Sang Legendaris

Sang Legendaris
Raja(2)


__ADS_3

"Ah benar, aku keasikan bercerita... put nanti aku ceritain lanjutan nya ya, dah."Yunkou pergi .


"Ok, Hati hati."Putra melambaikan tangan.


Gadis melihat Putra dengan penuh pertanyaan. "Kamu udah baikan sama kakak mu?"Tanya Gadis.


"Bukan urusan mu, aku pergi."Putra meninggalkan Gadis.


"Dasar bocah! Sudahlah, aku ke kamar aja." Gadis pergi meninggalkan putra. putra merenung tentang cerita kakak nya raja, dia merasa ingin di ceritakan lebih lanjut tentang saudara nya tersebut, akhirnya putra mengikuti Yunkou menuju raja kehancuran.


Sesampainya dia melihat kakaknya (Yunkou) memberi salam pada raja kehancuran dan terdahulu. Putra menunggu kesempatan nya. Raja kehancuran melihat putra dan mengajak nya masuk.


"Sepertinya, kita mendapatkan tamu yang tak di undang." Raja kehancuran mendekati Putra. "(Dia seperti nya ingin aku ceritakan lebih, memang ya anak anak)"Ucap Yunkou sok dewasa.


"Kamu anak adopsi kakek itu ya? (Raja terdahulu)"Tanya Raja kehancuran dengan lembut.


"Bu...bukan kok, aku cuma mau tanya toilet dimana."Putra mencari alasan.


"Oh begitu, kalau begitu lurus saja, nanti belok kiri ya."Ucap raja kehancuran.


"Aku tau kok, huh, ya sudah aku pergi."Putra salah tingkah.


"Benar benar, itu anak siapa sih? kok dia bisa masuk kesini."Tanya raja kehancuran.


"Dia itu putra, dia adalah adikku, ntah mengapa raja kehancuran terdahulu ingin mendapatkan nya."Ucap Yunkou.


"Oh adik mu, lemah ya... tidak seperti mu."Sombong raja kehancuran.


"Namanya juga masih masa pertumbuhan, yasudah raja, saya mohon pamit."Yunkou pun pergi dari ruang raja kehancuran.

__ADS_1


"Bye-bye, aku harus mengurus karya lagi, masih ada sedikit yang harus ku sembuhkan."Ucap raja kehancuran.


Yunkou berjalan pergi menemui putra, Yunkou penasaran apa yang mau putra lakukan. Yunkou berjalan mencari Putra di toilet, sesampainya di toilet dia tak melihat siapapun lampu mulai mati. Dan... Yunkou pun di serang dari belakang.


"Peluru kehancuran."Peluru tersebut mengarah ke arah Yunkou, Yunkou yang menyadari nya menepis dengan es, lalu Yunkou membeku kan orang yang menyerang nya.


Seketika lampu nyala kembali, Yunkou kaget melihat sesosok dark Elf di depan matanya. "Anda siapa? kenapa ada disini?"Heran Yunkou. Yunkou lupa kalau dia membekukan diri nya. "Ah maaf, jadi anda siapa?"Tanya kembali Yunkou.


"Uhuk-uhuk, kau tak perlu tau, dan juga keluarkan aku dari sini." Dark Elf itu berteriak kencang.


"Aku saja tidak tau kamu siapa, Sudah lah, saatnya aku mencari adikku."Yunkou pergi meninggalkan dark elf tersebut. Dark Elf tersebut akhirnya berbicara tenang. "Ma...maaf kan aku, aku Killa, dari suku dark elf, ntah mengapa aku berada di sini, apa engkau ingin menolong ku sang Satria."Ucap Killa lembut.


"Aku bukan Satria, sudah lah aku bantu kau, ikuti aku."Ucap Yunkou. Yunkou dan dark elf tersebut pergi menuju pintu, akan tetapi pintu itu bukan lah pintu keluar, melainkan pintu kamar raja kehancuran.


"Sebentar ya, kamu tunggu disini, "Penjara es" jangan kemana mana kamu."Ucap Yunkou menahan nya.


"Hei apa maksud ini, aku sudah percaya pada mu, tapi kamu mengkhianati ku?"Marah Killa.


"Munafik!! semua laki laki sama aja."Marah Killa.


"Permisi, Aku Yunkou, disini ada makhluk hidup yang aku temui di toilet, harus aku apakan dia?"Tanya Yunkou.


"Masuklah, kita bicara kan didalam, masukan juga penyusup itu."Ucap Raja kehancuran.


Yunkou pun masuk sambil membawa dark elf tersebut, Akhirnya mereka berbincang tentang Dark Elf tersebut, setelah berbincang, akhirnya mereka mendapatkan jalan keluar.


"Bagaimana jika aku membuatnya menjadi orang istana ini, dia lumayan juga."Ucap Raja kehancuran.


"Baiklah, terserah anda saja, tetapi aku tak biarkan anda memuaskan diri ke dark elf ini."Ucap Yunkou.

__ADS_1


"Memang aku sejahat itu ya? aku hanya merekrut dia menjadi bawahan ku. Tapi aku harus izin dulu dengan kakek, Yunkou kau boleh pergi, dark elf ini biar disini saja."Ucap Raja kehancuran.


"Baik, saya izin pamit."Ucap Yunkou.


Yunkou lupa mencari Adiknya putra, dia kembali ke kamar lalu tertidur. Dia bermimpi saat dia dulu dengan kakaknya. Yunkou bermimpi bermain dengan kakaknya lalu kakaknya seperti terselimuti aura yang tak enak, rasanya dia hancur seperti debu. "Tidak!! apa yang... ah syukur lah hanya mimpi, tekanan aura nya begitu nyata, rasanya aku masih merasakan itu."Ucap Yunkou gemetar.


"Yunkou, cerita kan lagi tentang Kak Raja, kalau tidak aku akan menyuruh kakek mengusir mu."Ucap Putra.


"Terserah, kalau kamu mau bilang, bilang saja, dia tak akan menuruti mu."Ucap Yunkou meledek.


"Cih, kalau begitu, aku akan menukar informasi, tentang bagaimana aku bisa di adopsi kakek kehancuran."Putra negosiasi.


"Gak peduli, mau kamu disini atau tidak, bukan urusan ku."Ucap Yunkou.


"Dasar...kakak tidak berguna."Marah Putra.


"Baiklah, jangan berisik, kamu duduk tenang jangan berisik."Marah Yunkou.


"Sebaiknya mulai dari mana ya.... Ini dimulai dari diriku berusia 7 tahun, Raja saat itu berusia 8 tahun, kita dulu akrab, hingga ada seseorang dari keluarga lain yang seperti ku katakan, singkat cerita mereka bermain bersama, aku hanya ikut saja tanpa mereka hirau kan. Akhirnya karena jenuh, aku pergi dengan bermaksud tidak ingin menggangu, aku pergi ke tempat lain, sambil menunggu mereka bermain, tempat ku menunggu tidak jauh dari mereka, aku bermain pasir seperti anak anak pada umumnya, akan tetapi, saat itu tanah tiba tiba berguncang lalu retak.


Yang mengakibatkan tanah mulai mengikis sedikit demi sedikit, dan terjadi lah tanah yang terbelah, aku yang terjatuh akibat tanah tersebut meminta tolong kepada Raja dan Putri Bulan. Raja dan putri bulan yang mendengar teriakan ku, langsung menghampiri ku dan menolongku.


Untungnya aku bisa diangkat oleh mereka, tetapi takdir berkata lain, tanah tersebut hancur ntah mengapa, Aku dan Raja untungnya hanya pingsan sesaat, tetapi Putri bulan hilang ntah kemana, saat itulah di mulainya Raja menjadi benci padaku."Yunkou bercerita lebih lanjut hingga Putra tidur terlelap.


"Sehari setelah kejadian, Raja terus menatap sinis diriku, seakan ini salahku, memang sih, putri bulan hilang karena ku, tapi aku tak bermaksud begitu, aku mencoba meminta maaf tapi tak pernah ada kesempatan. Pasti ada cobaannya, contoh nya saja saat di pesta pernikahan paman kita, aku sudah ingin coba minta maaf, tapi dia menghindar dan bermain dengan anak bangsawan lain.


Dan lagi... Put... putra... kok malah tidur."Putra yang terlalu serius mendengarkan ceritanya kakaknya (Yunkou) tertidur karena mengantuk.


"Dasar... sudah lah nanti aku ceritain lain waktu."Ucap Yunkou sambil mengelus kepala putra.

__ADS_1


Bersambung...


thanks for reading...


__ADS_2