Sang Legendaris

Sang Legendaris
Masalah kota psinus


__ADS_3

"Lalu mengapa warga di sini tak membuat perlindungan menggunakan tanah saja?"Ucap Gadis bingung.


"Kita sudah membuat nya, tetapi tanah itu hanya menjadi luntur akibat tak bisa menahan terlalu lama sinar matahari yang semakin mendekat."Ucap Warga kota.


"(Simpel tapi rumit.) baiklah pak, permintaan kedua saya kumpulkan semua warga termasuk petinggi kota."Ucap Gadis.


"Baiklah, tapi nanti minta lagi ya minuman nya, rasa nya enak."Ucap Warga tersebut.


"ya pak, cepat sana kerjain apa yang saya minta. Sekarang apa yang harus aku katakan kepada warga sini."Ucap Gadis.


Bikin menguras otak aja*


Warga pun berkumpul dan bertanya tanya tentang mengapa mereka di bawa ke sini, dan mereka juga melihat Gadis di atas sana. Mereka menunggu Gadis berbicara.


"Halo para warga psinus, Saya berdiri disini ingin mengajak kalian semua para warga psinus untuk menutup sinar matahari yang berlebih dengan tanah, saya mohon bantuan dari kalian semua."Ucap Gadis.


Semua warga kaget dengan apa yang di katakan nya.


"Eh, orang luar itu tau dari siapa? bukan nya tidak boleh memberi tahu orang luar ya?"


"Eh iya, benar, Kata Pemimpin kan orang luar di larang untuk tau, siapa yang berkhianat di sini?"


Mereka terus berbincang terus menerus, hingga salah satu warga saling melukai satu sama lain.


"Jangan jangan kamu!!"Ucap salah satu warga.


Mereka saling memukul, satu sama lain, Gadis panik dengan apa yang terjadi.


"(Bagaimana ini, ak-aku bingung.)"Ucap Gadis bingung.


"Hei wanita luar, Bagaimana cara mu untuk menutupi Sinar itu, bahkan kami menahan nya tak bisa."Ucap Warga.


"Benar, kau tidak mungkin untuk bisa menahan panas matahari itu."Ucap salah satu warga.


Gadis semakin panik, ada yang berantem dan ada yang komplain dengan cara Gadis.


Dia mencoba mengumpulkan keberanian tetapi tak kunjung datang, rasa takut nya meneror diri nya akibat trauma yang mendalam.


"Bagaimana ini, jika aku membuat kesalahan seperti dulu, aku pasti akan...Bhwahahaha, apa apaan dia itu, di tengah desa begini masa memakai baju kotor."Ucap Gadis sambil mengingat kenangan buruk nya.


Gadis pun terus panik dan panik, jantung nya berdetak kencang, kaki nya gemetar, nafas nya tak beraturan... Bersamaan dengan rasa takut Gadis, ia juga mengingat pesan ibu nya.


Gadis pun menarik napas lalu berteriak.

__ADS_1


"Nak, jika kamu gugup saat melakukan sesuatu, maka tarik lah nafas sedalam-dalamnya, lalu keluar kan lah dengan lantang apa yang ingin kamu ucap kan."Ucap Ibu Gadis.


Gadis pun menarik nafas.


"Huuup....KALIAN SEMUAAAA!!!! DENGAR AKU!"


Seketika hening, para warga hanya melihat Gadis yang ingin berbicara. Tak lama dari itu Ezra dan ayah nya datang dan melihat apa yang terjadi.


"Hei, ada apa ini?"Tanya Lion.


"Ah pak, Ini tamu bapak seperti ingin berbicara sesuatu di atas sana."Ucap salah satu warga.


Lion dan Ezra pun melihat ke atas.


"KALAU KALIAN INGIN AIR YANG BERSIH MASIH ADA DI KOTA INI MAKA DENGAR LAH AKU!"Ucap Gadis.


"Apa sih yang ingin kau katakan!"Ucap Warga.


"MAKA DARI ITU DENGAR LAH AKU DULU, SEPERTI YANG KALIAN KETAHUI, AIR DI KOTA INI SANGAT LAH MINIM, MAKA, AKU AKAN MEMBUAT PELINDUNG DARI DEPAN AGAR CAHAYA DAN MATAHARI TERHALANG OLEH PELINDUNG."Ucap Gadis.


"Ya itu, kau hanya memutar Perkataan mu saja, To the points saja.


"AKU INGIN KALIAN MEMBUAT PELINDUNG YANG SAMA SEPERTI KALIAN MENAHAN MATAHARI YANG PERNAH KALIAN TAHAN, BUAT LAH SETEBAL DAN SEKUAT MUNGKIN, AKU AKAN MENJAGA KALIAN SAAT MEMBUAT NYA."Ucap Gadis.


Tanah pun menuju ke atas dan membentuk bagai setengah bulat yang melindungi atas kota, Tak lama, mulai berjatuhan tanah yang ada di sekitar, Gadis pun ikut menahan dari paling atas menggunakan inti dalam tanah dan membuat nya bagai saring yang merangkap ikan.


Tetapi hal buruk terjadi, Matahari itu makin mendekat dan mendekati ke arah sini.


"Mega bee"Ucap Gadis.


panas dan cahaya matahari berkurang sekarang, warga pun mulai merasa hangat dan tak panas seperti biasa.


"Wah...benar kata wanita itu, ini hangat sekali."Ucap Salah satu warga.


"Benar, rasa panas nya mulai mereda."Ucap salah satu warga.


"Kalian semua jangan senang dulu, ingat! kalau matahari itu terus menuju ke arah kita."Ucap Gadis.


Rasa bahagia itu mulai merasa was was, semua Warga mulai ketakutan kembali.


"Lalu bagaimana? percuma dong kita membuat ini kalau matahari nya akan datang kesini.


"Masalah itu tenang saja, sekarang ada kah warga yang memiliki mana air?"Tanya Gadis.

__ADS_1


Semua warga saling bertatapan mencari orang yang memiliki mana air.


Keributan itu terus terjadi, hingga salah satu warga mengangkat tangan.


"Saya memiliki mana air."


Orang tersebut ternyata Ezra, Gadis sedikit terkejut dengan hal ini.


"Bagus, sekarang apa masih ada yang lain?"Tanya Gadis.


Semua warga diam.


"Seperti nya tidak ada, baiklah, kamu ikut saya setelah ini, yang lain bantu menahan agar matahari itu tak terlalu dekat, gunakan element tanah lebih tebal lagi, dan sebagainya ikut saya, itu saja."Ucap Gadis tegas.


semua warga beramai-ramai mengerjakan apa yang di katakan gadis, warga begitu percaya dengan Gadis.


Gadis dan Ezra pun pergi ke tanah yang kosong, di sana Gadis membuat lobang yang besar dan membuat bendungan yang besar, lalu Ezra di minta untuk mengisi bendungan dengan air.


"Oh begitu, Seperti nya kamu ingin mengisi ulang air disini lalu menyalurkan seperti sungai ya."Ucap Ezra berfikir sambung memegang dagu nya.


"Tepat sekali, tapi seperti nya ini akan lumayan lama jika hanya engkau yang mengerjakan."Ucap Gadis.


"Seperti nya ibu ku bisa membantu mengerjakan ini."Ucap Ezra.


"Oh Mak mah ya, itu akan membantu, tolong ajak Mak mah dan saya akan membuat bendungan."Ucap Gadis.


"Baiklah."Ucap Ezra.


Ezra pun mendekati Gadis dan membisikkan sesuatu...


"Aku tau kau tak akan mengkhianati kami, jadi tolong apapun yang kamu rencana kan harus berhasil."Ucap Ezra.


"Tentu saja, cepat ya, gak ada waktu."Ucap Gadis.


Ezra tersenyum lalu pergi.


"Baiklah, kalian semua yang ikut dengan ku, aku membutuhkan lima orang untuk membuat bendungan yang besar, sisa nya di bagi dua, ada yang pergi ke barat sekitar 4 KM dari sini, lalu buat lah lobang yang besar, dan satu nya lagi buat jalan untuk air ini ke warga."Ucap Gadis.


"Baik..."Ucap warga.


Mereka semua pun mengerjakan apa yang di katakan Gadis.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2