Satu Malam Dengan Milliader

Satu Malam Dengan Milliader
SMDM-Bab 10


__ADS_3

Mendadak semua wartawan itu terdiam, membuat Ayu dan Bagas kembali melanjutkan jalannya menuju sebuah mobil yang terparkir. Senyum Ayu mengembang karena bisa menjawab pertanyaan para wartawan.


Bagas membukakan pintu mobil untuk Ayu, wanita itu langsung masuk kedalam mobil, begitupun dengan Bagas.


Setelah mobil melaju meninggalkan kantor polisi, Bagas menatap Ayu dengan tajam.


"Sebelum akad nikah di laksanakan, saya harus menyampaikan hal penting pada anda nona" ucap Bagas dengan suara dingin.


"Apa ?" tanya Ayu.


"Tuan Leon tidak suka jika seseorang membuat kesalahan, jadi saya peringatkan pada anda, cukup sekali ini saja anda berurusan dengan polisi"


Mendengar hal itu Ayu tersenyum menanggapi ucapan Bagas "saya mengerti hal itu, lagian siapa juga yang mau berurusan dengan polisi. Tapi bukankah tadi pagi Tuan Leon mengatakan kalau akan membantuku jika aku ada masalah"


Bagas menyipitkan matanya sedikit, kemudian membukakan pintu mobil. Karena asik berbicara mereka tidak sadar kalau sudah tiba di depan sebuah butik yang cukup terkenal.


"Tuan Leon sudah mempersiapkan tempat pernikahan, jadi nona turunlah ! Ganti pakaian anda, setelah itu kita pergi ke tempat akad" pinta Bagas.


Ayu tertegun, ia balik menatap Bagas "Apa pernikahannya benar-benar akan di laksanakan malam ini ? Tidak bisakah menunggu besok ?"


"Tidak bisa nona, ini sudah menjadi keputusan tuan Leon"


"Lalu apa kami akan menikah di depan umum ?"


Bagas menarik napas panjang, saat mendengar begitu banyak pertanyaan yang keluar dari mulut Ayu.


"Anda begitu banyak bertanya nona, tentu saja pernikahan kalian akan di adakan secara tersembunyi, lagi pula tidak ada waktu untuk membuat pesta besar" jawab Bagas.


Ayu menepuk dadanya sambil menarik napas legah "Syukurlah kalau begitu"


"Sekarang keluarlah ! Didalam sana sudah di siapkan semua kebutuhanmu" pinta Bagas.


Ayu menurut, ia turun dari mobil dan melangkah memasuki butik ternama itu.


Dan benar saja di dalam sana Ayu langsung di sambut oleh seseorang, ia di suruh mengganti pakaiannya dengan sebuah gaun yang begitu mewah.


Ayu duduk di depan meja rias, menatap pantulan dirinya di depan cermin. Kini wajahnya sudah cantik dengan polesan make up. Rambut panjangnya di sanggul dan di berikan sebuah mahkota.


"Tidak menyangka kalau aku akan beneran menikah di usia 19 tahun" batin Ayu.


********

__ADS_1


Beberapa saat kemudian Ayu tiba di sebuah gedung, ada banyak orang di luar gedung itu.


Ayu keluar dari gedung, banyak pasang mata yang tertuju padanya. Membuat Ayu begitu gugup.


"Kamu bilang pernikahan ini akan di adakan secara tersembunyi, terus ini apa ?" tanya Ayu pada Bagas.


"Mereka itu teman-teman tuan Leon" jawab Bagas sambil menatap Ayu "Walau ini adalah pernikahan tersembunyi, tapi tetap saja kalau pernikahan ini resmi. Jadi harus ada beberapa saksi yang menyaksikan, keluarga Tuan Leon juga akan datang untuk menyaksikan pernikahan anda, jadi mohon tenanglah nona !" sambung Bagas lagi.


Ayu terdiam, ia pun berjalan beriringan dengan Bagas untuk memasuki gedung tersebut, melewati beberapa orang yang masih saja menatap Ayu.


Di dalam ruangan itu Ayu terbelalak, ia pikir ruangan gedung itu hanya biasa saja, tapi ternyata begitu mewah.


Sudah ada penghulu yang duduk disana, berhadapan dengan Leon langsung.


Bagas mendekati Leon, pria itu berbisik "Tuan, nona Ayu sudah sampai"


"Bawa dia kemari !" pinta Leon.


"Baik tuan"


Bagas kembali berdiri, lalu berjalan mendekati Ayu.


"Ayo ikut saya nona ! Akad nikah akan segera di laksanakan"


Ayu duduk tepat di sebelah Leon, pria itu melirik sebentar ke arah Ayu.


"Bagaimana apa sudah bisa di mulai ?" tanya pak Penghulu pada Leon.


"Sudah pak"


Pak penghulu mengulurkan tangannya dan di balas oleh Leon.


Cukup satu tarikan napas, Leon berhasil mengucapkan ijab kabul, dan kini Ayu sudah Sah menjadi istri pria itu.


*******


Usai melaksanakan ijab kabul, Leon membawa Ayu kedalam ruangan bersama Bagas.


"Bagas, berikan dia surat kontrak pernikahan !" pinta Leon


"Baik tuan" jawab Bagas, kemudian menyerahkan berkas pada Ayu.

__ADS_1


"Nona Ayu, ini adalah surat perjanjian pernikahan. Silahkan anda baca dulu lalu tanda tangani !" ucap Bagas pada Ayu.


Ayu melirik ke arah Leon, kemudian mengalihkan tatapannya pada kertas di hadapannya, ia masih tak menyangka kalau sekarang ia sudah menjadi istri dari pria yang baru ia kenal selama tiga hari.


Di kertas itu sudah ada tanda tangan Leon, menandakan kalau pria itu sudah mengerti tentang surat perjanjian ini.


"Baiklah" desah Ayu, kemudian mengambil sebuah polpen dan membubuhkan tanda tangan di kertas itu.


"Simpan surat perjanjian ini dengan baik !" pinta Leon pada Bagas.


"Baik tuan" jawab Bagas. Lantas mengambil berkas itu lalu memasukannya kedalam tas. Bagas berdiri dari duduknya.


"Saya permisi dulu tuan" ucap Bagas pada Leon.


"Hemmmm" jawab Leon.


Sekarang di ruangan itu hanya ada Ayu dan Leon, mendadak Ayu menjadi gugup dan salah tingkah karena berduaan dengan pria yang masih asing menurutnya. Walaupun Leon saat ini sudah menjadi suaminya tapi tetap saja Ayu masih merasa asing.


"Apa kamu pergi ke perumahan melati untuk menemui Danu ?" tanya Leon datar.


"Iya" jawab Ayu jujur.


"Mulai saat ini tanpa seizinku kamu tidak boleh menemuinya !" ucap Leon menatap Ayu sejenak, kemudian kembali mengalihkan tatapannya.


"Polisi mengatakan kalau kamu menyiram jus ke tubuh Danu" lanjut Leon lagi.


"Iya, saya mengaku salah" ucap Ayu menunduk "Harusnya saya menyiram wajah pria itu menggunakan air keras supaya dia mampus" sambung Ayu lagi, tapi kali ini di iringi dengan tawa.


Leon menyipitkan matanya, sedikitpun ia merasa tak ada yang lucu dari ucapan istrinya itu. Melihat tatapan Leon seperti itu Ayu menghentikan tawanya.


"Jangan coba-coba, keluarga Danu terkenal begitu kuat, jadi jangan bermain api padanya. Serahkan saja semuanya padaku"


"Kamu dengarkan ?" Hardik Leon saat tak mendengar jawaban Ayu.


"Iya saya dengar" jawab Ayu kemudian.


"Sekarang coba ulangi perjanjian pernikahan tadi ! Aku ingin dengar semuanya" pinta Leon.


Ayu mendengus kesal, kenapa juga ia harus mengulang menjelaskan isi perjanjian tadi. Bukankah surat itu Leon sendiri yang buat ?.


Tapi karena tidak ingin Leon marah, akhirnya Ayu menurut.

__ADS_1


"Kita akan tinggal terpisah, tapi aku akan tetap mendapatkan gaji setiap bulannya, kamu akan membantuku balas dendam dengan keluarga Danu dan juga mama tiriku. Tapi aku harus melahirkan anak untukmu" jelas Ayu dengan nada bergetar, jujur ia masih takut dengan kata terakhir dari perjanjian itu.


"Bagus kalau kamu mengingatnya, ingat jangan sampai ada yang kau langgar" peringat Leon


__ADS_2