
Ayu keluar dari kamar mandi, ia melemparkan handuk yang ia gunakan untuk mengeringkan rambutnya ke tempat tidur.
Matanya menatap sekitar kamar itu, kemewahanya sangat berbeda dengan kamar sebelumnya. Membuat Ayu mendengus kesal.
"Bisa-bisanya mereka salah memeberiku kamar" gumam Ayu.
Selesai berganti pakaian Ayu ingin turun kebawah untuk sarapan, ia juga berencana ingin berbicara sebentar dengan Leon. Banyak yang ingin dia bahas bersama pria itu.
Saat berada di meja makan, Ayu tak melihat Leon disana. Ia pikir suaminya itu sudah sarapan dulu tapi ternyata Ayu salah besar.
"Dimana dia ?" tanya Ayu pada Liya yang saat itu sudah berdiri di dekatnya.
"Siapa yang anda maksud nyonya ?" Liya justru balik bertanya dengan bingung.
"Ya siapa lagi kalau bukan suamiku"
Liya menganggukan kepalanya berulang kemudian kembali berkata "Tuan Leon ada di ruang tamu nyonya"
"Oh"
Ayu berjalan meninggalkan Liya, menuju ruang tamu dimana suaminya berada. Dan benar saja disana Ayu melihat Leon sedang membaca sebuah koran, kaki kanannya ia tumpu di kaki kiri.
Pagi ini Leon terlihat sangat tampan, menggunakan kemeja berwarna putih yang di lapisi rompi berwarna hitam.
"Kau sudah turun ternyata" ucap Leon tanpa mengangkat kepalanya, ia sudah menyadari kehadiran Ayu disana.
Ayu mengepalkan tangannya, melihat betapa acuhnya pria itu. Ia berjalan mendekat lalu duduk di sofa bersebrangan dengan Leon.
"Ku pikir suamiku belum bangun, ternyata dia sudah duduk manis disini" ucap Ayu dengan nada semanis mungkin
"Maafkan istrimu karena terlambat turun, tadi aku sedang membayangkan betapa ganasnya kelakuanmu semalam" lanjut Ayu lagi yang sengaja membesarkan suaranya supaya Liya mendengar.
Kening Leon mengkerut mendengar ucapan Ayu "Kau sendiri yang datang ke kamarku, jadi jangan salahkan aku jika aku memakanmu dengan buas. Sama seperti yang ku lakukan malam itu"
Ayu menganga lebar, jadi pria yang bersamanya malam itu adalah Leon. "Jadi yang bersamaku malam itu kamu?" pekik Ayu.
"Hemmm" jawab Leon dengan santai, ia menatap wajah Ayu biasa saja. Tidak peduli kalau wanita itu begitu terkejut.
"Apa ini juga alasanmu menjadikan aku seorang istri ?"
__ADS_1
Leon hanya diam saja, walau ucapan Ayu memang ada benarnya kalau ia menikahi Ayu karena kejadian malam itu. Leon pikir tidak penting menjawab ucapan istri kecilnya itu.
"Ok tak masalah jika kamu tak mau menjawab" Ayu menarik napas dalam lalu kembali melanjutkan ucapannya "Lalu bisakah aku mengajukan beberapa persyaratan untuk hubungan kita ini ?"
"Katakan saja apa keinginanmu ?" jawab Leon lemah "Tapi aku tidak yakin kalau aku akan setuju dengan persyaratan darimu" sambung Leon lagi.
"Persyaratannya sangat mudah kok, maksudku jika kamu ingin mengatakan sesuatu langsung beri tahu saja aku, jangan ke orang lain" balas Leon sambil melirik ke arah Liya yang berdiri tidak jauh dari mereka.
"Saya tau itu, tapi usiamu saat ini baru 19 tahun, aku takut kamu belum mengerti apa-apa."
"Ini tidak ada hubungan dengan umurku, aku sudah dewasa jadi aku bisa membedakan mana yang buruk dan yang baik" ujar Ayu dengan marah, bisa-bisanya Leon meremehkan dirinya yang baru berusia 19 tahun.
Leon terkekeh mendengar jawaban Ayu, menurutnya istri kecilnya itu sangat lucu.
"Liya" panggil Leon pada seseorang kepercayaannya untuk menjaga Ayu.
"Iya tuan muda" jawab Liya dengan sopan.
"Jaga dia dengan baik selama aku pergi"
"Baik tuan muda"
"Dan kau" Leon menatap wajah Ayu "Saat ini kamu masih dalam hukuman, jadi jangan sekali-kali kamu melanggarnya"
"Tapi aku belum selesai bicara, bahkan aku baru saja mengatakan persyaratan yang pertama, jadi masih ada yang kedua dan selanjutnya"
"Ya sudah katakan sekarang ! Aku masih banyak urusan lain" jawab Leon dingin.
"Persyaratan yang kedua adalah, bisakah kamu menyuruh Liya mengganti pakaianku di lemari. Disana pakaiannya begitu seksi dan aku tidak terbiasa memakai itu" jawab Ayu sedikit malu.
"Ok baik nanti Bagas yang akan mengurusnya, kau bisa minta Bagas mencarikan pakaian yang kau inginkan"
Ayu tersenyum, tadi saat pindah kamar dan melihat lemari ia begitu terkejut melihat pakaian seksi yang bergantungan disana.
"Sekarang aku harus pergi, kamu jangan bikin masalah pergi !" ucap Leon memperingati.
"Ok"
Leon melangkahkan kakinya meninggalkan Ayu sendiri, di ikuti oleh Liya yang mengantar Leon menuju mobil.
__ADS_1
Dua orang penjaga sudah berdiri disamping mobil Leon, Sebelum memasuki mobil yang pintunya sudah terbuka Leon berhenti sejenak.
"Kau turuti apa saja yang istriku inginkan !, jangan buat dia merasa jenuh tinggal disini" ucap Leon
"Baik tuan muda" balas Liya, ia menyadari kalau Leon menyayangi Ayu.
Setelah itu Leon memasuki mobil, Liya menatap mobil itu sampai menghilang dari pandangan. Barulah Liya kembali masuk kedalam rumah.
Liya mendekati Ayu lagi. "Apa anda tidak sarapan dulu nyonya ?" tanya Liya.
"Sebentar lagi" jawab Ayu tanpa mengalihkan tatapannya dari layar ponsel.
"Kalau begitu saya bersihin kamar nyonya dan tuan Muda dulu, kalau nyonya perlu apa-apa panggil saya nyonya !"
"Hemmmm"
Mata Ayu terus menatap ke layar ponsel, mengklik nomor Leon, dan mulai mengetik sesuatu di ponselnya.
"Tuan muda" pesan singkat itu Ayu kirimkan ke nomor suaminya.
Leon yang sedang fokus menatap layar laptopnya, menoleh sekilas saat mendengar ponselnya berbunyi. Leon mengernyit saat melihat sang istri mengirimnya pesan.
Leon mengangkat ponselnya, lalu membaca pesan itu.
"Apa ?" balas Leon.
"Menurut kabar yang beredar di luar sana, kamu sering berganti wanita setiap malamnya ? Apa itu semua benar ?"
Usai membaca pesan itu, Leon kembali meletakkan ponselnya. Ia tidak ingin membalaslnya lagi. Tanpa di beri tahupun Leon sudah tau kalau di luar sana kabar tentang dirinya yang sering berganti pasangan sudah beredar. Tapi Leon tak menanggapi.
"Setelah mengantar saya ke kantor, kalian kembali lagi kerumah itu !" pinta Leon pada dua pengawalnya.
"Baik tuan muda"
"Dan kalian awasi istri saya, beri tahu padaku apa saja yang ia lakukan. Saya tidak ingin dia kembali menemui Danu"
Satu pengawalnya menoleh lalu menatap Leon. "Apa tuan muda mencurigai Nyonya muda saat ini ?".
"Tidak, aku hanya ingin memastikan dia tak menemui mantan pacarnya itu, kemudian membuat masalah, saya sibuk dengan pekerjaan jadi saya tidak mau di repotkan oleh masalah lain"
__ADS_1
Leon menjadi diam, ia tak lagi mengatakan apa-apa.