Satu Malam Dengan Milliader

Satu Malam Dengan Milliader
SMDM-Bab 06


__ADS_3

Ayu membelalakan matanya, ia cukup terkejut mendengar ucapan pria di hadapannya itu.


Banyak hal yang Ayu pikirkan, kenapa dan mengapa Leon mengajaknya menikah ?. Apa pria ini yang tidur dengannya malam itu ?, Lalu memberinya uang yang banyak sebagai bayaran ?.


Ciih...


Kalau mengingat masalah uang itu, rasanya Ayu ingin marah dan membanting barang apapun di hadapannya. Bisa-bisanya ada seorang pria yang mengatakan kalau dirinya wanita murahan.


"Untuk apa anda ingin menikah dengan ku ? Di luar sana banyak wanita yang ingin menjadi istrimu, lalu kenapa anda justru memilihku ?" tanya Ayu.


"Anda tidak perlu tau apa alasannya Nona, yang jelas sekarang Tuan Leon ingin anda menjadi istrinya" sahut Bagas kemudian.


Tatapan mata Ayu beralih pada Bagas, merasa tidak suka dengan jawaban pria itu. Tentu saja dirinya ingin mengetahui alasan Leon ingin menikahinya.


"Sebaiknya anda terima saja nona, saat ini anda bukan siapa-siapa. Reputasi anda hancur karena perselingkuhan yang anda lakukan, dan anda juga sudah di usir oleh Ayah anda" lanjut Bagas lagi.


Ucapan Bagas memang benar adanya, saat ini reputasinya benar-benar hancur karena sesuatu yang Ayu tak lakukan. Ia hanya di jebak oleh Mama tirinya dan juga Danu.


Tapi sayangnya Ayu belum bisa membuktikan kalau Elsa dan Danu dalang dari semua ini.


"Lahirkan saja anak untukku ! Dan aku jamin hidupmu akan penuh kebahagiaan" kali ini Leon membuka suara, dan ucapannya membuat Ayu kembali terkejut.


"Umur saya masih 19 tahun, dan saya belum siap untuk melahirkan" teriak Ayu di depan Leon.


Leon justru terkekeh mendengar hal itu, sambil mengangkat kaki kanannya dan ia tumpu di atas kaki kiri, pria itu kembali menjawab.


"Seperti yang Bagas katakan tadi, tidak ada cela untuk menolak tawaranku. Saat ini dunia menganggap anda begitu jahat karena sudah berselingkuh sebelum menikah" ucap Leon, kemudian kembali menurunkan kakinya lalu mencondogkan tubuhnya kehadapan Ayu.


"Lagian selama kamu menjadi istriku, hidup kamu akan terjamin, setiap bulan kamu akan mendapatkan uang dengan jumlah yang besar, jadi tidak ada yang akan merugikan hidupmu" sambung Leon lagi.

__ADS_1


Ayu tak menjawab, ia menatap pria di hadapanya dengan intens. Leon sosok pria yang tegas dan Ayu menjadi tau kekuasaan Leon. Mungkin keluarga Danu jauh di bawah kekuasaan Leon.


"Kalau kamu mau menikah dengan ku, akan ku balaskan dendammu"


Kali ini Ayu di buat tercengang oleh ucapan Leon, pria ini mengetahui semua tentang hidupnya. Ayu berpikir keras untuk menjawab ucapan Leon.


Di sisi lain jika ia menikah dengan Leon, semua media pasti akan berhenti menggosipkan tentang dirinya. Tapi di sisi lain Ayu takut kalau Leon hanya akan menyakitinya setelah ia menjadi istri.


"Tapi bisakah beri aku alasan kenapa tuan ingin menikahi aku ? Padahal di luar sana banyak wanita yang mengantri untuk menjadi pasangan anda ?" tanya Ayu lagi.


"Karena kamu hanya wanita biasa, mungkin kamu keturunan orang kaya tapi bagiku kamu biasa saja dan tidak mungkin aku akan mencintai kamu"


Ayu tercekat, napasnya seolah berhenti untuk sesaat. Entah kenapa ucapan Leon membuatnya sedikit tersinggung.


Ayu mengakui memang selama ini penampilannya biasa saja, bahkan banyak orang yang berpikir kalau dirinya bukan anak kandung Samuel. Berbeda sekali dengan Nadine yang begitu mengutamakan penampilan.


Akan tetapi jika Ayu ingin membalas dendam dengan Elsa dan juga Danu, mungkin menikah dengan Leon adalah pilihan yang tepat. Apalagi kekuasaan Leon dimana-mana.


Ayu kembali menatap wajah tampan Leon, mungkin jika dirinya lebih dulu bertemu dengan Leon, maka Ayu sudah jatuh cinta. Tapi sayang takdir justru mempertemukannya dengan Danu pria brengsek yang Ayu benci.


"Aku tidak perlu menunggu jawabanmu, karena itu akan membuang waktuku. Tapi sepertinya menjadi istri ku jauh lebih baik dari pada lontang-lantung di jalanan untuk mencari kerja" balas Leon dengan tersenyum kecil. Sebuah senyuman penuh dengan hinaan untuk Ayu yang saat ini sedang di timpa ke malangan.


Di usir oleh Papanya sendiri dan pertunangannya harus batal sebelah pihak tanpa menunggu penjelasan darinya. Sungguh miris bukan nasib Ayu ?.


"Aku memang ingin menikah, tapi dengan orang yang menyayangiku dan bisa menjagaku di masa depan" batin Ayu lirih.


"Tapi apa benar kamu akan membantuku balas dendam ?, dan akan memberiku gaji di setiap bulan ?. Maksudku apa kamu mau membantuku setiap kali aku membutuhkan bantuanmu ?" tanya Ayu beruntun, ia harus benar-benar memastikan kalau Leon akan terus membantunya jika Ayu sedang kesusahan.


"Tentu saja" jawab Leon enteng dan begitu tegas. "Apa lagi yang ingin kamu tanyakan ?"

__ADS_1


Ayu menggelengkan kepalanya, "Sudah cukup, aku hanya ingin mematikan kamu akan membantuku jika aku bersedia menikah dengan kamu"


Leon menatap wajah Ayu, ia ingat bagaimana cantiknya Ayu di bawah kukungannya malam itu.


"Walaupun nanti kita menikah, kita akan tetap tinggal terpisah. Kita jalani hari-hari seperti biasa tanpa harus saling mengenal. Aku akan mengunjungimu seminggu sekali sampai kau berhasil mengandung anaku" jelas Leon membuat Ayu menelan air ludahnya berkali-kali, ucapan laki-laki itu tampak sangat menakutkan untuknya.


"Bolehkah aku meminta waktu sehari untuk memikirkannya lagi ? Besok aku akan segera menjawabnya ?" tanya Ayu.


Leon tampak berpikir sejenak, sepertinya tidak ada salahnya memberi Ayu waktu untuk berpikir. Wanita itu pasti sangat terkejut tentang ajakannya menikah.


"Besok saya tunggu jawabannya" ucap Leon yang akhirnya menyetujui permintaan Ayu.


Ayu tersenyum penuh kelegaan, ia masih punya waktu untuk berpikir ulang dan mengumpul ide saat menjadi istri Leon kelak.


"Kalau begitu saya permisi"


Ayu berdiri kemudian meninggalkan ruang kerja Leon, tak ada yang menahannya karena Leon pun hanya membiarkan.


"Apa saya harus mengutus seseorang untuk mengikuti nona Ayu ?" tanya Bagas pada Leon.


"Tidak perlu" jawab Leon, karena menurutnya itu tidak penting, dimanapun Ayu berada ia pasti bisa menemukan wanita itu.


"Kalau dia kabur bagaimana tuan ?"


Kali ini Leon menatap Bagas, kemudian kembali berkata "dia tidak akan melakukan itu ? Wanita itu tidak akan berani berkeliaran di luar sana karena saat ini semua wartawan sedang mencari informasi tentangnya" sudut bibir Leon terangkat, menertawakan kehidupan Ayu yang menurutnya sangat dramtis.


"Tapi kalau dia sampai melakukan itu, beri dia pelajaran" ucap Leon lagi.


"Baik tuan" balas Bagas, ia mengerti maksud Leon sekarang. Dan dirinya juga yakin Ayu tidak akan pergi jauh.

__ADS_1


__ADS_2