Satu Malam Dengan Milliader

Satu Malam Dengan Milliader
SMDM- Bab 18


__ADS_3

Di dalam ruangan megah nan mewah, Leon berdiri di dekat kaca jendela, menatap keindahan kota Jakarta yang terlihat sangat padat. Satu tangannya memegang ponsel yang ia tempelkan di daun telinga.


Pria itu sedang menghubungi Bagas, Asistennya sendiri.


"Bagas, ambil tanah yang pernah mereka tawarkan pada kita, bayar berapapun yang mereka minta" ucap Leon dengan tegas setelah panggilan tersambung pada Bagas.


"Tapi saya dengar tanah itu akan menjadi milik tuan Danu" balas Bagas di seberang sana.


"Saya tidak mau tau, pokoknya tanah itu harus menjadi milikku"


"Baik tuan akan saya usahakan"


"Bagus, aku tunggu kabar baiknya"


Panggilan pun terputus, Leon kembali memasukan ponselnya kedalam saku celana. Ia tau kalau tanah itu sangat di inginkan oleh Danu makanya Leon ingin merebutnya. Semua ini ia lakukan demi Ayu istri kecilnya.


Ia sudah berjanji pada Ayu akan membalas perbuatan Danu, dan ini awalnya.


Bukan hal yang sulit bagi Danu untuk melumpuhkan seorang Danu, ia ingin melihat saja sampai mana kekuatan laki-laki itu.


"Kita lihat siapa yang akan memenangkan tanah itu" gumam Leon menampilkan senyum sinis.


*


*


Malam harinya, Ayu tau kalau suaminya pulang lagi kerumah yang ia tinggali, dengan mengumpulkan keberanian ia keluar kamar dan menuju kamar sang suami.


Di ketok nya pintu itu dengan pelan sampai yang punya kamar keluar.


Mendengar pintu kamar yang di ketok sudah lima kali membuat Leon menarik napas panjang, ekspresi wajahnya berubah menjadi dingin, ia memang begitu kesal jika ada yang mengganggu waktu istirahatnya.


Ceklek.


Pintu kamar di buka oleh Leon, ia menatap Ayu yang kini berdiri di hadapannya dengan tajam.

__ADS_1


"Aku sudah memperingatkan mu kalau aku tidak suka di ganggu saat sedang istirahat" ucap Leon dingin, ia tampak sangat mengerikan, wajahnya berbeda dari biasanya. "Apa kau sudah tak menyayangi nyawa mu ?" sambung Leon lagi


Ayu terkejut mendengar ucapan Leon, ia menelan salivanya


berkali-kali. "Maaf, aku menemui mu karena ada yang ingin aku katakan" balas Ayu terbata-bata.


"Apa ?" tanya Leon lagi, ia belum mengubah ekspresi wajahnya , ia menatap Ayu dingin.


"Sebelumnya aku minta maaf kalau ucapan ku ini menyinggung perasaanmu"


"Jangan berbelit ! katakan saja semuanya !"


Ayu menarik napas panjang sebelum kembali melanjutkan ucapannya, melihat tatapan Leon yang begitu tajam akhirnya Ayu menundukkan kepalanya.


"Aku sudah mendengar kalau di luar sana kamu sering bergonta-ganti pasangan. Pernikahan kita ini hanya pernikahan palsu yang tidak di ketahui banyak orang, jadi tidak mengapa jika kamu ingin mencari seorang wanita untuk menghiburmu" jelas Ayu kemudian. Sejak tadi ia mengumpulkan keberanian supaya bisa mengatakan itu pada sang suami, ia juga menguatkan hatinya untuk menyuruh Leon mencari wanita lain.


Sungguh Ayu belum sanggup jika harus mengulang malam panas itu, apalagi ia takut kalau sampai hamil dan melahirkan seorang bayi.


Leon tidak percaya dengan ucapan Ayu, ia menyipitkan sebelah matanya dan menatap Ayu. "Untuk apa aku harus mencari wanita ?, Kamu ini bicara apa ?"


"Emmmm" Ayu mengangkat wajahnya "Kamu pasti menginginkan semua itu kan, jadi aku bebaskan kamu mencari wanita lain untuk memenuhi kebutuhan sek mu"


"Jadi kamu yang harus melayaniku" sambung Leon lagi dengan suara tegas.


Setelah mengatakan itu Leon kembali masuk ke kamar, ia juga menutup pintu dengan kuat sehingga membuat Ayu kaget.


Wanita itu menatap pintu yang sudah tertutup, ia mengelus bagian dadanya karena cukup terkejut mendengar pintu di banting dengan keras. Ada rasa bersalah di diri Ayu, harusnya ia tidak perlu mengatakan itu. Pasti sekarang Leon tersinggung mendengarnya.


"Huh" Ayu menarik napas dalam, kemudian kembali berjalan dengan perasaan campur aduk


*


*


Satu minggu kemudian.

__ADS_1


Leon berhasil mendapatkan tanah itu, usaha yang Bagas lakukan memang selalu berjalan mulus, seluruh stasiun televisi tengah menayangkan perusahaan Leon yang berhasil mendapatkan sebidang tanah yang sangat di inginkan oleh Danu.


Banyak yang heran saat mendengar kalau Leon juga merebutkan tanah itu, jadi sekarang perusahaannya dengan perusahaan Danu sedang dalam puncak masalah, padahal dulu kedua perusahaan itu baik-baik saja.


Dan semua orang juga tau kalau Danu sudah mengincar tanah itu kurang lebih satu tahun, letak yang strategis membuat Danu begitu besar untuk mendapatkannya. Tapi sekarang tanah itu sudah menjadi milik Leon.


Ayu menatap layar televisi dimana camera sedang menyorot Danu, tapi pria itu terus menghindar, sepertinya sedang tidak ingin di wawancarai.


"Ada apa ini ?, kenapa semua nya menayangkan tentang perusahaan Danu dan Perusahaan Leon" tanya Ayu pada diri sendiri, ia pun mengganti chanel televisi hingga ia melihat sosok Leon sedang di wawancarai wartawan.


"Tuan Leon, bolehkah saya tau alasannya, kenapa anda sampai mau membeli tanah itu dengan harga yang sangat mahal ?".


Begitu yang Ayu dengar, ia menatap Leon di layar televisi, menunggu jawaban pria itu tentang alasan ini.


"Apa sekarang tuan Leon sedang bersaing dengan tuan Danu ?"


Pria jangkung dengan setelan jas itu justru berbalik dan berjalan meninggalkan para wartawan, Leon menuju lift tapi pada wartawan itu tetap mengejar.


Bagas dan dua pengawal lainnya, berusaha menghadang para wartawan, mereka tidak ingin Leon marah karena terganggu .


"Tuan Leon membeli tanah itu untuk mengembang kan bisnisnya" jawab Bagas supaya para wartawan itu bisa pergi.


*


Sementara itu di tempat lain, Danu baru saja keluar dari gedung dengan amarah memuncak, ia juga banyak di kejar para wartawan, tapi dengan sigap asisten Danu menghadang supaya tak menganggu Danu.


Karena saat ini pria itu sedang dalam kondisi yang tidak baik-baik saja.


"Tuan Danu bagaimana perasaan mu sekarang ?, bukankah anda sangat menginginkan tanah itu, tapi sekarang tanah itu justru jatuh ke tangan tuan Leon ?" salah satu wartawan itu bertanya membuat Danu mendengus kesal.


"Tuan Danu, bisakah anda bicara walau sedikit saja ?" sahut yang lainnya


"Mohon maaf sebelumnya, saat ini tuan Danu sedang tidak ingin di wawancarai, jadi mohon pengertiannya" ucap Ferdian, Asisten pribadi Danu. Pria itu segera membukakan pintu mobil agar Danu bisa masuk kedalam nya.


*

__ADS_1


Setelah menghindar dari kejaran para wartawan, akhirnya Leon berhasil memasuki mobilnya bersama Bagas. Pria itu menyandarkan kepalanya, ia bukan tidak ingin menjawab pertanyaan para wartawan hanya saja menurut Leon belum saatnya.


"Apa tanah yang tuan beli itu untuk nyonya muda tuan ?" tanya Bagas.


__ADS_2