Satu Malam Dengan Milliader

Satu Malam Dengan Milliader
SMDM-Bab 33


__ADS_3

Pikiran Leon terus tertuju saat istrinya mengatakan tentang kon_dom dengan wajah memerah. Membuatnya terkekeh lucu akan hal itu.


"Apa Nona Ayu menyukai itu Tuan ?" Tanya Bagas, namun Leon langsung memberikan tatapan tajamnya membuat Bagas langsung menunduk.


"Permisi tuan, saya akan segera membelinya" pria itu pun pergi, ia tidak ingin mendapat kemarahan dari Leon.


Saat kepergian Bagas, ponsel Leon berbunyi. Pria itu melihat siapa yang menghubunginya. Tertera nama Tuan Charles disana, Leon yakin pria itu tidak terima putrinya di perlakukan buruk seperti tadi.


Setelah menggeser menu hijau, Leon menempelkan ponselnya ke daun telinga. Hingga terdengar suara Tuan Charles yang dingin dan tak bersahabat. Tapi Leon tidak peduli ia tidak takut sedikitpun.


"Itu salah putrimu sendiri, dia telah melukai istriku jadi wajar jika aku membatalkan kerja sama ini" balas Leon tak kalah dingin.


Mendengar ucapan Leon, tuan Charles sangat marah, "Tapi tuan Leon anda tidak seharusnya melakukan ini, anda tau kalau putriku sangat berharga. Bagaimana bisa anda membiarkan dia di pukuli di depan orang banyak"


"Dia memang pantas menerima semua itu" usai mengatakan itu Leon langsung menutup sambungan telepon. Ia membalikkan tubuhnya dan melihat Bagas sudah berdiri disana sambil membawa kantong plastik besar.


"Tuan, apa tuan yakin akan membatalkan kerja sama dengan perusahaan nona Cameli, karena jika tuan membatalkan kerja sama, saya yakin tuan Charles akan bekerja sama dengan perusahaan Maheswara" jelas Bagas.


"Saya yakin" jawab Leon dengan tegas "lagian putri nya sudah menghina istriku, itu sama saja dia menghina ku" sambung Leon lagi.


Bagas diam, ia tahu bagaimana kekuasaan Leon di negara ini. Wajar jika pria itu marah karena Cameli telah menghina istri kecilnya.


"Mana barang yang aku minta ?" Tanya Leon .


"Ini tuan" jawab Bagas seraya menundukkan kepalanya, membuat Leon mengernyit heran karena menangkap ekspresi aneh pada wajah Bagas.


"Kau kenapa ?" Leon kembali bertanya.


Bagas menarik napas panjang sebelum akhirnya menjawab "tuan bisakah lain kali anda meminta yang lain saja membeli barang ini ?, Saya benar-benar malu tuan" jelas Bagas, masih teringat dengan jelas bagaimana ekspresi semua orang saat ia membeli kon_dom dalam segala merk.


Leon menahan tawanya mendengar penjelasan asistennya itu, kemudian mengambil melihat isi dalam kantong plastik itu. Sudut bibir Leon benar-benar terangkat saat melihat kon_dom dalam segala merk.

__ADS_1


"Merk apa yang Ayu sukai ?" Tanyanya pada diri sendiri.


********


Di lain tempat, entah sudah berapa kali Ayu bersin-bersin hingga membuat hidungnya memerah. Liya yang sejak tadi berdiri di dekatnya menjadi khawatir dengan kondisi Ayu.


"Nyonya, apa anda baik-baik saja ?" Tanya Liya.


"Aku tidak tahu, mungkin seseorang sedang membicarakan ku" jawab Ayu sambil menggosok hidungnya.


"Sepertinya tuan muda yang sedang membicarakan anda nyonya"


Ayu tercengang, ia menatap Liya "untuk apa dia membicarakan ku ?"


"Sepertinya tuan muda sedang membicarakan saat nyonya mengantar berkas ke perusahaan" balas Liya lagi "Oh ya, apa nyonya melihat sesuatu yang aneh tadi ?"


"Tidak, tapi aku melihat seorang pria yang mencurigakan dan wanita yang bersamanya"


"Seorang wanita ?" Kening Liya mengkerut dalam.


Liya semakin di buat terkejut sekaligus penasaran, wanita mana yang sudah di pukul oleh nyonya nya itu.


"Siapa nama wanita itu nyonya ?" Tanya Liya antusias.


"Cameli" jawab Ayu cepat.


Kedua bola mata Liya membulat, ia tentu kenal dengan Cameli pemilik perusahaan cream pemutih yang sangat terkenal. Menarik napas panjang, Liya tidak menyangka kalau Ayu berani memukuli wanita itu.


"Apa tuan muda marah pada Nyonya karena memukul nona Cameli ?"


"Tidak, Leon justru marah padanya karena menghina ku"

__ADS_1


"Itu berarti tuan muda sangat mencintai anda nyonya"


Ayu terdiam saat mendengar ucapan Liya, ia menikah dengan Leon karena sebuah perjanjian. Jadi benarkah kalau Leon mencintainya ?.


Setiap bulan Leon akan memberi Ayu uang sebagai perjanjian, dan Ayu menyukai hal itu. Tapi ada satu hal yang Ayu tidak suka yaitu melahirkan bayi untuk Leon.


Dia tidak menginginkan hal ini, apalagi jika adegannya sama seperti di novel-novel, setelah ia melahirkan seorang bayi ia akan di beri uang yang banyak di suruh pergi yang jauh. Setelah itu Ayu tidak akan bertemu lagi dengan bayinya.


Membayangkan saja sudah membuat Ayu sengsara, apalagi jika ia benar-benar mengalami hal itu.


Tidak, ia harus mencari cara untuk membatalkan perjanjian ini. Memikirkan hal ini, Ayu berdiri dari duduknya lalu berkata.


"Aku keluar dulu Liya, aku janji akan pulang sebelum makan malam"


********


Ayu melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, kemudian menghentikan mobil mewah itu di depan tokoh perlengkapan dewasa. Entah apa yang sedang ia pikirkan sampai ia mendatangi tempat ini.


Ayu memasuki tokoh itu, wajahnya memerah dan detak jantungnya sangat cepat saat matanya melihat benda-benda yang menurutnya aneh tapi berhasil membuat pikirannya melayang.


"Ada yang bisa saya bantu nona ?" Tanya seorag pelayan pada Ayu.


"Beri aku majalah dewasa dan kon_dom" jawab Ayu setengah berbisik...


Setengah jam kemudian, Ayu keluar dari tokoh itu sambil membawa sebuah plastik besar. Wanita itu berjalan tergesa-gesa hingga hampir menabrak seseorang.


"Permisi" ucap Ayu kemudian berlari menuju mobilnya.


Seorang tampan melepas kaca matanya, ia menatap ke arah Ayu yang sedang berlari menuju mobilnya.


"Nona Ayu" ucapnya hingga membuat wanita yang berdiri di sampingnya menoleh.

__ADS_1


"Apa dia nona Ayu yang di kabarkan selingkuh itu Hary ?" Tanya wanita itu.


"Bukan, aku salah lihat" jawab Hary cepat


__ADS_2