
Tubuh Ayu langsung merinding saat mendengar ucapan Leon tadi, dengan langka pelan Ayu berjalan menuju kamar sang suami.
Tok-tok-tok.
"Masuk"
Ayu tersentak saat mendengar suara berat itu, dengan pelan ia memutar kenop pintu sehingga pintu kamar terbuka, di sana Leon sedang berdiri memunggunginya.
"Ada apa ?" tanya Ayu dengan gugup.
Leon memutar tubuhnya, ia tersenyum sinis ke arah Ayu "Kemari lah !, kenapa kau berdiri di sana ?"
"Ta-pi, kau mau ngapain ?"
"Tentu saja ingin meminta hak ku sebagai suami"
Mendengar hal itu tubuh Ayu langsung bergetar hebat, sepertinya ucapan Leon kali ini tidak main-main, dapat Ayu lihat keseriusan di wajah Leon.
"Kemari Ayu !" pinta Leon dengan tegas.
"Ja-ngan ! , aku mohon !, aku belum siap"
Namun Leon tak memperdulikan ucapan Ayu, ia berjalan mendekat walau Ayu berjalan mundur. Leon tau bagaimana bergetarnya tubuh Ayu saat ini, tapi Leon tidak akan menunda nya lagi.
Ayu harus tau kalau dirinya bukan pecinta sesama jenis, ia ingin menunjukan kalau dirinya laki-laki normal.
"J-a-n-g-a-n" tolak Ayu saat tangan Leon sudah mencengkram pundak nya.
"Kau tidak bisa menolak Yu, sesuai perjanjian kalau kau harus melahirkan anak untuk ku"
"Tapi aku belum siap hamil"
"Aku tidak butuh kesiapan mu, sebagai seorang istri sudah menjadi tugasmu hamil dan melahirkan anak untukku"
Ayu tak tau harus menjawab apa, perjanjian pernikahan itu membuatnya tak bisa berkutik. Ia sudah menanda tangani kalau ia setuju melahirkan anak untuk Leon.
"Aku sudah membantumu balas dendam pada Danu, jadi sekarang tugasmu untuk segera hamil" ujar Leon lagi.
Leon menggendong tubuh mungil Ayu dan membawanya ke atas ranjang, wanita itu masih ketakutan tapi Leon tak peduli sama sekali.
******
Ok Skip 🤣🤣🤣
********
*
*
Seminggu kemudian Ayu baru saja terbangun dari tidurnya, tubuhnya terasa sangat lelah apalagi bagian intinya terasa perih dan sakit. Seminggu ini Leon benar-benar menghabisinya, bahkan pria itu tidak membiarkan Ayu kemanapun walau hanya sekedar keluar kamar.
Menyebalkan...
__ADS_1
Leon layaknya binatang buas yang kelaparan membuat Ayu benar-benar kewalahan melayani naf-su sang suami. Apalagi jarak umur keduanya terpaut jauh.
Mendengus kesal, Ayu menatap bagian tubuhnya yang di penuhi tanda merah, padahal Ayu sudah mengingat kan pada Leon kalau jangan memberikan tanda kemerahan pada tubuhnya, tapi sepertinya pria itu tak mengindahkan permintaannya.
Tidak berapa lama Leon keluar dari kamar mandi, pria itu hanya berbalut handuk saja. Tapi Queen tak terkejut lagi karena seminggu ini ia sudah biasa melihat Leon seperti itu
"Kenapa bibirmu ? apa minta ciuman selamat pagi ?" goda Leon
Ayu memalingkan wajahnya "Dasar binatang buas"
"Hahaha" Leon terbahak sembari berjalan menuju lemari "Apa itu panggilan kesayanganmu padaku ?"
Ayu mencibir, bisa-bisanya sang suami beranggapan kalau 'Binatang buas' adalah panggilan kesayangan.
"Hari ini aku akan pergi bekerja" ucap Leon sambil memakai kemeja kerjanya
"Aku tidak bertanya" jawab Ayu ketus.
"Tapi aku ingin memberi tahumu"
"Jika kamu bekerja, berarti aku boleh dong keluar ?"
Leon mengalihkan tatapannya, "Boleh tapi hanya keluar kamar saja, untuk keluar rumah tidak boleh. Lagian apa kamu tidak malu jika keluar rumah"
"Memangnya kenapa aku harus malu ?" tanya Ayu heran.
"Lihat lehermu, sudah seperti seekor macan saja"
Plaak
"Ini semua karena ulahmu, kan aku sudah bilang jangan buat tanda merah, tapi kau masih saja melakukannya"
"Haha, aku kebablasan, tapi kamu juga menikmati"
Blass
Wajah Ayu langsung bersemu merah, tak bisa di pungkiri kalau ia begitu menikmati permainan Leon. Pria itu berhasil membuatnya seperti terbang di angkasa dan menembus langit ke tujuh.
Rasa nikmat yang ia rasa tidak bisa di gambarkan dengan apapun, bahkan dengan kata-kata saja tidak bisa Ayu jabarkan
"Sekarang kamu tau kan kalau aku bukan pria yang menyukai sesama jenis, aku ini pria normal Yu, mana mungkin aku suka sama laki-laki" ucap Leon, kini ia sudah siap dengan pakaian kerjanya .
Ayu mendesis mendengar ucapan sang suami, untuk yang satu ini ia mungkin akan percaya kalau suaminya bukan jeruk makan jeruk. Tapi bagaimana dengan kabar beredar tentang suaminya yang sering bergonta-ganti pasangan.
Membayangkan saja sudah membuat Ayu kesal, masa iya dirinya harus berbagi sesuatu pada wanita lain..
"Kenapa lagi wajahmu ? apa kau belum percaya kalau aku tidak menyukai laki-laki ?" tanya Leon menatap wajah sang istri "Apa perlu aku buktikan lagi"
"Jangan" teriak Ayu cepat, bisa patah seluruh tulang nya kalau Leon kembali menjelajah tubuhnya.
"Lalu apa yang kau pikirkan saat ini ?" tanya Leon lagi
"Tidak ada" jawab Ayu.
__ADS_1
"Jangan bohong ! aku tau di dalam otak setengah mu itu sedang memikirkan tentang ku yang tidak-tidak"
Ayu kaget, bagaimana Leon bisa tau kalau saat ini ia sedang memikirkan sesuatu.
"Dan mulai hari ini kau harus memanggilku dengan sebutan Mas ! aku tidak ingin mendengar lagi kau memanggilku selain mas, apalagi dengan nama itu sangat tidak sopan"
"Ta-pi"
"Tidak ada tapi-tapian gadis kecilku, atau aku akan memberimu hukuman lagu"
"Hu, baiklah" balas Ayu pasrah, rasanya percuma membantah ucapan Leon karena pria itu akan selalu merasa benar.
"Baiklah istri ku, sekarang aku akan bekerja dulu, kau istirahatlah ! siapkan tenaga mu untuk nanti malam"
Entah kenapa sekarang Leon selalu ingin menggoda Ayu, terbukti sekarang setelah mendengar ucapan Leon barusan wajah Ayu langsung berubah kesal...
Tanpa memperdulikan raut wajah sang istri, Leon segera meninggalkan kamar, membuat Ayu berdecak saking kesalnya pada Leon.
"Sebaiknya aku mandi, mungkin pikiran aku akan jernih setelah itu" gumam Ayu
*
*
*
Sementara di lantai bawah, Leon sedang bicara pada Liya.
"Jaga istriku baik-baik, aku tidak mau terjadi apa-apa dengannya"
"Baik tuan muda"
"Ayu belum makan apapun, jadi siapkan makanan yang sehat untuknya, turuti apapun yang dia minta !"
"Baik tuan muda"
Setelah itu Leon berlalu dari hadapan Liya.
"Tuan muda sangat mencintai Nyonya Ayu" batin Liya.
*
*
*
"Astaga"
"Dasar binatang buas"
Tak henti-hentinya Ayu bergumam kesal, saat menatap seluruh tubuhnya yang di penuhi dengan tanda kemerahan. Bahkan bagian lehernya saja hampir tak terlihat warna kulit asli Ayu.
"Bagaimana aku bisa keluar kalau begini, ini sangat memalukan"
__ADS_1
Ayu meraba lehernya, ia seperti bukan melihat orang asing yang sedang menyamar dirinya. Sungguh perbuatan Leon membuat Ayu menarik napas panjang.
"Ini beneran seperti macan" gumam Ayu lirih.