Satu Malam Dengan Milliader

Satu Malam Dengan Milliader
SMDM-Bab 14


__ADS_3

"Sekarang kamu dimana Yu ?, Kalau kamu tidak punya tempat tinggal kamu bisa tinggal di rumahku, aku janji akan membantumu balas dendam" ucap Zela di seberang sana.


Ayu tersenyum mendengar ucapan Zela, sahabatnya itu begitu peduli padanya. "Terima kasih atas tawaran mu Zel, tapi sekarang aku sudah punya tempat tinggal"


"Dimana ?"


"Di rumah suamiku, aku sudah menikah Zel"


"Apa ?" Pekik Zela kaget, suaranya yang nyaring membuat Ayu menjauhkan ponselnya.


Suasana mendadak menjadi hening. Ayu kembali menempelkan ponsel ke daun telinganya.


"Siapa suamimu Yu ? Atau jangan-jangan kamu menikah dengan pria tua hanya untuk memperoleh tempat tinggal"


Ayu mencibir bagaimana bisa Zela mengatakan hal itu. Suaminya sekarang bahkan jauh lebih tampan dari pada Danu.


"Nanti kamu akan tau sendiri dengan siapa aku menikah" jawab Ayu


"Kenapa tidak sekarang saja kamu memberi tahuku ?"


"Maaf Zel, aku punya perjanjian pernikahan dengannya, jadi aku tidak bisa mengatakan pada siapapun siapa suami ku"


"Hah" terdengar helaan napas panjang di seberang sana "lalu bagaimana perasaanmu dengan Danu ?"


"Lupakan saja pria itu, lagian aku sudah memberi dia pelajaran"


"Maksudnya ?"


"Kemaren aku menemuinya, dan aku menyiram tubuhnya menggunakan ais jus"


Tak berapa lama terdengar Zela tertawa terbahak-bahak, Ayu pun ikut tertawa saat mengingat momen itu. Ia masih sangat ingat bagaimana wajah Danu saat ia siram dengan jus.


"Bagus Yu, kamu tidak boleh lemah. Kamu harus balas pria seperti itu"


"Tentu, aku akan melakukannya"


Beberapa saat kemudian sambungan telepon terputus. Ayu meninggalkan kamar dan menuju ruang tamu. Disana ia duduk di sofa dan memainkan ponselnya.

__ADS_1


Karena tak punya pekerjaan, Ayu memotret cincin berlian yang melingkar di jari manisnya. Ia pun mengunggah di sosial media miliknya. Ayu yakin jika Nadine melihat postingannya, wanita itu akan penasaran dan mencari tau cincin yang ia pakai.


Bahkan sekarang teman-teman kuliahnya saja sudah banyak yang berkomentar, mereka menanyakan apa foto itu asli atau tidak. Tentu saja Ayu tak membalas ia justru tersenyum membaca rentetan kalimat itu.


"Nyonya mudah, sebaiknya gunakan ponsel anda untuk hal yang berguna !, Jangan mengunggah apapun yang bisa membuat semua orang mengetahui pernikahan nyonya dengan tuan Leon" tiba-tiba Liya datang, membuat Ayu cukup terkejut. Ia mengernyit bagaimana Liya bisa tau kalau dirinya habis meng-upload satu foto.


"Tapi ini hanya foto cincin dan jariku, apa itu juga akan membuat Tuan Leon merasa terganggu"


"Tentu saja nyonya"


"Ok aku akan menghapusnya" balas Ayu lagi, kemudian dengan secepat kilat ia menghapus postingan nya beberapa menit yang lalu.


*******


Sementara itu di suatu tempat, seorang pria sedang duduk sembari menunggu seorang dokter mengobati luka di tangannya. Wajahnya yang suram dan penuh dengan amarah.


Saat mengetahui kalau Ayu di bebaskan begitu saja, membuat Danu benar-benar marah. Apalagi Ayu berani menyiram tubuhnya menggunakan air jus.


Dan bukan hanya itu, Danu juga melihat Ayu yang dengan enteng mengatakan kalau dirinya bukan pria yang baik.


"Wanita sialan" Danu menggertakkan giginya dengan senyum muram "Dia pikir dia hebat karena sudah berani bicara di depan umum seperti itu ?. Awas saja aku akan membunuhnya"


"Tuan Danu saya sudah mengobati luka anda, tolong perbannya di ganti setiap hari dan di beri obat" ucap dokter itu.


Nadine yang duduk di samping Danu melirik kearah tangan kekasihnya itu "apa kamu yakin kalau lukanya tidak akan meninggalkan bekas ?" Tanya Nadine pada dokter


"Sangat yakin nona Nadine, obat yang saya berikan adalah obat mahal"


"Ok, tapi ingat jika sampai luka itu membekas bersiaplah untuk kehilangan pekerjaanmu"


"Ba-ik nona" sang dokter menjawab dengan terbata-bata, kemudian pamit untuk pergi.


Sekarang tinggallah Danu dan Nadine, wanita itu mengelus pundak pacarnya itu dengan lembut. "tenanglah sayang ! Kita pasti akan menemukan Ayu" ucap Nadine.


Danu tak menjawab apa-apa, ia masih dalam amarah yang besar.


"Apa kamu akan menyalahkan aku dan Mama karena memberikan Ayu obat perangsang ?" Tanya Nadine, memang malam itu Danu keberatan dengan ide Elsa dan Nadine yang akan memberikan Ayu obat perangsang.

__ADS_1


Danu ingin malam itu cukup beri Ayu obat tidur saja, dan ia yang akan membawa wanita itu ke kamar lain dengan pria yang sudah ia siapkan.


"Aku melakukan itu karena aku tidak ingin melihat mu bersamanya lagi" lanjut Nadine lagi dengan suara lembut.


"Karena aku takut jika kamu terus bersamanya, kamu akan jatuh cinta. Kak Ayu sangat di sayangi oleh Papa, bahkan saham perusahaannya saja semuanya atas nama kak Ayu padahal aku juga anak nya"


Danu menoleh, ia menatap wajah cantik Nadine. Matanya yang nyalang perlahan melembut "Malam itu aku cuman ingin kamu tidak perlu ikut campur, biar aku sendiri yang menuntaskan hubunganku dengan Ayu"


"Aku hanya ingin melakukan yang terbaik untukmu" balas Nadine lagi. "tapi sudahlah sekarang kita tau kan kalau dia selingkuh, bahkan kak Ayu mengatakan sendiri di depan para wartawan"


Mendengar hal itu wajah Danu kembali berubah dingin, ucapan Ayu di depan wartawan kemaren terus terngiang di ingatan nya.


"Aku yakin sekarang dia punya dendam sama kamu" ucap Nadine lagi


Danu mendengus kesal "lihat saja apa yang akan aku lakukan pada wanita itu"


Tiba-tiba pintu ruangan terbuka, seorang pria seumuran Danu memasuki ruangan.


"Tuan" ucap pria itu


"Hemmm" balas Danu


"Saya sudah menghubungi perusahaan media, mereka akan segera menghapus video nona Ayu kemaren. Dan yang membebaskan nona Ayu di kantor polisi kemaren adalah-" pria itu sengaja menjeda ucapannya untuk melihat wajah Danu.


"Siapa ?" Tanya Danu begitu penasaran.


"Tuan Leon"


"Apa ?" Wajah Danu langsung memucat, ia tahu betul kalau Leon orang yang paling berkuasa di negara ini. Bahkan ia tidak ada apa-apanya di bandingkan pria itu.


Tapi yang menjadi pertanyaan Danu adalah, kenapa Leon membebaskan Ayu, ada hubungan apa mereka berdua. Atau Ayu dan Leon saling mengenal selama ini.


"Kenapa Ayu bisa mengenal tuan Leon ?"


"Tidak ada bukti jika nona Ayu mengenal tuan Leon sebelumnya" balas Pria itu lagi. "Tapi kata pihak kepolisian, asisten tuan Leon sendiri yang menjemput nona Ayu di kantor polisi"


Danu masih menganga tak percaya mendengar penjelasan asistennya, ia pikir tidak ada yang akan menolong Ayu saat ia memasukan wanita itu kedalam penjara. Tapi Danu justru salah besar, Ayu di keluarkan oleh pria yang cukup berpengaruh di negara ini.

__ADS_1


"Apa mungkin tuan Leon yang bersama Ayu malam itu ?" Batin Danu penuh tanda tanya. Beberapa saat kemudian senyum licik pria itu terlihat.


__ADS_2