou memanggil lebah nya dan menyelimuti es di sayap nya, Yunkou berencana menyerang dari atas. Lalu Yunkou mengubah ke mode raja nya.


Note : di mode raja jika ingin memanggil monster akan boros mana.


Yunkou menggunakan sabit kali ini. Sabit nya terus berevolusi, terlihat dari sabit nya yang menjadi ringan dan ujung sabit terdapat taring yang tajam bagai taring serigala.


"(Heran... mengapa taring ini lebih mirip serigala dari pada rubah?)"Heran Yunkou.


"Sekarang bersiap lah untuk kalah, kakek tua."Ucap Yunkou.

__ADS_1


"Naif sekali."Ucap penjaga.


Bersambung...


__ADS_2