
Ayu menarik napas panjang, kembali memikirkan cara supaya bisa mencari alasan yang tepat untuk Zela. Ia yakin sahabatnya itu akan terus bertanya kenapa ia berada di perusahaan Leon.
"Kenapa juga Zela harus melihat ku disini" gumam Ayu kesal.
Ia melirik jam tangan yang melingkar di tangannya, sudah hampir satu jam ia menunggu namun sang suami belum juga kembali. Membuat Ayu bosan. Ia pun berniat untuk jalan-jalan sekeliling kantor.
Ceklek.
Sekretaris Leon yang sedang duduk di ruangannya bergegas keluar untuk melihat siapa yang membuka pintu kerja Leon.
"Anda mau kemana Nona ?" tanya wanita itu dengan sopan pada Ayu.
"Aku bosan di dalam terus, jadi aku ingin jalan-jalan" jawab Ayu.
"Silahkan kalau begitu nona, tapi jangan lama-lama. Karena tuan muda tidak akan lama lagi akan kembali"
Ayu menganggukkan kepalanya, ia pun berjalan meninggalkan sekretaris itu, melangkah dengan pelan menyusuri lantai bersih tersebut.
Namun tiba-tiba saja langkah kaki Ayu berhenti dengan kedua mata memanas saat ia melihat sang suami sedang mengobrol dengan wanita seksi.
Wanita itu berdiri membelakangi Ayu, jadi Ayu tidak bisa melihat bagaimana bentuk wajah wanita itu. Leon juga tidak menyadari kehadiran Ayu karena terlalu asik bicara dengan wanita seksi itu.
"Tuan muda adalah pria yang sangat baik" ucap wanita berpakaian seksi itu sambil mengelus bagian dada Leon "Terima kasih karena bersedia makan siang dengan ku"
"Ini yang katanya meeting penting" batin Ayu geram saat melihat wanita itu membelai dada sang suami, apalagi Leon tak sedikitpun menghindar.
"Sama-sama Nona, saya juga senang karena anda bersedia datang keperusahaan saya" balas Leon.
"Memangnya apa kelebihan wanita ini ?" kembali Ayu membatin.
Ayu terus menatap interaksi antara Leon dengan wanita berpakaian seksi itu. Ia menggertakan giginya sambil menahan air mata supaya tidak keluar.
"Dasar buaya" gumam Ayu seraya mengikuti langka kaki Leon bersama wanita seksi itu.
__ADS_1
*
*
Ternyata Leon mengantar wanita itu ke lobby perusahaan, di depan sana sudah ada Bagas yang menunggu seraya membukakan pintu mobil.
"Nona Cameli silahkan masuk mobil ! sekretaris saya yang akan mengantar anda" ucap Leon.
Cameli terkejut, ia langsung menatap Leon dan memegang lengan nya "Kenapa begini tuan muda ?, bukankah tadi anda sudah berjanji akan menemani saya makan siang ?" tanyanya heran.
Segera Leon menarik tangannya yang di pegang Cameli "Maafkan saya nona, tapi saya baru ingat kalau ada pekerjaan yang harus saya kerjakan sekarang" jawab Leon.
Kemudian Leon menatap ke arah Bagas "Antar nona Cameli dengan selamat Gas !" pinta Leon
"Baik tuan muda" balas Bagas "Silahkan nona ! saya yang akan mengantar anda" ucapnya pada Cameli.
Cameli mendengus kesal, padahal tadi ia sudah sangat senang karena Leon menerima ajakannya untuk makan siang bersama. Namun tak menyangka kalau Leon membohonginya seperti ini.
Tanpa mengucapkan kata-kata lagi, Cameli memasuki mobil yang pintu nya sudah di buka oleh Bagas.
"Apa Ayu sudah sampai ?" tanya Leon.
"Sudah tuan, kata Tari nona Ayu sudah meletakkan berkas-berkas tuan lalu keluar lagi" jawab Bagas.
Leon mengernyitkan dahinya. "Ayu sudah pulang ?" tanyanya lagi
"Mungkin saja tuan, saya tidak bertanya lagi"
"Kenapa kalian biarkan dia pulang" Leon mengusap wajahnya dengan kasar, kemudian kembali ke lift untuk keruangannya.
*
*
__ADS_1
Di lain tempat, Ayu duduk di mobilnya, ia menunggu mobil sang suami lewat. Ia akan terus mengikuti kemana Leon dan wanita itu makan siang.
Tidak berapa lama apa yang di tunggu Ayu datang juga. Mobil Leon baru saja melewati mobilnya. Dan dengan kecepatang sedang ia mengikuti mobil Leon.
"Katanya, dia tidak pernah menjalin hubungan dengan wanita lain. Tapi ini apa ?, di elus dada saja, kamu langsung diam" gerutu Ayu, dan tanpa terasa air matanya sudah mengalir.
Ayu menjaga jarak aman supaya tidak ketahuan oleh Leon kalau ia mengikuti nya. Padahal di dalam sana itu Bagas bukan Leon.
Tidak berapa lama mobil Leon berhenti di depan sebuah restoran super mewah. Seorang pria yang memakai rompi hitam membukakan pintu mobil kemudian membungkukkan badannya.
Lagi-lagi Ayu tak melihat kalau pria itu adalah Bagas, di pikirannya hanya Leon sang suami yang sedang bersama wanita itu.
Ayu pun ikut memarkirkan mobilnya, ia membanting pintu mobil dengan keras setelah ia keluar. Namun saat hendak melangkah masuk seseorang menghalangi jalannya.
"Minggir !" pinta Ayu dengan suara tegas.
"Maaf Nona, tempat ini bukan tempat untuk kalangan biasa, semua tamu yang masuk kesini adalah orang kaya semua"
Ayu mengumpat kesal, ia menyesal kenapa memakai pakaian ini, coba tadi kalau ia memakai pakaian bermerek semua pasti sudah di izinkan masuk.
"Sialan !" umpatnya dalam hati.
Ayu memutar tubuhnya hendak kembali ke mobil, namun langkahnya kembali terhenti saat melihat Cameli baru saja keluar dari mobil. Ayu pikir wanita itu sudah masuk sejak tadi.
"Kenapa kembali ?" Cameli tersenyum mengejek pada Ayu "Pasti kamu tidak di izinkan masuk ya ?, restoran ini hanya menerima orang-orang kaya, bukan rakyat jelata seperti mu" sambung Cameli lagi, ia tidak tahu saja kalau Ayu adalah istri Leon, pria yang ia incar selama ini.
"Silahkan masuk nona Cameli" ucap penjaga tadi.
Cameli kembali tersenyum ke arah Ayu "Lihat mereka memperlakukan aku dengan baik, tidak seperti mu Nona Ayu"
Kening Ayu mengernyit "Dari mana kamu tahu nama ku ?"
"Siapa yang tidak mengenal mu, wanita yang berselingkuh tepat di hari pertunangan" jelas Cameli "Oh ya bagaimana kabar hidupmu setelah di usir oleh Ayah mu sendiri ?"
__ADS_1
"Tutup mulut mu" tunjuk Ayu dengan marah "Jangan banyak bicara ! anda tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi"
Setelah mengatakan itu Ayu langsung berlalu pergi, ia tidak ingin membuang-buang waktu untuk meladeni wanita seperti Cameli.