Satu Malam Dengan Milliader

Satu Malam Dengan Milliader
SMDM-Bab 20


__ADS_3

Malam itu, untuk pertama kalinya Ayu makan malam berdua dengan Leon semenjak keduanya menikah.


Mengingat hasil masakan nya tadi membuat Ayu menundukkan kepalanya dan tak berani menatap Leon, ia sangat malu dengan hasilnya. Beruntung tadi Leon belum mencoba masakan itu, kalau enggak entah bagaimana caranya Ayu untuk menyembunyikan wajahnya.


Setelah menghabiskan makan malamnya, Leon berdiri hendak meninggalkan Ayu, tapi sebelum itu ia berkata dengan acuh "Aku lebih suka rambut panjang mu di gerai dari pada di kuncir seperti itu"


Ayu mendongak dan menatap Leon yang kini sudah menjauh, ia menyentuh rambut panjangnya yang lembut. Lalu terdiam selama beberapa detik.


"Dia Suka rambutku yang tergerai ?" batin Ayu dengan kedua pipi yang sudah merona.


*


Keesokan paginya Leon kembali meninggalkan rumah. Pria itu hanya ada di rumah itu pada malam hari, karena siangnya ia sibuk dengan urusan pekerjaan.


Sementara Ayu masih menjalani hukumannya, ia diam di rumah sendiri walau terkadang di temani oleh Liya. Hingga akhirnya satu minggu pun terlewati. Hukuman Ayu sudah berakhir.


Kini Ayu sudah bebas, dan hari ini ia ingin keluar jalan-jalan untuk menghilangkan stres karena di kurung Leon selama seminggu. Namun sebelum pergi Liya membawanya ke depan rumah.


"Ada apa Liya ?" tanya Ayu saat Liya menarik tangannya.


"Ikut saja nyonya, nanti juga nyonya akan tau sendiri"


Setelah di depan rumah, Liya menghentikan langkah di depan sebuah mobil mewah. "Ini mobil yang tuan muda berikan untuk nyonya, Anda bisa memakainya sesuka hati, asal nyonya selalu ingat perjanjian pernikahan"


Ayu membuka matanya lebar-lebar saat menatap mobil sport berwarna putih yang memantulkan cahaya saat terkena sinar matahari.


"Untuk-Untukku ?" tanya Ayu terbata-bata.


"Betul nyonya, ini pemberian tuan muda untuk nyonya"


Ayu menelan ludahnya, ia masih tak percaya kalau sekarang ia memiliki seorang suami kaya raya. Pria itu pasti akan melakukan apa saja untuknya.


"Baiklah, kalau begitu berikan kuncinya karena hari ini aku ingin bersenang-senang" ucap Ayu sambil menengadahkan telapak tangannya.


"Kunci mobil sudah di dalam sana nyonya"

__ADS_1


"Ok, sampai kan terima kasih ku pada Tuan Leon !"


"Mungkin sebaiknya anda sendiri yang mengatakannya nyonya"


"Ya sudah kalau begitu aku akan memasak makan malam lagi untuknya, sebagai ucapan terima kasih"


Mendengar hal itu dengan cepat Liya menjawab "Jangan nyonya !, kata tuan muda anda di larang untuk memasak lagi"


"Terus aku harus mengucapkan terima kasih dengan cara apa ?"


"Anda bisa memikirkan nya nanti nyonya, sekarang jalan-jalan dulu !"


Ayu berpikir sejenak, kemudian dengan senyum mengembang ia memasuki mobil mewah itu. Sebuah kunci mobil sudah tergantung pada tempatnya.


Kini Ayu menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang, melewati beberapa pengendara lain yang berada di depannya. Senyumnya terus mengembang sembari mendengarkan alunan musik.


Saat sedang asik berkemudi, tiba-tiba Ayu melewati mobil Danu. Dengan cepat Ayu menginjak pedal gasnya agar segera menjauh dari mobil itu. Detak jantung Ayu berdegup kencang.


Sementara itu di mobil lain, Nadine mengerutkan keningnya saat matanya tak sengaja melihat Ayu mengemudikan sebuah mobil mewah. "Kak Ayu" gumam Nadine yang masih bisa di dengar oleh Danu, membuat pria itu langsung menoleh.


"Tidak ada sayang, mungkin aku salah lihat" jawab Nadine segera memalingkan wajahnya.


"Tidak mungkin itu kak Ayu, dia gak punya apa-apa lagi semenjak di usir Papa. Bagaimana mungkin dia bisa memiliki mobil semewah itu" batin Nadine berusaha menghilangkan pikiran yang berkecamuk.


*


Setelah bersusah payah menghindar, akhirnya Ayu bisa bernapas lega. Saat ini mobilnya sudah sangat jauh dari mobil Danu tadi. Ayu menghentikan mobilnya di pinggir jalan untuk mengambil napas sejenak.


"Beruntung mereka tidak melihatku" gumam Ayu.


"Sebaiknya aku jangan lama-lama berhenti di sini, nanti mereka lewat lagi"


Baru saja Ayu hendak menjalankan mobilnya kembali, ponselnya tiba-tiba berdering, tertera nama Afri disana.


Dengan ragu-ragu Ayu menjawab panggilan tersebut "Halo Afri" ucap Ayu sesaat setelah panggilan terhubung.

__ADS_1


"Bagaimana kabar mu nona ?, saya dengar nona di usir dari apartemen ?, apa saat ini nona baik-baik saja ?" tanya Afri di seberang sana, terdengar sekali kalau wanita itu sangat mengkhawatirkan Ayu.


"Mungkin sebentar lagi kemarahan tuan besar akan mereda, dan nona bisa kembali kerumah ini". sambung Afri lagi.


"Aku sudah tidak peduli Papa masih marah atau tidak" balas Ayu, kedua tangannya mencengkram stir dengan erat. "Papa mengusirku waktu itu, tanpa sedikitpun memberiku kesempatan untuk menjelaskan"


Di ujung telepon terdengar Afri menarik napas panjang, sebelum kembali berkata "Lalu kenapa Nona tidak membawa uang yang tuan besar berikan ?, berikan alamat Nona sekarang !, nanti aku akan mengirimnya"


"Tidak perlu" balas Ayu cepat "Aku sudah tak membutuhkan uang itu, dan jangan khawatir aku baik-baik saja saat ini"


"Tapi nona-"


"Aku sudah bekerja saat ini, dan aku di gaji dengan sangat mahal" potong Ayu, kemudian langsung memutuskan sambungan telepon.


Ayu menyandarkan punggungnya, menarik napas panjang, bahkan seseorang yang bukan saudaranya saja sangat mengkhawatirkan dirinya. Sementara Samuel. Hah entahlah di sebut Papa macam apa pria itu. Begitu yang ada di pikiran Ayu.


Ayu kembali menjalankan mobilnya, ia baru saja mengirim pesan pada Zela untuk memintanya bertemu. Ayu rindu dengan sahabatnya itu, dan beruntung Zela langsung membalas dan akan menunggu Ayu di mall seperti biasanya.


Mata Zela terbelalak saat melihat penampilan Ayu saat ini, semua pakaian yang Ayu kenakan adalah pakaian mahal. Belum lagi Zela melihat Ayu keluar dari mobil mewah.


"Yu, tolong jawab pertanyaan ku ! siapa pria yang menikahi mu ?" tanya Zela


"Maaf Zel, aku tidak bisa mengatakan siapa suami aku, kami memiliki perjanjian. Dan aku juga tidak ingin mengumumkan jika aku sudah menikah. Jadi aku tidak akan memberi tahu mu"


"Apa kamu tidak percaya padaku Yu ?, aku janji tidak akan bilang sama siapa-siapa ?"


"Aku sangat mempercayaimu Zel, tapi jika aku memberi tahu mu itu sama saja aku melanggar perjanjian. Aku tidak tau apa yang akan dia lakukan jika aku melanggar semuanya"


Zela menatap Ayu "Apa dia sangat menakutkan Yu ?, atau dia seorang Mafia ?"


Rasanya Ayu ingin sekali tertawa melihat raut wajah Zela, wanita itu tampak sangat mengkhawatirkan dirinya. Sebenarnya Ayu ingin bicara jujur dengan Zela, tapi dia sangat takut dengan Leon. Mengingat saat pria itu membebaskan nya di kantor polisi.


"Dia pria baik, dia bukan Mafia" balas Ayu.


"Lalu kenapa dia menikahi mu ?, apa dia punya niat tersembunyi ?" kembali Zela mengajukan pertanyaan.

__ADS_1


"Pernikahan kami hanya di atas kertas, sebagai imbalan karena aku mau menjadi istrinya, setiap bulan dia akan memberiku uang yang cukup besar" kata Ayu apa adanya


__ADS_2