Satu Malam Dengan Milliader

Satu Malam Dengan Milliader
SMDM-Bab 23


__ADS_3

Malam sudah larut, namun Leon belum juga bisa memejamkan matanya. Saat ini pria tampan bertubuh tinggi itu sedang berdiri di dekat kaca jendela kamar nya. Memikirkan ucapan Ayu tadi membuatnya menarik napas panjang.


Leon memutar tubuhnya, lalu mengambil ponsel yang ia letakkan di atas meja. Mencari kontak Bagas dan menekan menu hijau di layar ponselnya.


"Cari tau kenapa pria tua itu membawa Ayu hari ini" ucap Leon dengan tegas, sebelum Bagas mengeluarkan suara di ujung telepon.


"Baik tuan". suara tegas dari Bagas membuat Leon tersenyum kemudian menutup telepon secara sepihak.


Pikiran Leon kembali berkelana, ia membuka galeri di ponselnya. Lalu membuka sebuah foto disana.


Tampak seorang gadis kecil dengan rambut di kuncir kuda, dan mengenakan rok kotak-kotak. Gadis itu begitu cantik membuat senyum di bibir Leon tak pernah pudar. Setelah puas Leon mematikan ponselnya lalu meletakkan benda persegi itu ke atas meja nakas samping ranjang tempat tidur.


*


*


*


Keesokan harinya..


Ayu tidak berani keluar kamar untuk bertemu dengan Leon, masih teringat dengan jelas bagaimana raut kemarahan yang terpancar di wajah suaminya semalam.


Ayu duduk di bibir ranjang, tarikan napas panjang terus terdengar. Ayu memikirkan cara bagaimana untuk minta maaf dengan Leon karena ucapannya semalam. Seharusnya Ayu tidak mengatakan itu secara mendadak.


Setelah hari beranjak siang dan Ayu memutuskan untuk keluar kamar. Ia akan memasak makan siang untuk Leon sebagai bentuk permintaan maaf.


"Apa yang sedang nyonya lakukan ?" Liya bertanya, kedua matanya menatap Ayu dengan lebar.


"Kemaren aku pulang terlambat dan membuat Leon marah, makanya aku memasak makan siang untuknya sebagai permintaan maaf" balas Ayu di iringi dengan senyuman manis, terlihat sekali kalau wanita itu begitu semangat untuk membuatkan sang suami makanan.


Liya cukup terkejut mendengar kalau Ayu hendak memasak, "Sepertinya tidak perlu nyonya"


"Siapa yang berani makan masakan yang nyonya buat". Liya bergumam dalam hati, masih teringat dengan jelas bagaimana hasil masakan Ayu dulu.


"Kenapa tidak ?, apa aku salah jika aku peduli padanya ?" tanya Ayu sambil menunjukan raut wajah penuh kesedihan.


"Aku berjanji akan mencicipinya terlebih dahulu, dan memastikan makanan ini benar-benar matang" sambung Ayu lagi

__ADS_1


"Tapi aku tetap tidak percaya nyonya" batin Liya yang masih takut dengan hasil masakan Ayu.


"Nyonya tidak salah jika peduli dengan tuan muda Leon, saya yakin tuan muda Leon akan sangat bahagia melihat kerja keras nyonya." Liya berusaha tetap mencegah niat Ayu untuk memasak. "Tapi biasanya Tuan Leon akan makan siang dengan klien penting, atau biasanya tuan Leon sudah memesan makanan sendiri untuk makan siang nya"


Ayu tampak berpikir sejenak, sementara Liya terus berdoa dalam hati agar Ayu melupakan niatnya untuk memasak. Ia yakin Leon tidak akan mau memakan hasil masakan Ayu.


"Tidak apa-apa aku akan tetap memasak dan mengantar makan siang ini ke kantornya" ucap Ayu bersikeras untuk terus memasak untuk Leon.


Mendengar hal itu Liya tidak bisa melakukan apa-apa, apalagi saat melihat Ayu sudah memasukkan hasil masakannya kedalam sebuah rantang susun.


Ayu membawa rantang makanan itu lalu keluar dengan wajah berseri-seri.


"Semoga saja tuan muda Leon tidak sakit setelah memakan hasil masakan Nyonya muda" batin Liya bergidik ngeri saat membayangkan ekspresi Leon nantinya.


*


*


*


Dua pria berpakaian satpam menatap Ayu, mereka menganggap sikap Ayu cukup aneh apalagi ketika mereka menatap di tangan Ayu ada rantang tempat makanan.


"Nona, apa anda mencari seseorang ?" tanya salah satu satpam yang kini sudah berdiri di hadapan Ayu.


"Saya ingin bertemu dengan Tuan Leon" jawab Ayu kemudian.


Kedua satpam itu saling pandang. Lalu kembali menatap penampilan Ayu dari atas sampai bawah. Menurut pemikiran mereka apa Ayu seorang artis terkenal sehingga mencari Leon. Tapi melihat rantang makanan yang di bawah Ayu mereka menebak pasti Ayu wanita biasa.


"Apa anda sudah membuat janji nona ?" satpam itu kembali bertanya. Selintas mereka merasa bahwa wajah Ayu terlihat sangat familiar tapi mereka tidak bisa mengingat.


"Tidak saya tidak punya janji" jawab Ayu.


"Kalau begitu maaf nona, anda tidak bisa masuk. Jadi silahkan anda pergi"


Ayu tercengang, ia di usir dari perusahaan suaminya sendiri. Tapi mungkin hal yang wajar jika kedua satpam itu memperlakukan Ayu seperti ini, karena di perusahaan ini hanya Bagas yang tau tentang pernikahan nya dengan Leon.


"Tapi aku mau ketemu tuan Leon" Ayu berusaha masuk tapi dengan cepat kedua tangannya di cengkram oleh kedua satpam itu. Beruntung rantang makanan yang Ayu pegang tidak jatuh.

__ADS_1


"Lepaskan !" bentak Ayu membuat kedua satpam itu melepaskan cengkeramannya.


Ayu mengambil ponsel dalam tas, kemudian langsung menghubungi Leon.


"Aku di depan perusahaan mu, dan aku ingin keruangan mu tapi kedua satpam ini menghadang ku" ucap Ayu setelah panggilan terhubung dengan Leon.


Kedua satpam itu kembali saling pandang, mereka heran siapa yang Ayu hubungi. Dan ketika mereka melihat Bagas datang membuat keduanya langsung tunduk karena takut.


"Nona Ayu kenapa anda tidak memberi tahu saya sebelumnya kalau akan datang kesini ?" Bagas mendekat lalu berdiri di hadapan Ayu. Sementara kedua satpam tadi menelan salivanya berkali-kali.


"Maaf, aku sengaja ingin memberi kejutan" balas Ayu


Bagas mengangguk, kemudian mengalihkan tatapannya pada kedua satpam yang masih menundukkan kepalanya "Lain kali kalau nona Ayu datang lagi kemari jangan di halangi !, perlakukan dia dengan baik dan antarkan dia ke ruangan tuan Leon" kata Bagas dengan tegas.


"Ba-baik tuan" jawab kedua satpam itu serentak.


"Ayo nona, kita masuk keruangan tuan Leon. Lain kali tolong beri tahu saya terlebih dahulu kalau nona hendak ke sini" Bagas berjalan beriringan dengan Ayu menuju lift khusus yang akan mengantar mereka ke ruangan Leon.


"Baik" jawab Ayu patuh. Seharusnya tadi ia meminta Liya agar memberi tahu Bagas kalau dirinya hendak ke perusahaan. Jadi tidak perlu ada drama usir mengusir yang memalukan seperti tadi.


Ini kedua kalinya Ayu mendatangi Leon ke perusahaan. Banyak para karyawan yang menatap aneh pada Ayu. Apalagi yang tau tentang berita batalnya pernikahan Ayu dengan Danu.


"Hari ini tuan Leon sangat sibuk, jadi mungkin nona harus di bosankan menunggu di ruangannya"


Ayu menoleh ke arah Bagas, "Tidak apa-apa, aku akan menunggu dengan santai. Lagian aku tidak punya janji dengan siapapun".


Pintu Lift terbuka, Bagas menyuruh Ayu berjalan dulu menuju ruangan Leon.


----------


HAI-HAI..


APA KABAR ?, KALIAN PASTI UDAH LAMA NUNGGU UP NOVEL INI KAN ?.


KALIAN KANGEN KAN SAMA LEON DAN AYU.. 😁


MAAF YA KARENA BARU UP SEKARANG, SUDAH BEBERAPA HARI INI PLN TEMPAT AKU MATI DAN TIDAK STABIL JADI SINYAL JUGA IKUT GAK ADA. MAKANYA GAK BISA UP.

__ADS_1


__ADS_2