
Setelah putra tertidur, Yunkou membiarkan Putra tertidur di Kasurnya. "Dasar, Walah!! lupa ada janji besok bertemu para monster raja es."Yunkou di angkat sebagai perwakilan Raja es karena Raja es masih sibuk dengan pekerjaannya. Yunkou berganti baju dan pergi dari kamarnya dan pergi ke Ruang perpustakaan sihir.
Yunkou membaca buku sihir dari yang simpel hingga yang lumayan sulit. "Wah wah, banyak juga sihir es yang belum ku kuasai, bahkan sihir dasarnya."Ucap Yunkou Kaget.
"(Mungkin aku harus mulai belajar dari teknik dasar ke 10, yaitu teknik musim salju. Teknik ini butuh element angin dan air untuk bisa di gunakan, teknik dasar yang mengusahakan, lagian memang ada teknik dasar yang seperti ini?)"Ucap Yunkou dalam hati.
"Mari kita loncat dan mulai dari teknik sederhana, Yaitu pembentukan sederhana seperti balok dan sebagainya."Ucap Yunkou fokus.
"Baiklah, saat nya ke ruang pelatihan." Yunkou meminjam buku lalu pergi menuju pelatihan (Barak) Yunkou mencoba satu lalu dua dan tiga, balok yang ia buat tak membuatkan hasil yang bagus, semua balok tersebut banyak yang hancur dan berlubang. Karena sudah berkali kali ia mencoba, dia berisitirahat sebentar lalu berlatih kembali. "(Coba aku fokuskan ke imajinasi ku tentang balok, seperti nya bisa)"Yunkou menutup matanya dan membayangkan balok. Usaha nya tersebut membuahkan hasil, 2 dari 10 balok berhasil sempurna.
Tak puas dengan hasilnya, Yunkou mencoba kembali, dia membayangkan kembali seperti tadi, dia begitu fokus, hingga... "Yunkou kok malah pergi, ceritain lagi dong yang lengkap."Ucap Putra tak terima. Yunkou kaget dengan kedatangan mendadak Putra, ia tak sengaja menghancurkan balok balok itu.
"Kamu ini bikin jantungan Aja, lain kali saja aku ceritain, tidur sana sudah malem."Ucap Yunkou.
"Ya sudah kalau tidak ingin menceritakan kak Raja, aku ingin dengar cerita Yunkou saja."Ucap Putra. "Tumben? salah makan ya?"Ucap Yunkou.
"Bu...bukan begitu kok, aku hanya ingin mendapatkan pengalaman yang lebih besar."Ucap Putra. Yunkou yang terheran heran mendengar perkataan dari putra, Yunkou menceritakan kembali.
"Aku hanya bisa diam di pesta tersebut sambil menikmati makanan di sana, Raja masih mengobrol dan benar benar menghiraukan diriku. Ayah juga sibuk mencari Putri bulan, dan membungkam Orang tua bulan."Cerita Yunkou.
"Aku heran, mengapa kamu memanggil nya Putri bulan? bukannya dia hanya keluarga Viscount?"Tanya putra.
"Dulu keluarga mereka adalah Duke, tapi mereka di keluar kan ntah mengapa. Sekarang mungkin Raja di eksekusi karena kematian Raja kerajaan."Ucap Yunkou.
"Bohong! Masa semudah itu?"Ucap Putra.
"Hilangnya raja kerajaan dan Raja itu benar benar di pertanyakan, apa lagi mereka menghilang sudah sangat lama, mereka juga menyerang kerajaan kehancuran diam diam, jadi pasti tak ada yang tau, mereka juga membawa sedikit prajurit kerajaan dan menggunakan prajurit bayaran untuk menyerang ke sini."Jelas Yunkou.
"Ta...tapi masih ada harapan kan kak Raja hidup."Putra khawatir.
"Mungkin, tapi kecil kemungkinannya dia akan selamat, sudahlah, aku masih banyak urusan, kau pergi saja sana."Ucap Yunkou mengusir.
"Kau pasti mau berlatih kan? kalau gitu lawan lah aku, saat turnamen melawan kak raja, kalian kalah telak kan."Ucap Putra.
__ADS_1
"Itu dulu, sekarang Gadis pun bisa melawannya sendiri."Ucap Yunkou.
"Jangan menghina kakak ku "Pusaran kehancuran"Putra marah.
"Benar benar bocah ya."Yunkou menghancurkan pusaran tersebut menggunakan pembekuan, lalu Yunkou mendesak Putra dengan serpihan es. Tangan dan kakinya tak bisa bergerak karena terhalang es.
"Mengapa kalian berdua memiliki dua element dasar, sedang kan aku hanya satu, dan herannya lagi kenapa kalian sangat lemah dari diriku!!"Yunkou marah dan tak sengaja membeku kan Putra.
Yunkou yang sadar telah membeku kan adiknya langsung membuangnya ketempat panas untuk melelehkan Esnya.
"(Aku males melelehkan es yang ku bekukan, membuang banyak mana, sebaiknya aku taro saja di sini)"Yunkou pergi dan mempelajari teknik dasar kembali.
"Balok es ini benar benar susah di buatnya, coba aku gunakan pengendalian Es jadi tangan es." Yunkou mengambil balok tersebut dan menyusun nya satu persatu. Dia mencoba teknik baru, sambil mempelajari teknik dasar tersebut.
"Balok es.... Waduh!! masih kurang sempurna, susah sekali."Ucap Yunkou, Yunkou pun menyusun balok tersebut, kadang hancur karena terlalu erat memegang nya kadang kendor memegang nya hingga terjatuh.
Dark elf (Killa) melihat Yunkou dari pintu Ruangan, Yunkou yang menyadari ada orang dia bertanya "Siapa Itu? Putra kah?"Tanya Yunkou. Dark Elf tersebut yang sudah ketahuan menunjukkan dirinya.
"Aku punya nama tahu! nama ku Killa, Aku kesini cuma mau minta terimakasih telah menolong ku."Ucap Dark elf.
"Oh begitu, sama sama (Kenapa di daerah ini banyak elemen kehancuran ya..."Yunkou terpikir kan sesuatu. "Ah, jangan jangan karena itu aku tak bisa buat balok ini." Yunkou pun pergi dan meninggalkan dark elf, Melihat Yunkou pergi dia tak sadar mengejar Yunkou.
"Mizuya, temani aku sebentar, penting nih."Ucap Yunkou.
"Ada apa?"Tanya Mizuya.
"Sudahlah ikut saja."Yunkou menarik tangan Mizuya.
Mereka berdua pergi dari kerajaan kehancuran dan pergi teleportasi, Killa juga ikut bersama mereka.
"Sebenarnya kalian mau ngapain sih?"Ucap Mizuya.
"Aku hanya ikut Yunkou saja."Ucap Killa.
__ADS_1
"Dan lagi, Kamu siapa wahai Dark elf?"Tanya Mizuya.
"Dia bawahan Raja kehancuran, Baru pagi ini dia di rekrut."Ucap Yunkou.
"No No No, aku bukan bawahannya, tapi calon istri nya, Raja kehancuran harus mempunyai anak supaya bisa Meneruskan Kerajaannya."Ucap Dark elf.
"Aneh, padahal Ada putra."Ucap Mizuya.
"Oh, Putra hanya lah alat... maksud ku menemani raja kehancuran terdahulu."Ucap Dark elf.
"Sudahlah, aku ingin menunjukkan sesuatu yang spesial, lihat ini."Yunkou membuat balok es yang sempurna. "Lihat... aku bisa membuat balok yang sempurna."Ucap Yunkou senang.
"Hanya ini? ku kira ada hal penting."Ucap Mizuya. Memang kamu bisa?"Tanya Yunkou. Mizuya membuat balok dengan sempurna hanya menggunakan jentikan tangan "Haha, hanya itu saja?"Tanya Mizuya.
"Cih!!! Coba ini"Yunkou mengeluarkan Tangan raksasa yang bisa di gerakan sesuai keinginan nya.
"Haha, itu saja nih lihat." Mizuya mengeluarkan Robot air yang sebesar 20 Meter. "Lihat kan perbedaan kekuatan kita?"Sombong Mizuya.
"Dasar kurang ajar!!"Karena kemarahan nya, Yunkou tak sengaja Menciptakan Naga es yang bisa dia kontrol sendiri.
"(Ini mengapa jadi ajang kehebatan sih) Kalian berdua!! Turuuuun!!"Ucap Killa marah menyebabkan jurus Mizuya dan Yunkou hancur. Mereka berdua pun terjatuh.
Bersambung...
"SAKIT TAU."Ucap Yunkou.
"Benar benar."Lanjut Mizuya.
"Kalian berdua berisik."Ucap Killa.
Mereka berdua pun terdiam.
Thanks for reading...
__ADS_1