Satu Malam Dengan Milliader

Satu Malam Dengan Milliader
SMDM-Bab 28


__ADS_3

Setelah mandi dan berganti pakain biasa, Ayu keluar kamar. Namun langkahnya langsung terhenti saat melihat Liya memasuki ruang kerja Leon. Karena penasaran Ayu mengikuti.


"Kamu cari apa ?" Tanya Ayu mengagetkan Liya, bahkan wanita sampai mengelus bagian dadanya.


"Anda mengagetkan saya Nyonya" balas Liya "Ada berkas tuan muda yang ketinggalan, saya di suruh mencari dan mengantarnya ke perusahaan" jelas Liya lagi.


Ayu berpikir sejenak, sepertinya akan sangat menyenangkan jika hari ini ia datang ke perusahaan sang suami.


"Biar aku saja yang antar" kata Ayu


"Tapi tuan muda menyuruh saya Nyonya, bagaimana kalau tuan marah"


"Dia tidak akan marah, justru dia akan senang kalau istri kecilnya ini berkunjung ke perusahaan"


Tanpa menunggu jawaban Liya, ia segera merampas berkas yang ada di tangan Liya. Keluar dari ruang kerja itu dan menuju kamarnya. Ayu ingin berganti pakaian lagi, tidak mungkin ia memakai pakaian seperti ini.


Tidak menunggu waktu lama, Ayu sudah siap. Ia memakai celana jeans, di padukan dengan kemeja berwarna biru bermotif. Tidak lupa kaca mata hitam dan sebuah topi supaya tidak ada orang yang mengenalinya.


Ayu keluar dari kamar dan mengambil kunci mobil pada Liya, wanita itu tampak pasrah saat Ayu ingin mengantar berkas ke perusahaan. Ia yakin Leon akan mengerti bagaimana sikap Ayu yang keras kepala.


Sebuah mobil mewah yang kini Ayu jalankan melintasi jalanan yang padat, sesekali wanita itu tersenyum seraya mengikuti alunan musik.


* .


* .


Sementara itu di dalam sebuah mobil mewah berwarna hitam, Danu tampak sedang berteleponan dengan seseorang, ia harus terperanjat kaget saat melihat sebuah mobil melintasi mobilnya. Namun bukan mobil itu yang membuat Danu kaget melainkan seseorang di dalamnya.


"Ayu .." gumam Leon. Dan langsung mematikan sambungan telepon.


"Aku tidak salah lihat kan, itu beneran Ayu, ternyata dia masih ada di kota ini"


Leon ingat betul, sejak Ayu di keluarkan dari penjara, wanita itu hilang bagai di telan bumi. Wanita itu menghilang dan banyak meninggalkan masalah di hidup Danu, apalagi sejak tanah yang di incar Danu di dapatkan oleh Leon.


Malam itu Ayu pernah menghubunginya dan membuat Danu langsung berupaya melacak nomor ponsel Ayu, namun usahanya tidak membuahkan hasil, ia tidak bisa mendapatkan dimana keberadaan Ayu sampai saat ini.

__ADS_1


Tanpa pikir panjang Danu menghubungi sekretarisnya, hingga tidak berapa lama sambungan telepon tersambung.


"Apa sudah ada berita tentang Ayu ?, Apa kamu sudah mendapatkan informasi dimana wanita itu tinggal ?" Tanya Danu.


"Belum tuan, saya sudah berusaha melacak keberadaan melalui nomor Hp yang tuan berikan, tapi saya tidak bisa menemukan lokasinya" balas Asisten Danu di seberang sana.


"Tetapi saya yakin kalau Nona Ayu masih ada di kota ini" sambung sang Asisten lagi.


"Benarkah, Ayu masih ada di kota ini ?."


"Benar Tuan"


Segera Danu mematikan sambungan telepon, senyum penuh kelicikan terpancar di wajahnya.


"Kali ini aku akan mendapatkan mu Ayu" gumam Danu kemudian.


Dan tanpa menunggu lama Danu langsung menghidupkan kembali mobilnya, ia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi untuk menyusul mobil Ayu tadi.


Namun lagi-lagi usaha Danu tidak membuahkan hasil, ia kehilangan jejak, membuat pria itu mengumpat penuh amarah.


"Dia cepat sekali bawa mobilnya"


"Aaarrrghhh"


Danu bahkan sampai memukul stir mobil berkali-kali, karena kehilangan jejak Ayu. Padahal tinggal sedikit lagi ia akan mendapatkan wanita itu.


* .


* .


Di lain tempat, Ayu memarkirkan mobil nya di pinggir jalan. Napasnya naik turun dengan perasaaan cemas yang berlebihan.


"Untung aku bisa menghindar, kalau tidak pria brengsek itu pasti sudah menangkapku" gumam Ayu. Ia tidak menyangka akan bertemu mobil Danu tadi.


* .

__ADS_1


* .


Di Perusahaan....


Sudah hampir 30 menit Leon menunggu kedatangan Liya untuk mengantar bekasnya. Tapi sampai sekarang wanita itu belum datang juga padahal meeting akan di laksanakan beberapa saat lagi


Akhirnya Leon menghubungi Liya, untuk memastikan kalau Liya sudah dalam perjalanan.


"Dimana kamu Liya ? Kenapa sampai sekarang belum sampai ?" Tanya Leon.


"Maafkan saya Tuan, bukan saya yang mengantar berkasnya, melainkan Nyonya Ayu"


"Ayu . ?"


"Benar tuan, tadi nyonya memaksa ingin mengantar berkasnya ke kantor Tuan"


Leon menarik napas panjang, kemana saja istri kecilnya itu belum tiba sampai sekarang.


"Ok baiklah"


Tuuut.


Sambungan telepon langsung di putus oleh Leon. Pria itu kembali menggunakan ponselnya untuk menghubungi Ayu.


"Dimana kamu Yu ? Kalau kamu mau bersenang-senang antarkan dulu berkasku ! Apa kau sengaja ingin menunda meeting ku kali ini ?" Ucap Leon menggebu setelah panggilan di jawab oleh Ayu.


"Bukan maksudku ingin menunda meeting pentingmu, tadi aku bertemu dengan Danu jadi aku menggelabuinya supaya tidak menangkapku, karena aku yakin dia mengejarku"


Leon terdiam sejenak, lalu segera memutuskan sambungan telepon. Hingga tak berapa lama Bagas memasuki ruangan Leon.


"Tuan Meetingnya sudah akan di mulai, apa Tuan akan terus menunggu berkas nya ?" Tanya Bagas.


"Tidak, aku bisa menjelaskan semuanya tanpa berkas itu" balas Leon sambil berdiri dari duduknya "Minta dua pengawal untuk menunggu Ayu di Lobbi, dan awasi dia apa ada orang yang mengikutinya ?" Pinta Leon


"Baik Tuan"

__ADS_1


__ADS_2