Satu Malam Dengan Milliader

Satu Malam Dengan Milliader
SMDM-Bab 07


__ADS_3

Ayu kembali ke apartemen, ia menarik napas panjang seraya mendudukan diri di sofa. Di dalam catatannya tak perna sedikitpun Ayu menginginkan semua ini.


Batal bertunangan dengan laki-laki yang ia cintai, dan di usir oleh Ayahnya sendiri. Dan sekarang ia harus menerima takdir dirinya yang akan menikah dengan pria super dingin.


Saat pikiran Ayu sedang berkelana, ponselnya berbunyi. Bergegas wanita cantik itu melihat ponsel mewahnya yang masih dalam tas.


"Nona Ayu saya Bagas Asisten Tuan Leon. Saya ingin memberi tahu anda kalau tuan Leon memberi anda waktu tiga jam untuk berpikir. Setelah itu kalian akan melaksanakan pernikahan"


Maya Ayu terbelalak setelah membaca isi pesan yang baru saja ia terima. Kenapa Jadi begini ? padahal Ayu meminta waktu sampai besok pagi.


"Aku harus segera memberikan jawaban sebelum jam 05 sore, dan kemudian segera melangsungkan pernikahan" Ayu mendesah, jari nya memijit pangkal hidung. "Pernikahan macam apa ini ?"


Masalah ini benar-benar membuat Ayu pusing, setau dirinya pernikahan seorang konglomerat bisa menghabiskan waktu beberapa bulan untuk persiapan, dan ini pria yang baru saja ia temui akan melangsungkan pernikahan secepat itu.


Ingin mencari solusi Ayu menghubungi temannya, ia berharap Zela masih percaya padanya walau seluru media mengatakan kalau dirinya selingkuh.


"Halo Zela" ucap Ayu senang saat Zela langsung menjawab panggilannya.


"Ada apa Yu ? Kamu baik-baik saja kan ?" tanya Zela di seberang sana.


"Tentu saja aku baik-baik saja, kamu percaya kan padaku kalau aku tidak selingkuh ?"


"Aku percaya Yu, aku sangat mengenal kamu. Tidak mungkin kamu selingkuh dari Danu"


"Makasih Zel kamu masih percaya padaku, kau tau aku sekarang sudah tidak tinggal di rumah Papa karena kasus itu"


"Ini pasti ulah mama tirimu Yu, aku sudah bilang kalau perempuan itu tidak baik"


Ayu tersenyum menanggapi ucapan Zela, dari dulu Zela memang sering mengatakan kalau Mama tirinya bukan orang baik. Tapi sayangnya Ayu tidak percaya hal itu. Dan sekarang Ayu menyadari semuanya.


"Sekarang jangan bahas itu dulu Zel ! Karena ada yang lebih penting sekarang" ucap Ayu yang kembali ingat tujuannya menghubungi Zela.

__ADS_1


"Apa ?"


"Aku akan segera menikah Zel, dia pria tampan dan kaya raya"


"What ? Apa gosip perselingkuhan itu benar Yu ? Kenapa kau mendadak menikah seperti ini ?"


"Tidak Zel, nanti aku jelaskan jika kita bertemu"


"Oh Ok"


Sambungan telepon pun terputus, sepertinya menghubungi Zela bukan ide yang baik. Dapat Ayu dengar kalau sahabtnya itu sangat terkejut mendengar kalau dirinya akan menikah.


Memang siapa yang tidak akan terkejut, Ayu baru saja gagal bertunangan dan sampai saat ini seluruh media masih memberitakan soal dirinya yang selingkuh. Dan sekarang secara tiba-tiba Ayu akan menikah.


"Tapi setidaknya pria yang menikahiku adalah pria tampan, dan orang kaya" gumam Ayu kemudian.


"Setiap bulan aku di gaji, jadi lumayan untuk tabungan ku di masa depan saat pernikahan kami selesai" Ayu kembali menarik napas panjang.


"Lagian siapa yang akan peduli aku akan menikah dengan siapa. Saat ini Papa tidak menganggapku anak lagi"


Ayu menggeleng tak ingin mengingat kejadian pahit itu, dari pada ia kembali sedih lebih baik Ayu mencari informasi tentang Leon.


Ia membuka situs pencarian, bukan hal yang sulit untuk mencari seorang seperti Leon. Pria mapan dengan sejuta pesonanya. Cukup mengetik namanya saja sudah muncul foto dan info tentang Leon.


"Dia beneran kaya, bahkan Papa saja bukan apa-apa" gumam Ayu begitu terkejut setelah mendapatkan informasi tentang Leon.


Namun saat membaca umur Leon, membuat Ayu menelan salivanya berkali-kali. Umur Leon jauh lebih tua 10 tahun darinya. Leon 29 tahun dan dirinya baru 19 tahun.


"Bagaimana kalau nanti dia meminta itu" Ayu bergumam, ia menggigit jari telunjuknya saat pikirannya tertuju ke arah permainan ranjang.


Tubuh Ayu merinding, memikirkan hal yang seharusnya tak terjadi.

__ADS_1


"Hais" Ayu kembali mendesa lalu menoleh ke arah pintu saat terdengar seseorang mengetok pintu apartemennya.


"Siapa lagi sih ?" gumam Ayu kemudian beranjak berdiri untuk segera membuka pintu apartemen.


Saat terbuka mata Ayu melihat dua orang pria berdiri di hadapanya. Ayu terkejut sekaligus takut menatap kedua orang itu.


"Siapa kalian ?" tanya Ayu dengan tegas, ia tidak ingin menunjukan kalau dirinya takut.


"Anda tidak perlu tau kami siapa nona, yang jelas kami di minta oleh Tuan Samuel untuk menyuruh Anda meninggalkan apartemen ini"


"Apa ?" pekik Ayu di buat terkejut, setau dirinya sang Papa tidak mengetahui apartemen yang ia tinggali sekarang. Terus dari mana Samuel tau hal ini.


"Kalian pasti bohong, Papa tidak tau apartemen ini" ucap Ayu.


"Kalau anda tidak percaya silahkan lihat video ini !" pria satunya mengeluarkan ponsel, membuka aplikasi Video dan memutar sebuah Video disana.


Tampak Samuel berdiri dan menatap ke arah kamera. Tatapannya yang nyalang membuat Ayu takut.


Di dalam Video itu Samuel berkata


"Tinggalkan apartemen yang kamu tinggali sekarang Ayu ! Kamu membeli itu pasti memakai uang ku." ucap Samuel dengan suara lantang .


Mata Ayu berkaca-kaca, setega itukah Samuel padanya. Tidak bisakah Samuel melihat kalau dirinya juga putrinya. Air mata itu mengalir begitu saja membasahi pipi Ayu.


"Bagaimana nona ? Apa anda percaya ?"


"Tolong jangan usir aku ! Aku tidak tau harus tinggal dimana lagi" suara Ayu bergetar. Menahan rasa sesak yang kini ia rasakan.


"Tidak bisa nona, sesuai permintaan tuan Samuel anda harus angkat kaki dari apartemen ini"


Mendengar hal itu Ayu langsung berjongkok. Memohon belas kasihan supaya tidak di usir dari apartemen itu. Sungguh Ayu tidak tau harus tinggal dimana lagi.

__ADS_1


"Kasih aku kesempatan seminggu lagi, setelah itu aku berjanji akan pergi dari ini" ucap Ayu memohon.


"Maaf nona kami hanya menjalankan tugas"


__ADS_2