Satu Malam Dengan Milliader

Satu Malam Dengan Milliader
SMDM-Bab 32


__ADS_3

Ayu berdehem untuk menghilangkan keterkejutannya, ia bahkan terbatuk-batuk membuat Leon menahan tawa.


"Bagaimana aku harus menurut padamu, sedangkan kamu selingkuh di luar sana. Bahkan tadi aku melihat bagaimana wanita itu membelai dada mu" ucap Ayu panjang lebar.


"Apa yang kamu katakan Yu ?" Leon duduk di seberang Ayu dan menatapnya.


"Aku mengatakan fakta tuan Leon yang terhormat" Ayu kembali berkata dengan menunjukan wajah muram "Tapi aku tidak peduli walau kamu memiliki wanita simpanan di luar sana. Bukankah pernikahan kita hanya sementara" sambung Ayu lagi.


"Jaga mulutmu Ayu !" bentak Leon menggema.


"Kenapa ?" rasa takut yang selama ini Ayu rasakan seolah pergi entah kemana. tubuhnya seakan mengobarkan api panas yang siap membakar Leon "Kenapa aku harus jaga mulut Hah ?, bukankah memang benar kalau Tuan Leon yang tampan ini sering bergonta-ganti wanita di luar sana"


Bagas yang sejak tadi berdiri dan mendengarkan ucapan Ayu, langsung menyela "Tuan saya akan menunggu di luar" ucapnya demi menghindari perdebatan antara Leon dan Ayu.


Leon hanya mengangguk sebagai jawaban, setelah Bagas pergi, dengan santai Leon menuangkan alkohol ke dalam gelas di hadapannya. Dia tersenyum sembari menatap Ayu.


"Terus apa yang akan kamu lakukan Yu ?" tanya Leon dengan santai.


"Aku tidak akan melakukan apapun" Ayu terdiam sejenak "Aku hanya ingin tahu seberapa banyak wanita mu di luar sana ?"


"Kamu salah paham Yu ?"


"Salah paham ?" Ayu mengernyitkan dahi nya.


"Nona Cameli bukanlah kekasihku, jika memang dia kekasihku mana mungkin aku membela mu tadi ?" jelas Leon.


"Kau pikir aku akan percaya" Ayu menunjuk dada Leon "Aku melihat dengan mata kepalaku sendiri bagaimana dia membelai dada bidangmu itu, dan kamu menerima semua itu dengan diam"


Lagi-lagi Leon tersenyum menatap Ayu, membuat Ayu kesal setengah mati.


"Jadi tadi kamu melihatnya"


"Hmmmm" balas Ayu, kedua tangannya dia lipat di depan dada.


Sikap Leon masih santai saja, padahal pria itu baru saja kedapatan bermesraan oleh istrinya sendiri.

__ADS_1


"Awas kau Leon". batin Ayu


"Apa sekarang kau sedang cemburu ?, bukankah kau sudah sering membelai dadaku, bahkan setiap malam kau melakukannya"


Mendengar hal itu wajah Ayu langsung bersemu merah. "Tutup mulutmu tuan Leon, kau tidak tahu malu ya, sampai mengatakan itu di depan umum"


"Di sini hanya ada kita berdua sayang, apa sekarang kau ingin mencoba membelai dadaku ?" Alis sebelah kanan milik Leon bergerak naik turun, membuat Ayu semakin merasa malu.


Ayu tidak menyangka Leon akan bicara seperti ini, pria itu tidak membahas prihal dirinya yang memukul Cameli tadi.


"Sudah hentikan ! aku tidak ingin membahas ini lagi" ucap Ayu.


"Tapi aku suka membahas ini, tenang saja tidak akan ada yang mendengarnya" balas Leon yang memang sengaja menggoda istri kecilnya itu.


Sikap Leon yang seperti ini membuat Ayu semakin salah tingkah, ia bahkan sudah merasa tidak nyaman berada di dekat Leon sekarang.


Tiba-tiba Leon melemparkan sebuah benda ke arah Ayu, membuat wanita itu reflek menerimanya.


"Kenapa kau melempar kon-dom padaku ?" kata Ayu sambil menatap wajah Leon.


"Coba kamu lihat baik-baik itu bukan kon-dom, itu sejenis cream pemutih untuk wajah, kau kan wanita kenapa tidak bisa mengenalinya" sambung Leon lagi


Ayu kembali menatap benda yang ada di tangannya, dan benar saja apa yang di katakan Leon tadi, itu adalah sebuah cream yang bisa para wanita gunakan untuk mempercantik diri.


Di kemasan cream itu tertera nama Cameli, mungkin saja produk itu punya Cameli. Namun itu bukan hal penting menurut Ayu, karena saat ini ia tengah menahan malu di luar sana.


"Aku telah salah paham, maafkan aku, aku janji tidak akan mengganggu pekerjaan mu lagi"


Ayu berdiri dari duduknya, ia membelakangi Leon, namun tak di sangka Leon melingkarkan kedua tangannya di perut Ayu.


"Kau sudah sejauh ini mengikuti mobilku, kenapa kau harus buru-buru" bisik Leon di telinga Ayu.


Bulu-bulu Ayu meremang, detak jantungnya berdegup kencang.


"Apa yang akan kau lakukan ?" tanya Ayu terbata-bata.

__ADS_1


Namun Leon tak menjawab, pria itu justru berpindah posisi dan berdiri di hadapan Ayu. Ia menarik kedua tangan Ayu dan melingkarkan di pinggangnya. Perlahan namun pasti Wajah Leon mendekat dan beberapa saat kemudian bibirnya menyentuh bibir ranum milik Ayu.


Untuk beberapa saat keduanya saling menikmati sensasi ini, dan tak berapa lama Ayu mendorong dada Leon sehingga pria itu melepaskan ciumannya.


"Jangan cium aku" ucap Ayu.


"Kenapa ?" Leon menatap Ayu dengan tatapan yang dalam.


"Menurutku dua orang yang tidak mencintai di larang berciuman"


Leon menahan tawanya sejenak, istri nya begitu lucu, mengapa harus di larang berciuman, padahal mereka sudah melakukan lebih dari itu.


"Jadi kalau yang lain tidak di larang ?"


Tubuh Ayu kembali menegang, apalagi saat hembusan napas hangat menyentuh lehernya. Sensasi yang memabukkan ini membuat Ayu ingin terus berada di sisi Leon.


Namun beberapa saat kemudian Leon menjauhkan diri, pria itu berdiri membelakangi Ayu.


"Tadi kau bilang bahwa kau bertemu dengan Danu ? apa yang terjadi setelah itu ?" tanya Leon, ia baru ingat dengan ucapan istrinya tadi di sambungan telepon.


"Dia tidak berhasil menemukan ku, kau tenang saja" jawab Ayu "Kalau begitu aku akan pergi dulu, sampai bertemu lagi di rumah"


Tanpa menunggu persetujuan Leon, Ayu sudah membuka pintu, wanita itu pergi membuat Leon menggelengkan kepalanya.


"Dasar gadis kecil, kenapa bisa dia memikirkan kon-dom ? padahal ini cream pencerah wajah" gumam Leon, matanya menatap cream pencerah wajah tadi yang terletak di atas meja.


Pintu ruangan itu terbuka, Bagas masuk setelah mendapat panggilan dari Leon.


"Ada apa Tuan?"


"Belikan aku kon-dom salam segala merek"


Bagas terkejut mendengar permintaan Leon, kemudian kembali berkata "Untuk apa Tuan ?"


"Sepertinya gadis kecil ku itu ingin mencoba sesuatu yang baru"

__ADS_1


__ADS_2