
"Apa yang ingin kamu katakan?"Tanya Gadis.
"Sebelum ini aku juga melihat beberapa orang yang tiba tiba datang kesini, dan persis seperti apa yang terjadi dengan mu, aku hanya ingin bertanya bagaimana kamu bisa berada disini?"Ucap Ezra bertanya.
Gadis bingung bagaimana cara nya ia menjawab pertanyaan Ezra. Akhirnya Gadis menolak untuk menjawab dan meminta untuk memberikan waktu.
"Aku juga masih bingung untuk menjelaskan nya bagaimana, tolong beri waktu untuk aku berfikir untuk menjelaskan nya"Ucap Gadis.
"(Sudah kuduga memang begini perempuan, mau bagaimana lagi.)"Ucap Ezra.
"Baiklah, mungkin kau sedang capek, mari aku antar ke kedua orang tua ku."Ucap Ezra.
Note : eaa ketemu calon mertua.
Mereka berdua pun bertemu orang tua Ezra.
"Mak, pak kenalin ini Gadis, anak baru yang ku temui saat ke kota sebelah."Ucap Ezra.
"Eh udah pulang, kok tidak salam dulu, oh iya nak gadis kenalin nama Mak warohmah, panggil aja Mak mah."Ibu Ezra memperkenalkan diri.
"I...iya halo mah Mak, eh Mak mah."Gadis masih gagap.
"Nah Gadis kalau ini ayah ku Wijaya raya, beliau adalah tetua kota ini."Ucap Ezra.
"Halo juga Om Raya."Ucap Gadis.
"Panggil aja Lion, saya masih muda."Ucap ayah Ezra.
"(Ahh..... masih muda? maksudnya berapa tahun umur sugar daddy ini?)"Kaget Gadis.
"Hahaha, ayah bisa saja, umur ayah ku terbilang tua."Ucap Ezra.
"(Kan sudah ku duga, pasti umur nya sekitar 45 sampai 50 tahunan.)Ucap Gadis dalam hati.
"Ya bisa di bilang umur ayah ku 35 tahun."Ucap Ezra.
Gadis melotot tidak percaya, dia terkejut ada seorang manusia yang masih muda sudah mempunyai anak yang berusia sama dengan ku.
"Kalau Nak gadis sendiri umur nya sudah berapa tahun?"Tanya Lion.
"(Benar juga aku sudah berapa lama berada di kerajaan kehancuran, aku sudah lupa dengan umur ku.)"Ucap Gadis dalam hati.
"Nak gadis?"Lion bertanya kembali.
"Ah.... iya pak umur saya 18 tahun."Ucap Gadis.
Gadis berkata tanpa sadar. dia juga reflek menutup mulut nya lalu terdiam.
__ADS_1
"Hahaha, suasana nya jadi tegang tanpa sadar, mari sini saya ambil kan air dan bersantai lah."Ucap Mak mah.
"Baiklah."Ucap Gadis.
"Wah ibu membuat minum apa?"Ucap Ezra.
"Ibu hanya membuat teh dari bunga chamomile, bunga ini sangat bermanfaat bagi tubuh, ayo silahkan di minum."Ucap Mak mah.
"Terimakasih ya Bu atas minum nya, jadi merepotkan."Ucap Gadis tak enak hati.
"Haha, sudah kewajiban tuan rumah menjamu tamu, sudah sudah, ayo di minum."Jawab Mak mah.
"Baik Bu."pasrah Gadis.
Setelah Gadis meminum teh itu, gadis sangat menyukainya, dia minum beberapa gelas hingga hampir teko berisi teh itu hampir habis.
"Wah Bu, teh ini sangat enak sekali untuk di minum, apa saya boleh meminta resep nya?"Ucap Gadis.
"Tentu saja boleh, ibu akan tulis resep nya, jadi nak Gadis santai saja dulu ya."Ramah Mak mah.
"Iya Bu, sekali lagi saya merepotkan ibu."Ucap Gadis tak ingin merepotkan.
"Hei Gadis, apa sekarang kau bisa katakan bagaimana kamu bisa kesini?"Tanya Ezra.
"Maaf aku masih belum bisa menjawab."Tolak Gadis.
"Yasudah tidak apa, enjoy saja ya disini, aku mau membantu ayah ku di ladang."Ucap Ezra.
Deg deg....deg deg... suara jantung yang sedang sekarat, dan darah yang hampir membeku, Fuyu dan anak buah nya masih mencoba dan terus mencoba menyelamatkan Yunkou.
perbincangan hewan...
"Roxy, aku ada permintaan, anggap saja ini perintah bunuh diri, apa kamu sanggup menerima itu?"Tanya Fuyu.
"Aku siap melakukan apapun demi raja ku, apa saja sang salju ingin kan."Ucap Roxy
"Ini akan sulit, berikan semua mana yang kau punya kedalam tuan ku, jadikan lah kamu sebagai sumber energi untuk tuan ku."Ucap Fuyu.
"Baiklah tuan, akan saya sanggupi permintaan anda."Ucap Roxy.
Roxy pun mengeluarkan semua energi nya lalu mendonorkan ke dalam tubuh Yunkou.
"Aku akan membantu mu juga Roxy, jadi bersemangat lah."Ucap Fuyu yang ikut mendonor kan energi.
"Baik tuan."Ucap Roxy.
Tenaga yang di berikan Fuyu dan Roxy membuat luka Yunkou sedikit demi sedikit sembuh hingga Yunkou pun tersadar. Roxy yang hampir habis perlahan menghilang
__ADS_1
"Tuan, terimakasih sudah menjadi Raja yang bijak sana bagi kerajaan, aku bahagia bisa menjadi anak buah mu, terimakasih Sang salju."Roxy pun menghilang.
Fuyu sedih atas kehilangan Roxy, anak buah yang ia percayai itu. Tetapi tak lama kemudian, energi yang tak di butuhkan oleh Yunkou keluar dan membuat menjadi seperti batu salju, baru salju itu mengelilingi Fuyu dan Yunkou.
Yunkou pun membuka mata dan mengatakan.
"Apa yang terjadi? apa aku sudah mati?"Tanya Yunkou.
"Guk...guk."Fuyu senang.
"Haha, Fuyu lama kita tak berjumpa, bagaimana kabarmu?"Tanya Yunkou.
Yunkou yang melihat batu melayang bingung.
"Seperti nya benar aku sudah mati, apa ini surga? sebentar... Fuyu! kamu sudah mati juga?"Tanya Yunkou kaget.
"Guk guk."Ucap Fuyu.
"Apa, kau suruh aku menyentuh batu yang mengelilingi ku?"Yunkou menterjemahkan.
"Guk!"Ucap Fuyu.
"Baiklah, aku akan menyentuhnya."Yunkou pun menyentuh nya.
Setelah Yunkou menyentuhnya dia berubah ke mode raja nya kembali, akan tetapi sabit nya sedikit berubah menjadi tiga sayatan dan di ujung pegangan nya terdapat kepala rubah putih. di kepala nya pun terdapat telinga yang mirip rubah, dan di belakang nya terdapat ekor. baju nya di selimuti rambut rambut rubah, dan tangan nya memiliki cakar.
"Apa ini, aku merasa pernah melakukan di mode ini, tapi...aku tak ingat."Yunkou bingung.
Yunkou mengingat kembali saat terakhir dia sebelum pingsan.
"Ah, aku ingat, seperti nya aku menyerang penjaga itu dan aku malah terserang balik, lalu... aku di buang kesini ya, dasar penjaga yang tak sopan."Ucap Yunkou sambil tersenyum.
"Guk."Ucap Fuyu.
Fuyu mengeluarkan portal menuju penjaga es Kembali.
"Eh Fuyu, apa maksud nya ini?"Yunkou makin bingung.
"Auuuu....."Fuyu mengaum dan menghilang.
"Hei dasar curang."Ucap Yunkou.
Penjaga pun mendengar Auman Fuyu dan menoleh, penjaga di kejutkan dengan kedatangan Yunkou kembali.
"Wah wah, kita kedatangan tamu yang sudah di usir ya."Ucap penjaga.
"Kau ini, sinis sekali, bagaimana kalau kita sedikit serius dari yang tadi."Yunkou mengajak penjaga duel kembali.
__ADS_1
"Akan ku ladeni"Penjaga menerima.
Bersambung....