Satu Malam Dengan Milliader

Satu Malam Dengan Milliader
SMDM-Bab 31


__ADS_3

"Tunggu" teriak Cameli membuat langkah kaki Ayu kembali berhenti.


Ayu menoleh, menatap wajah Cameli dengan tatapan penuh kekesalan. Mau apa lagi wanita itu, pikir Ayu.


"Aku tau sejak tadi kau mengikuti mobil Leon, apa kau sedang mengejar Leon saat ini ?" ucap Cameli sambil tersenyum sinis.


"Bukan urusan mu" ketus Ayu.


"Haha" Cameli justru tertawa mendengar jawaban Ayu "Aku tau kamu dekat dengan Leon, dan aku sangat tidak menyangka kalau Leon akan tertarik pada wanita belas Danu seperti mu" Cameli menunjuk dada Ayu.


Ayu menggertakkan giginya demi menahan amarah yang sudah di ubun-ubun.


"Aku tau rumor kalau Leon sering bergonta-ganti pasangan, tapi aku tidak peduli karena aku mencintai Leon" jelas Cameli lagi.


"Dan menurutku Leon lebih pantas bersanding dengan ku, sama-sama anak orang kaya yang terpandang" Cameli terus saja bicara.


"Nona Cameli yang cantik" Ayu tiba-tiba memotong ucapan Cameli "Mari kita bersaing, siapa yang memang pantas mendampingi Leon"


Setelah mengatakan itu Ayu kembali berbalik dan berjalan pelan.


"Ok, mari kita lihat siapa pemenangnya" teriak Cameli tapi tidak di hiraukan oleh Ayu.


Melihat Ayu yang tidak merespon, Cameli merasa kesal. Ia pun mengejar Ayu karena belum puas untuk mempermalukan wanita itu.


Selama ini ia diam saja saat mendapatkan kabar kalau Ayu sering datang ke perusahaan Leon, dia tidak terima karena Cameli sudah lama menaruh rasa pada Leon.


*


*


Di lain tempat, Leon baru saja mendapatkan kabar kalau Ayu sedang ribut dengan Cameli di depan sebuah restoran. Dengan gerakan cepat Leon meninggalkan ruangannya lalu segera menuju mobil.


Ia ingin tau apa yang membuat Ayu dan Cameli bertengkar, dan yang menjadi pertanyaannya kenapa bisa Ayu berada disana.


"Apa yang telah kamu lakukan Yu ?" gumam Leon dengan kedua mata yang terus fokus ke jalanan..


*


*

__ADS_1


Cameli berhasil meraih tangan Ayu, membuat wanita itu kembali berbalik dan menatap Cameli dengan tajam.


"Menurutku Leon tidak akan mau dengan wanita bekas seperti mu, apalagi dengan kejadian di malam pertunangan mu, pria manapun pasti akan merasa jijik denganmu"


Plak.


Tanpa aba-aba, Ayu menampar pipi Cameli cukup keras. Membuat Cameli meringis, telapak tangannya meraba bagian pipinya yang terasa kebas dan sakit.


"Berani nya kau--" tunjuk Cameli pada wajah Ayu.


"Kenapa aku harus takut padamu ?, kamu terlalu banyak bicara nona Cameli yang terhormat makanya tanganku gatal ingin memberi hadiah pada pipi mulus mu" balas Ayu sambil menampilkan senyum licik.


"Kurang ajar,, Dasar wanita murahan" Cameli hendak membalas tamparan Ayu, namun dengan cepat Ayu menghindar.


Hingga tak berapa lama terjadilah pertengkaran antara Ayu dan Cameli, saat ini tubuh Cameli sudah berada di bawah tubuh Ayu, dengan membabi buta Ayu memukul wajah Cameli sampai babak belur.


Bagas yang melihat adegan itu menjadi panik, ia pikir semuanya tidak akan seperti ini. Sementara para pengunjung restoran yang mengenal Cameli mengumpat nama Ayu.


Hingga tak berapa lama Leon tiba, Bagas segera mendekati mobil Leon dengan wajah panik.


"Gawat tuan" ucap Bagas.


"Dia dan nona Cameli sedang bertengkar, saat ini nona Cameli sedang di pukuli oleh Nona Ayu" jelas Bagas


Kedua bola mata Leon melotot, ia pun segera berlari dan cukup terkejut melihat adegan tersebut, istri kecil nya sedang berada di atas tubuh Cameli dengan memberikan pukulan bertubi-tubi.


"Hentikan !!" teriak Leon menggema.


Mendengar suara yang tak asing itu, Ayu menghentikan aksinya, membuat Cameli ada cela membalas perbuatan Ayu. Cameli pun menampar pipi Ayu sekuat tenaga.


"Hentikan nona Cameli" bentak Leon saat melihat istri kecilnya di tampar.


Mata Ayu memanas saat melihat Leon berdiri disana, ia sudah berdiri dari atas tubuh Cameli. Sementara Cameli merasa malu karena saat ini dandanan nya sudah ancur dan kedua pipinya lebam.


"Tuan, wanita ini sudah melakukan tindakan kriminal padaku, aku akan melaporkan nya pada Ayah, dan akan ku pastikan dia mendekam di penjara seumur hidupnya" ucap Cameli pada Leon.


"Dia duluan yang memulai, aku tidak akan melakukan ini kalau dia tidak menyebutku wanita murahan" sahut Ayu dengan suara serak hampir menangis.


Leon menatap wajah istri kecilnya itu, ia percaya kalau Ayu tidak akan membuat masalah duluan.

__ADS_1


"Bagas, bawa Ayu masuk ke restoran" pinta Leon dengan tegas.


"Baik tuan" balas Bagas "Mari nona, ikut saya !"


Cameli menganga melihat Leon memperlakukan Ayu seperti itu, ia pikir Leon akan marah-marah pada Ayu, karena telah membuat kekacauan.


Semua orang yang berdiri disana juga kaget saat Leon justru menyuruh Bagas membawa Ayu masuk, sementara Cameli terus di biarkan di luar.


"Tuan, apa yang anda lakukan ? kenapa dia di suruh masuk ? dia sudah menamparku ? dan dia wanita murahan"


"Cukup nona Cameli" bentak Leon menggema "Asal anda tau, wanita yang kau sebut wanita murahan itu adalah istriku"


Cameli membuka mulutnya saking terkejut, begitu pun yang lain. Mereka tidak salah dengarkan kalau Ayu adalah istrinya Leon. Pria yang tadi mengusir Ayu menjadi ketar-ketir.


"Dan satu lagi kerja sama antara perusahaan kita batal, aku tidak mungkin bisa kerja sama dengan orang yang sudah menghina istriku"


Setelah mengatakan itu, Leon berlalu dari hadapan Cameli.


*


*


Saat ini Ayu duduk di sebuah ruangan, ia akan di interogasi oleh suaminya sendiri.


"Kenapa kamu bisa berada di sini ? apa kamu mengikuti mobilku ?" tanya Leon.


"Siapa bilang kalau aku mengikutimu, kurang kerjaan tau gak" balas Ayu


"Kenapa kita berada di ruangan ini, tadi saat aku hendak masuk mereka melarangku" ucap Ayu membuat Leon menyipitkan matanya.


"Siapa yang melarangmu masuk ?" tanya Leon.


"Adalah, udah ah gak penting, lagian mereka mau kamu apakan, restoran ini kan bukan punya kamu"


Bagas terkekeh mendengar ucapan Ayu "Nona Ayu Restoran ini milik suami anda" sahut Bagas.


"Apa ?" pekik Ayu sambil menatap Leon.


"Aku akan mengalihkan restoran ini menjadi atas nama kamu, asal kamu mau menurut padaku sebagai seorang istri"

__ADS_1


__ADS_2