
"Siapa anda?"Tanya Gadis.
"Perkenalkan, saya adalah salah satu penjaga gerbang dari Kerajaan element."Ucap orang tersebut.
"Lalu siapa namamu?"Tanya Gadis kembali.
"Maaf Nona, kami tak bisa memberikan indentitas kami kepada siapapun di bawa status raja element."Ucap Nya.
"Bagaimana kami percaya akan perkataan mu?"Lanjut Mizuya.
"Menurut ku tuan dan nyonya pasti tau jika Hutan ini hanya bisa di datangi orang yang berhubungan oleh Raja element, jika orang tak pernah berhubungan dengan raja element maka orang yang akan masuk ke sini hanya tersesat lalu mati karena tak ada pangan dan banyak predator. Ucapnya menjelaskan.
"Ada benarnya sih, tapi kami tak bisa langsung percaya saja."Ucap Gadis berhati-hati.
"Aku gak tau hutan ini berbahaya, aku kira sama saja dengan hutan yang lain."Ucap Yunkou.
"Yunkou diam dahulu."Tegur Mizuya.
"Nona memang pantas menjadi calon Ratu, Saya adalah salah satu penjaga gerbang Tanah, mari saya antar Nona."Ajaknya.
"Sudah ku bilang aku tidak percaya, bagaimana kalau kamu hanya orang yang tersesat dan menggunakan kami.
"Begini saja, saya akan mengantarkan nona sampai Gerbang, lalu saya akan membuka gerbang tersebut dan masuk terlebih dahulu selama 10 menit, jika saya terjadi apa apa Nona bisa percaya saya adalah orang yang nona bilang tersebut. Jika saya berhasil keluar dan aman saja, silahkan nona masuk."Negonya.
"Boleh juga ide mu, ayo."Ucap Gadis tertarik.
Mereka pun akhirnya pergi, Yunkou dan Mizuya yang ingin ikut di halangi oleh Penjaga tersebut.
"Hei apa maksud ini? Mengapa kami di serang."Yunkou marah.
"Maaf tuan-tuan, saya hanya bertugas membawa Nona Gadis saja, dan tuan-tuan akan di jemput oleh penjaga pintu masing-masing."Ucapnya menjelaskan.
"Merepotkan saja sih, aku bisa bosan hanya duduk disini."Ucap Yunkou.
"Sudahlah, kita sabar dulu aja."Mizuya menenangkan Yunkou.
Gadis mengikuti penjaga tersebut begitu lama, dia kadang melihat sekeliling untuk menghilangkan rasa bosan nya. Gadis masih sabar menunggu 1 jam, lama kelamaan dia tak tahan lalu protes.
__ADS_1
"Hei, ini sudah terlalu lama, bisakah kita lebih cepat, Yunkou dan Mizuya pasti sudah menunggu kita." Gadis marah.
"Apakah aku belum memberi tiga syarat saat kita pergi, yang pertama saat kita berjalan kau tidak boleh berbicara, yang kedua kau gak boleh protes, yang ketiga apa yang aku suruh ikuti dan jangan protes, dan yang ke empat, jika tiga syarat udah di penuhi kau bebas melakukan apapun, apa kau mengerti."Ucap penjaga.
Gadis hanya mengangguk lalu mereka pergi kembali, setelah mereka berjalan, mereka bertemu beberapa bandit dan orang desa, bandit tersebut seperti ingin membunuh orang desa tersebut, Gadis yang melihat tersebut ingin membantu Orang desa tersebut, akan tetapi di halau oleh Penjaga. Gadis pun hanya bisa diam dan berfikir.
"Sepertinya ada sesuatu hingga aku tak boleh menolong orang desa tersebut, coba kita analisis dahulu, dari fisik dia terlihat biasa aja, mari kita liat dari mana."
Gadis terkejut dengan mana orang tersebut, mana nya tak seperti orang pada umumnya, mana tersebut terasa sangat berat dan berbahaya, sedangkan Perampok itu di kendalikan oleh orang desa itu untuk menjebak kami, setelah aku menganalisis Sang penjaga membiarkan Gadis bergerak bebas untuk menentukan siapa Yang akan dia bela. Gadis pun menyerang kedua duanya, Penjaga kagum dengan percaya dirinya Gadis, tetapi dia mau tau alasan Gadis menyerang keduanya.
"Wahai putri tanah mengapa engkau menyerang keduanya, beritahu aku alasannya."Ucap penjaga.
"Yah, yang hanya ku pikirkan hanya jika kedua orang tersebut hanya drama, orang desa sebagai penjahat dan perampok di kendalikan bagai boneka."Gadis menjelaskan.
"Bagaimana jika perampok tersebut benar benar ingin mengambil harta orang desa itu?"Tanya penjaga.
Gadis terdiam sejenak, dan hanya bisa kembali. Penjaga yang tak mendapat kan jawaban apa apa dari Gadis hanya bisa berjalan kembali ke tempat selanjutnya.
Tempat mereka untuk membuka gerbang sudah sampai, akan tetapi Gadis hanya melihat tempat yang kosong melompong, Gadis marah dan merasa di bohongi penjaga tersebut.
"Hei! apa maksudnya ini, kenapa hanya ada pohon dan tanah yang luas."Tanya Gadis.
Gadis ragu ingin memberikan mananya walau sedikit, karena dia takut dirinya tertipu. Akhirnya dia memberikan secuil mana yang berukuran debu.
Penjaga bingung maksud nya, dan berpasang muka bengong dan heran.
"Woi serius, masa cuma secuil ini, berikan sedikit lagi, aku cuma mau aktifkan ruangan yang akan kamu pakai nantinya."Ucap Penjaga marah-marah.
"Oh, bilang dong dari awal, kukira mau kau jadikan aku tumbal mu."Ucap Gadis.
"Kurang ajar! tenang, mana nya?"Penjaga mengeluarkan tangannya.
"Jangan pegang-pegang, nih mananya, kamu bilang sedikit kan."Ucap Gadis.
"Iyaa putri, cuma sedikit, Yasudah thank you udah ngasih kepada penjaga ini, mana anda yang luar biasa ini sangat saya hargai."Ucap Penjaga.
"Bawel! cepat buka gerbang nya."Ucap Gadis.
__ADS_1
Penjaga membuka gerbang tersebut, seketika tanah bersinar dan mengangkat ke udara. Gadis yang panik diperintahkan Penjaga untuk tetap tenang dan dekat di sisinya saja. Yunkou dan Mizuya yang melihat dari jauh kaget dan ingin melihat keadaannya, tapi sayang sekali, penjaga mereka berdua sudah datang.
"Wah, seperti nya tanah sudah mulai dulu dari kita ya... kita telat datang seperti nya."Ucap Penjaga es.
"Mungkin saja dia hanya baru membuka Gerbang untuk membuat kamar putri."Ucap penjaga air.
"Siapa kalian?"Tanya Mizuya.
"Mari kita liat dari sini apa yang terjadi."Ucap penjaga es.
"(Cih, aku di kacangin)"Ucap Mizuya.
"waduh, apa anda yakin ini tidak apa apa?"Tanya Gadis.
"Seperti yang ku bilang, kau dekat saja di sisi ku, aku akan membuka kan gerbang nya segera."Ucap Penjaga.
Gerbang tersebut sudah berbentuk, tanah tanah yang mengangkat bergerak dan membuat suatu simbol yang beragam, salah satunya simbol sejarah yang hilang.
"Sekarang tugas mu hanya memikirkan apa saja yang ada di simbol itu, nanti nya itulah ujian kedua mu, jika selesai menyelesaikan tugas itu, kamu bisa membuka Gerbang tanah ini."Penjaga menjelaskan.
"Baiklah, kalau begitu aku akan pilih yang mudah."Ucap Gadis.
Gadis hanya bisa memikirkan simbol sejarah yang hilang tersebut.
"Tunggu apa arti simbol yang berada di kepala ku itu."Ucap Gadis tanpa sengaja keluar dari mulutnya.
"Ok, itu yang kau pilih."Ucap Penjaga.
Simbol simbol itu kembali semula seperti awal, kecuali simbol yang di pikirkan Gadis, Gadis sedikit mengerti kenapa masih ada simbol di sana, dia pun memberikan mana yang dia kasih ke penjaga, akhirnya simbol itu turun bagai meteor yang jatuh ke bumi.
"Hei hei hei, ini gawat kan, bagai mana ini."Ucap Gadis panik.
"Selamat berada di kamar kerajaan, di sana cuma harus menjaga sikap dan kesabaran kok, bye bye."Ucap Penjaga.
"Apa maksudnya itu?"Gadis masih panik.
Meteor tersebut kembali ke tempat semula dan membuat guncangan yang besar, alhasil tempat itu retak dan membuat cela yang besar di sekitar Gadis, Gadis yang tidak bisa menghindari lagi masuk kedalamnya.
__ADS_1
...Bersambung......
"Untung aku bisa langsung menghindari ini."Ucap penjaga lega.