
"Fyuuu....brak" Suara benda jatuh.
"Aaaaaaaaaaaa"Suara teriakan.
"Seperti nya ada tamu terhormat"Ucap Seseorang.
"Cih, ciptaan ku di hancur kan begitu saja, padahal itu sudah ku ciptakan susah susah selama bertahun-tahun."Ucap Profesor.
"Bhahaha, kau tidak beruntung melawan seorang new gen."Ucap wasio.
"Maksudnya?"Heran profesor.
"Apa maksudnya ya? ah, sebentar lagi dia akan datang."Ucap wosio.
"Hm... Tumben dia akan ikut dengan kita...Pembantai api... Khibu."Ucap Profesor.
"Bhaha, aku juga tak menyangka dia akan berkerja sama dengan kita."Ucap wosio.
"Kapan dia akan datang?"Tanya Profesor.
"12 pas, jangan lambat, aku akan memberi tahu tempat nya, Oh ya Bellu juga akan datang."Ucap Wosio menghilang.
"HAAH, benar-benar deh menambah pekerjaan saja."Ucap Profesor
"MH... Di mana aku?"Tanya Gadis.
"Ah Gadis, kau sudah sadar? Bagaimana keadaan mu?"Tanya Ezra.
"A-aku sudah agak baikan, tetapi ada apa ini, mengapa bising sekali."Ucap Gadis.
"Oh, haha, kau tak mengingat nya? Mereka sedang mengambil air dari tanah yang kau buat, seperti nya di dalam tanah kota ini memiliki air yang lumayan jauh dari daratan nya."Ucap Ezra.
???
Gadis bingung dengan apa yang di ucap kan Ezra.
"Kamu bingung ya, dengan kata lain air tanah ini terlalu dalam."Ucap Ezra panik.
"Oh begitu (Gak paham tapi yaudah lah)"Ucap Gadis.
"Kau istirahatlah dahulu, aku akan membuat teh."Ucap Ezra.
Ezra pun membuat teh dengan sangat bahagia, setelah itu dia kembali ke kamar Gadis.
"Gadis ini teh nya sudah ad...."
Gadis menghilang secara tiba tiba, Ezra panik Karena takut Gadis kenapa kenapa.
__ADS_1
"Halo Gadis! seperti nya kamu sudah baik baik saja."Ucap Seseorang.
"Siapa kamu? Dimana ini."Gadis bingung.
"Mungkin kau bingun dimana ini, selamat datang di Dunia Zona."Ucap Orang itu.
"Eh, Zona? Aku tak mengerti sih apa maksud mu, apa mungkin ini ujian lain nya?"Tanya Gadis.
"HAHA, kau sudah melewati itu, Sekarang kau sudah menyelesaikan tugas mu dengan baik, yah, walaupun tak menangkap musuh nya sih."Ucap Orang itu.
"Jadi kamu itu adalah..."Ucap Gadis.
"Benar, aku adalah penjaga tanah."Ucap Penjaga elemen tanah.
"Beneran? Beda sekali."Ucap Gadis kaget.
"Hahaha, karena aku menyamar jadi pasti kau tak tahu (padahal aku juga yang bantu dia supaya nenek itu menyerah)"Ucap Penjaga tanah.
"Hei, di mana Yunkou dan Mizuya?"Tanya Gadis.
"Oh, salah satu dari kalian sudah menyelesaikan tugas nya dengan baik, dan satu nya lagi mungkin agak lama menyelesaikan tugas."Ucap Penjaga tanah.
"Haaa~ aku ingin beristirahat, badan ku sudah lelah sekali."Ucap Gadis lesu.
"Sudah pasti kau lelah, aku akan menghantar mu sekarang ke kerajaan tanah. Pegang lah tangan ku, kita akan segera berpindah tempat."Ucap Penjaga tanah.
Ssyung, mereka berpindah tempat, sesampainya di sana Penjaga tanah menjelaskan jadwal besok apa yang akan di lakukan oleh Gadis. Gadis juga mengiyakan saja dengan apa yang di jelaskan penjaga tanah.
"E-eh, aku tak bisa menjadi ratu, dan lagi aku juga masih ingin berkelana bersama teman-teman ku."Ucap Gadis menolak.
"Oh tentang itu anda tak perlu khawatir, Saya sebagai penjaga tanah akan membantu membereskan tugas kerajaan di sini, mungkin nanti kerajaan akan sedikit mengganggu keseruan perjalanan para Raja baru."Ucap Penjaga tanah.
"Lalu untuk apa aku di nobat kan dan mendapatkan kerajaan?"Tanya Gadis.
"Karena di nobat kan itu artinya anda naik status menjadi Raja element, jika sudah mendapatkan hal itu anda bisa menggunakan tanah sesuka hati dan menstabilkan mana anda supaya tak terlalu banyak di Gunakan. Soal Kerajaan saya tak punya hak untuk menjelaskan, sebaik nya besok tanyakan saja pada yang mulia raja perkasa."Ucap Penjaga tanah menjelaskan.
"Oh, baiklah."Ucap Gadis menahan ngantuk.
"(Dia benar benar mengantuk sekarang, sebaiknya esok hari saja aku beritahu lebih lanjut)"Ucap Penjaga tanah dalam hati.
Mereka pun sampai ke kamar yang di siap kan untuk Gadis, tempat itu luas dan besar di sana terdapat kamar mandi dan tempat tidur yang nyaman.
"Apa kita sudah sampai? eh....ehhhh! ini kamar ku? Seriusan?"Ucap Gadis yang tadi mengantuk langsung bugar.
"Mengapa? apa kurang besar?"Tanya Penjaga tanah.
"(Benar juga, aku kan calon ratu, ayo bermartabat) Uhum, ini sudah cukup pas, mungkin kurang satu kamar untuk penelitian ku."Ucap Gadis dengan anggun.
__ADS_1
"Baiklah, sesuai permintaan anda, aku akan menyiapkan nya."Ucap Penjaga tanah.
"Kau boleh pergi."Ucap Gadis.
"Baik, yang mulia."Ucap penjaga.
"Fyuuuh, aku sudah lelah sekali, ingin mandi saja rasanya susah, bagaimana ya keadaan mere...ka."Ucap Gadis lalu tertidur lelap.
"BERISIK! BISA DIAM GAK SIH!"Ucap Mizuya.
"Fufu, halo... apa kabar, dimana rumah nya.... Bagaimana keadaan ibumu?"Ucap sesosok itu mengganggu.
Mendengar kata ibu nya, Mizuya kaget lalu marah kepada sesosok itu.
"Apa yang kau tahu tentang hal itu....hah!"Ucap Mizuya.
"Oh jadi ibumu masalah nya, kenapa? dia pergi meninggalkan mu ya bahahha."Ucap Sesosok itu.
"BERISIK!"Mizuya sudah sangat marah.
Mizuya mengumpulkan air ke dalam tangan nya Mizuya dan melempar ke arah atas, air tersebut pecah dan membuat hujan yang makin lama semakin sakit. Sesosok itu juga mulai perlahan pergerakan nya terhenti.
"Aku sudah cukup dengan dirimu, sekarang aku akan membuat mu menyesal karena nya."Ucap Mizuya.
"Haaap fyuuuhh, fokus."Mizuya mulai menenangkan diri.
"Kenapa? sudah mul-hup hup."
sesosok itu ingin berbicara tetapi di halang air di mulut nya.
"Sudah ketemu, sampai jumpa Sesosok."Ucap Mizuya.
Mizuya melempar sesosok itu ke arah pintu yang di pikir Mizuya, saat sesosok itu di lempar ia tiba tiba kembali ke tempat awal. Mizuya bingung dengan situasi nya sekarang.
"Makin lama makin menyebalkan."Ucap Mizuya.
Penjaga air akhirnya ikut turun tangan.
"Tuan Mizuya, aku turun tangan karena ingin memberikan petunjuk untuk anda, yaitu jangan menggunakan insting saja, gunakan Indra yang lain, tajam kan semua nya."Ucap Penjaga air.
"Dengan kata lain adalah latihan? jangan bercanda."Ucap Mizuya.
"Salah, sangat salah, yang saya maksud adalah "Ketenangan."Ucap Penjaga air.
Mizuya mematung.
"Kalau cuma itu sih aku sudah melakukan dari tadi."Ucap Mizuya.
__ADS_1
"Jangan menilai dari hasil, anda juga harus bisa melihat dari proses, terkadang manusia hanya melihat hasil dan tak melihat proses."Ucap penjaga air menasihati.
Bersambung...