Satu Malam Dengan Milliader

Satu Malam Dengan Milliader
SMDM-BAB 16


__ADS_3

Melihat kepergian Leon, segera Liya menyudahi pekerjaannya, ia menyusul Leon ke kamar.


Didalam kamar itu Leon menatap Ayu yang sedang tertidur pulas di atas ranjang, wajah nya begitu damai dan terlihat sangat cantik.


"Apa hari ini dokter Vera jadi datang ?" Tanya Leon pada Liya yang saat itu sudah berdiri di belakangnya.


"Iya tuan, dokter Liya datang. Tapi nyonya muda belum mau di periksa jadi dokter Vera hanya menanyakan masalah siklus menstruasi nyonya muda. Dan kata dokter Vera ini bukan masa ovulasi nya" jelas Liya


Kening Leon mengernyit mendengar penjelasan Liya, ia pun kembali berkata "Saya meminta dokter Vera datang bukan untuk menanyakan masalah ini, saya ingin dia memeriksa keadaan Ayu, lihat tubuh Ayu sangat kurus dan aku tidak ingin orang-orang di luar sana berpikir bahwa aku tidak mampu memberi istriku makan" balas Leon tegas.


Walau pernikahannya dengan Ayu di adakan secara diam-diam ,tapi tetap saja banyak teman-teman Leon yang mengetahui semua ini.


Liya begitu terkejut mendengar penjelasan Leon, ia takut pria itu akan marah padanya karena melakukan kesalahan "Maafkan saya tuan ! Lain kali saya akan memanggil dokter lagi untuk memeriksakan kondisi nyonya muda"


"Ok, sekarang keluarlah !, Aku ingin istirahat" ucap Leon sambil mengibaskan tangannya untuk menyuruh Liya pergi.


"Baik Tuan" Liya mengangguk dan membungkukkan badannya sebelum pergi dari kamar itu.


Setelah kepergian Liya. -Leon kembali menutup pintu kamar dan menguncinya. Ia melepas pakaiannya dan pergi ke kamar mandi untuk mandi. Setelah itu Leon berbaring di samping Ayu yang saat ini tidur dengan nyenyak.


Leon menarik selimut untuk menutupi tubuhnya dan juga Ayu. Mata Leon menatap wajah cantik Ayu yang terlihat sangat manis. Jari telunjuknya menyusuri bibir Ayu yang berwarna merah alami. Hingga pikiran Leon teringat dengan kejadian di hotel malam itu. Membangkitkan gairah yang sudah ia tahan selama ini.


Sialan memang !!.


Tapi bagaimana pun Leon adalah pria dewasa dan normal, wajar saja jika ia mengingat kejadian malam itu tubuhnya kembali menegang.


Leon sedikit mendekatkan tubuhnya, ia menggoyangkan bahu Ayu dengan pelan "Yu" panggilnya dengan suara lembut.


Ayu tak menanggapi, sepertinya wanita itu sedang mimpi indah. Bibir manisnya bergerak sedikit entah karena apa.

__ADS_1


"Malam ini aku tidak bisa tidur sekamar denganmu, jadi pindah lah ke kamar sebelah" ucap Leon lagi.


"Aku sangat mengantuk, ku mohon jangan ganggu tidurku !" Gumam Ayu kemudian, ia menggelengkan kepalanya sedikit lalu merubah posisi tidurnya menjadi telentang.


Mendengar hal itu Leon menjadi tidak tega jika harus memindahkan Ayu, padahal ia sudah berencana untuk mengangkat tubuh Ayu dan membawanya ke kamar sebelah.


Akhir nya Leon membiarkan Ayu tidur di kamarnya, tidak ada yang salah juga jika mereka satu kamar karena status mereka sudah menjadi suami istri yang sah.


Suasana menjadi hening, Leon menatap langit-langit kamarnya. Ia ingat saat pernikahannya dengan Ayu kemaren. Bagaimana ia dengan cukup lantang mengucapkan ijab kabul padahal saat belajarpun Leon selalu salah.


*


*


Keesokan paginya, Ayu terbangun lebih dulu dari Leon. Wanita itu merasa seluruh tubuhnya sakit semua, dan ia ingat kalau semalam ia bermimpi di tabrak sebuah truk hingga tubuhnya terpental jauh..


"Mimpi yang menakutkan" gumam Ayu bergidik ngeri.


Ayu ingin menyingkap selimut yang menutupi tubuhnya, tapi ia baru menyadari kalau tubuhnya tak mengenakan apapun alias telan jang bulat.


"Aaahhh, siapa yang melakukan ini" teriak Ayu cukup terkejut, apalagi saat ia melihat bagian dadanya yang di penuhi warna merah.


"Kau ini berisik sekali, aku masih mengantuk jadi diamlah !"


Ayu melirik kesamping, ia kembali terkejut dengan kehadiran Leon disana. Apa mungkin yang melakukan ini adalah Leon ?.


Lengan Leon melingkar di pinggang Ayu, pria itu cukup erat memeluk wanita itu seolah enggan membiarkan Ayu pergi.


"Jangan-jangan semalam dia melakukannya ?" Batin Ayu penuh tanda tanya.

__ADS_1


Ayu kembali menoleh, ia menatap wajah suaminya yang masih tertidur pulas. Jika sedang tidur seperti ini wajah Leon tak segarang biasanya. Bibirnya yang tipis membuat Ayu ingin menciumnya, napas Leon begitu tenang serta rambut yang acak-acakan. Pria itu sangat tampan sehingga tak bisa di jelaskan dengan kata-kata.


Ayu terdiam beberapa menit sambil menatap wajah sang suami. Sedetik kemudian ia kembali berteriak "Haaaa. Kenapa kamu melakukan ini"


"Apa yang kau lakukan, bukankah di surat perjanjian kalau kita akan tidur terpisah ? Lalu kenapa kau tidur di kamarku ?" Kembali Ayu berteriak, ia benar-benar takut sekarang bagaimana kalau semalam ia dan Leon melakukan itu. Ayu ingat kalau pria itu menginginkan seorang anak.


Leon sangat membenci jika tidurnya di ganggu, ia membuka matanya dan berkata dengan dingin "ini kamarku, siapa bilang kalau ini kamarmu ?,"


"Tapi Liya yang mengatakan kalau ini kamarku" ucap Ayu sedikit takut.


"Pasti ada yang salah, coba kau tanya lagi pada Liya apa betul ini kamarmu" ucap Leon yang sekarang duduk di atas ranjang sambil menyandarkan tubuhnya.


Ayu langsung terdiam, mungkin saja Liya salah menempatkan dirinya. Untuk memastikan Ayu harus menemui Liya dan menanyakan semuanya. Segera Ayu memakai pakaiannya lalu berjalan keluar kamar.


Saat pintu di buka, Ayu melihat Liya sudah berdiri di depan kamarnya.


"Liya benarkan ini kamarku ?" Tanya Ayu langsung.


"Emmm, anu nyonya" Liya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, ia bingung harus menjelaskan nya dari mana "Sebenar nya saya salah nyonya, kamar nyonya ada di sebelah, waktu itu tuan Bagas salah memberi informasi" jelas Liya kemudian.


"Astaga" Ayu mengusap wajahnya gusar, ia tak bisa menyalahkan Leon karena tidur di kamar itu, karena memang itu miliknya.


Tanpa mengatakan apapun lagi Ayu langsung menuju kamarnya, ia sangat merutuki kebodohan Bagas dan Liya yang telah mempermalukannya di hadapan Leon.


Sementara itu Liya masih berdiri di tempatnya semula, ia menatap kepergian Ayu dengan rasa bersalah yang besar. Harusnya kemaren ia kembali menanyakan ulang kepada Bagas mengenai kamar Ayu.


"Maaf mengganggu waktu istirahatnya tuan, silahkan tuan lanjut tidur lagi" ucap Liya.


"Apa kau pikir aku masih bisa tertidur setelah di ganggu oleh dia" Leon mendengus, terlihat sekali kekesalan di wajah pria itu.

__ADS_1


"Sekali lagi maafkan saya tuan, dan saya akan memberi tahu nyonya kalau tuan tidak suka di ganggu saat tidur" kata Liya lagi.


"Pergi !" Bentak Leon yang sudah tak ingin mendengar celotehan Liya.


__ADS_2