
Ayu langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, sesekali ia melirik ke kaca spion untuk melihat apakah mobil Danu masih mengikuti mobilnya saat ini.
Ayu bernapas lega karena ia tidak melihat mobil Danu lagi, hingga beberapa saat kemudian ia tiba di perusahaan Leon. Dengan cepat Ayu mengambil berkas lalu menuruni mobil, ia takut Leon akan marah karena dirinya terlambat.
Kedua pengawal yang tadi di perintahkan oleh Bagas langsung mendekat saat melihat mobil Ayu berhenti.
"Selamat datang nona" ucap salah satu pengawal itu.
Ayu melirik sekilas, kemudian menjawab "Hemmmm"
"Tuan Leon sedang melaksanakan meeting"
"Tapi berkasnya masih sama saya"
"Saya tidak tahu hal ini nona, tadi tuan Bagas hanya mengatakan kalau Nona sudah tiba, nona di suruh menunggu di ruangan"
"Ok baiklah"
Setelah Ayu memasuki lift, kedua pengawal itu terus memperhatikan keadaan sekitar, bahwa tidak ada yang mengikuti Ayu sejak tadi.
* .
* .
Hari ini Zela ikut meeting di perusahaan Leon, ia tidak menyangka bisa berada di dalam perusahaan terbesar itu. Setelah Meeting selesai Zela mencoba mendekati Leon, karena setahunya Leon masih single.
__ADS_1
"Tuan" panggil Zela membuat langkah kaki Leon terhenti.
Pria itu memutar tubuh sehingga berhadapan dengan Zela "Ada apa ?" Tanya nya dengan nada dingin.
"Hemmm, boleh saya berkenalan dengan anda tuan ?"
"Ku rasa hanya seseorang yang bodoh yang belum tau nama ku"
Zela meringis mendengar jawaban Leon, rumor yang mengatakan kalau Leon adalah seorang yang kejam dan dingin ternyata benar adanya. Zela di buat tidak bisa bicara lagi.
Tanpa mengatakan apapun lagi Leon langsung meninggalkan Zela, tatapan wanita itu sayu karena gagal berkenalan dengan Leon. Namun sesaat mata Zela membulat saat melihat seseorang yang sangat ia kenal berada di perusahaan yang sama.
"Ayu" gumam Zela, ia bahkan mengucek kedua matanya untuk memastikan bahwa ia tak salah lihat.
Pikiran Zela penuh dengan tanda tanya, tidak mungkin jika Ayu bekerja di perusahaan ini, karena melihat penampilan Ayu. Apalagi dengan kedua pengawal yang mengikuti langkah kaki Ayu.
Zela kembali mengingat saat dulu Ayu bercerita kalau dirinya menikah dengan orang yang sangat kaya. Dengan gerakan cepat Zela menutup mulutnya yang tak sengaja terbuka lebar.
"Apa jangan-jangan suami Ayu tuan Leon" kembali Zela bergumam.
*
Sementara itu setiba di ruangan sang suami, Ayu segera meletakkan berkas yang ia bawa ke atas meja kerja Leon. Kemudian memilih duduk di sofa sembari menunggu suaminya.
Baru saja Ayu menjatuhkan tubuhnya di sofa empuk itu, suara nyaring dari ponselnya membuat Ayu terperanjat, wanita itu melihat benda persegi panjang itu, dan segera menggeser menu hijau saat tertera nama Zela disana.
__ADS_1
"Kamu dimana sekarang Yu ?". Tanya Zela di seberang sana.
"Emmm, aku sedang di luar" jawab Ayu
"Benarkah ? apa saat ini kamu sedang berada di perusahaan Tuan Leon ?"
Mata Ayu terbelalak "Bagaimana..... Bagaimana kamu tau itu ?"
Terdengar suara tawa pelan di seberang sana, membuat Ayu menggigit jari kukunya.
"Hari ini aku mengikuti meeting di perusahaan Tuan Leon, dan tadi aku tidak sengaja melihatmu. Aku rasa tidak mungkin jika kamu bekerja di sana karena pakaianmu sangat berbeda"
Ayu langsung terdiam, apa hari ini adalah hari kesialan dalam hidupnya ?. Pertama ia bertemu dengan Danu tadi dan sekarang Zela melihatnya sedang berada di perusahaan.
Ayu yakin, Zela tidak akan berhenti bertanya tentang hal ini, wanita itu akan menuntut sebuah jawaban yang menurutnya masuk akal.
"Apa suamimu bekerja disana ? atau dia adalah tuan Leon ?"
"Maaf kan aku Zel !, aku tidak bisa menceritakan apa-apa tentang hal itu"
"Baiklah tidak apa-apa, tapi aku akan mencari tau sendiri"
Setelah itu panggilan terputus, Ayu menjadi gelisah, bagaimana kalau Zela mengetahui semuanya. Ia takut Leon akan marah jika pernikahan mereka di ketahui orang lain.
"Aduh, bagaimana ini" gumam Ayu.
__ADS_1