Satu Malam Dengan Milliader

Satu Malam Dengan Milliader
SMDM-Bab 09


__ADS_3

Plaaaak.


Sebuah tamparan yang cukup keras Ayu berikan di pipi Danu, laki-laki itu pantas menerima semua ini.


"Itu bukan urusan mu, biarpun aku terlalu menginginkan sebuah pernikahan kau tidak berhak menghinaku. Selama ini aku terlalu bodoh sampai percaya pada ucapan manismu" ucap Ayu dengan suara bergetar. Dadanya semakin terasa sesak.


"Dasar Bajingan !" teriak Ayu menggema.


"Sial !" umpat Danu menahan amarahnya, selama ini tidak ada yang berani menampar pria itu apalagi seorang wanita. Telapak tangan Danu mengelus pipi nya karena terasa kebas.


"Beraninya kau menamparku hah ? Kau tidak tau ya apa konsekuisinya karena sudah berani melakukan ini padaku"


Ayu meringis saat merasakan cengkraman tangan Danu yang cukup kuat.


"Lepaskan aku Danu ! kamu tidak punya hak untuk menyentuh ku lagi" kata Ayu berusaha melepaskan tangannya dari cengkraman tangan Danu. Tapi semakin Ayu berontak Danu akan semakin kuat mencengkram tangan wanita itu.


"Tidak punya hak katamu" Danu menyeringai, ia mengangkat wajah Ayu menggunakan jari telunjuknya. "Apa kau melupakan kejadian malam itu ?, bukankah malam itu aku meminta tubuhmu ini hah ? dan kau dengan senang hati akan menemuiku di kamar hotel" sambung Danu sambil tertawa. Ia pun melepaskan wajah Ayu dengan gerakan kasar.


"Dasar wanita murahan" hardik Danu lagi.


"Dulu kau selalu menolakku jika aku meminta semuanya. Bahkan ciuman saja kau tolak. Tapi aku tidak menyangka kalau kau justru memberikannya pada pria lain" bisik Danu di telinga Ayu. Membuat tubuh wanita itu menegang seketika.


"Itu karena kalian yang menjebakku, dengan memberikan obat perangsang di minumanku" balas Ayu


"Jangan banyak bicara Yu ! Sekarang katakan saja siapa pria yang bersama mu malam itu !"


"Sampai kapanpun aku tidak akan menjawab pertanyaanmu" balas Ayu kemudian, matanya menatap pria yang ia cintai selama ini dengan tatapan penuh kebencian.


"Dan asal kamu tau, jatuh cinta denganmu adalah hal paling hina yang pernah ku lakukan dalam hidupku" sambung Ayu lagi.


Jika dulu Ayu tidak pernah terbuai dengan ucapan manis Danu, mungkin semua ini tidak akan terjadi. Ia akan tetap menjadi putri kesayangan sang Papa.


Tapi sekarang karena pria itu, ia kehilangan segalanya. Kehilangan cinta yang selama ini ia berikan pada Danu.


"Benarkah ?" Danu kembali menampilkan senyum menjengkelkan. "Jika saja dari awal harta tuan Samuel sudah menjadi milik Nadine, aku tidak akan pernah melirikmu. Lagian Nadine lebih cantik dari kamu"


Dada Ayu terasa berdebar dengan degup jantung yang begitu kencang, rasanya begitu sakit mendengar ucapan pria itu.


"Lihat rumah ini Yu ! Apakah kamu berpikir rumah ini aku bangun untukmu ? Dan apakah kamu berpikir kalau kamu akan menjadi ratu di rumah ini" ucap Danu sambil tertawa


"Bukan Yu, rumah ini akan menjadi istana untuk ku dan Nadine, dan dia yang akan menjadi ratu di rumah ini bukan kamu"

__ADS_1


Air mata Ayu kembali menetes dengan deras, membasahi pipi mulusnya. Semua ucapan Danu bagai belati tajam yang sudah menusuknya. Sakit dan sangat sakit.


"Harusnya memang aku tau dari awal semua ini, harusnya aku tau kalau cintamu selama ini hanya palsu" balas Ayu seraya tersenyum kecut.


Ayu kembali menatap rumah dua lantai yang begitu mewah dan megah itu. Selama ini ia dan Danu merancang desain dan warna nya bersama. Ayu pikir ia akan benar-benar menjadi ratu di rumah itu.


"Danu apakah kamu tau kenapa hari ini aku menemuimu ?" tanya Ayu dengan suara serak.


"Tentu saja aku tau, kamu pasti memintaku supaya aku tidak mencampakanmu" jawab Danu dengan Pede nya. Ia menatap wajah cantik Ayu "Tapi percuma kau melakukan ini, karena aku mencintai Nadine bukan kamu"


Ayu terkekeh pelan, ingin rasanya ia memberi tau semua orang kalau dirinya tidak akan berharap lagi pada pria itu.


"Kau salah Danu, aku kesini untuk mencampakkan kamu. Dan ku pikir kamu dan Nadine adalah pasangan yang cocok, sama-sama bodoh"


Ayu membalikan badannya dan mengambil jus jeruk yang ia beli tadi, membuka bungkusnya lalu menyiramkan jus itu ke tubuh Danu.


Danu terkejut melihat aksi Ayu, sang sopir langsung berlari mendekati Danu


"Anda tidak apa-apa Tuan ?" tanya Sang sopir


"Bawa wanita ini ke penjara ! Dia pasti sudah gila" teriak Danu dengan suara mengerikan.


Ayu berontak saat pria itu membawa Ayu. Sekuat tenaga ia ingin melepaskan diri, tapi tetap kekuatan Ayu tak bisa mengalahkan pria itu.


"Hei lepaskan aku" ucap Ayu.


"Diamlah ! Atau anda mau saya menyakitimu"


Mendengar hal itu Ayu terdiam, ia menurut saat pria itu membawanya ke kantor polisi.


Sore itu ia di tahan, dan katanya Ayu di tahan selama 15 hari. Ayu tidak terima apalagi ia tidak melakukan kejahatan.


"Harusnya anda berhati-hati nona, saya kasihan padamu karena harus di tahan seperti ini hanya karena menyiram jus ke tuan Danu" ucap seorang petugas membuat Ayu semakin kesal.


"Sebentar lagi akan ada seseorang yang akan mengeluarkan saya dari sini" balas Ayu.


Petugas itu tersenyum, seolah tak percaya dengan ucapan Ayu.


"Sudah sana telepon keluargamu ! Dan suruh orang itu datang untuk menebus kamu yang malang ini" ucap petugas itu lagi.


Ayu langsung mengambil ponselnya, ia mencari nomor telepon Bagas dan langsung melakukan panggilan.

__ADS_1


"Halo nona , ini sudah hampir jam 06 dan anda belum memberikan keputusan. Tuan Leon sudah menunggu dari tadi. Sekarang tolong berikan keputusannya segera nona !" ucap Bagas di seberang sana.


Ayu mendesah kesal saat mendengar Bagas bicara panjang lebar tanpa memberikan kesempatan padanya terlebih dahulu.


"Saya sudah ada jawabannya, tapi saat ini saya di tahan di kantor polisi. Jika tuan Leon bisa membebaskan saya sekarang saya mau menikah dengan nya" balas Ayu.


"Mengapa anda bisa di tahan ?"


"Nanti akan saya jelaskan, yang penting tolong bebaskan saya sekarang"


"Itu hal yang gampang nona, tunggu sebentar saya akan mengurusnya"


Panggilan pun terputus, Ayu bernapas legah. Ia yakin Leon pasti bisa membebaskan dirinya saat ini.


Selang lima belas menit, seorang pria berseragam cokelat yang begitu gagah datang dengan marah-marah. Petugas yang tadi meremehkan Ayu menunduk ketakutan.


"Dasar tidak berguna, kenapa kamu menahan wanita ini, asal kamu tau dia adalah calon istri tuan Leon, orang paling berkuasa di negara ini" bentak pria berseragam itu.


"Maaf komandan, saya hanya menjalankan tugas"


"Bebaskan sekarang, karena Sekretaris tuan Leon akan segera menjemputnya"


"Baik komandan"


Pintu besi itu terbuka, membuat Ayu langsung keluar. Baru beberapa jam disana ia sudah merasa pengap dan tidak betah.


Dan benar saja tak berapa lama Bagas datang menjemputnya.


"Ayo pergi nona, tapi di luar banyak wartawan" ucap Bagas


"Saya akan menghadapi mereka" balas Ayu yakin.


Bagas mengangguk, mereka berjalan berdampingan. Dan benar saja di luar kantor polisi sudah banyak wartawan yang menunggu dirinya.


"Nona Ayu saya dengar anda di usir dari rumah anda sendiri ? dan saat ini anda sedang mencari tuan Danu" tanya seorang wartawan.


"Kenapa anda selingkuh nona ? Apa anda tidak malu melakukan semua ini ?"


Mendengar pertanyaan para wartawan yang begitu tajam. Ayu hanya tersenyum.


"Saya akan menjawab pertanyaan kalian semua. Ya saya memang selingkuh, dan kenapa saya melakukan ini karena saya tau kalau Danu bukanlah pria yang baik. Menurut saya bukan saya yang harusnya malu, tapi Danu dan adik saya Nadine lah yang harus merasakan semua itu"

__ADS_1


__ADS_2