
Semua orang tau selama ini tidak ada yang berani dengan keluarga Danu, tapi tidak dengan Leon, pria itu memiliki kekuasaan tertinggi dari keluarga Danu. Bahkan Danu sendiri pun tau hal itu.
Nadine yang mendengar kalau Ayu mengenal Leon, ekspresinya langsung berubah. Ia tidak menyangka jika Ayu mengenal orang penting seperti Leon. Bahkan yang membuat Nadine semakin tak percaya bahwa Leon lah yang membebaskan Ayu dari penjara.
Nadine mengedipkan matanya kemudian bertanya "Sekarang kak Ayu tinggal dimana ?"
"Iya dimana dia sekarang ? Apa kamu menemukan tempat tinggalnya yang baru ?" Sahut Danu yang juga penasaran dimana Ayu berada
"Belum" jawab asisten Danu itu "saya sudah mencarinya, bahkan saya mengunjungi apartemen tempat nona Ayu tinggal, tapi ternyata dia tidak ada disana"
Mendengar hal itu Danu mengepalkan tangannya, ia berharap asistennya segera menemukan keberadaan Ayu saat ini. Danu sudah tidak sabar ingin membalas wanita itu karena sudah berani mengatakan dirinya pria tak baik di depan para wartawan.
"Tapi beberapa menit yang lalu, saya berhasil mengambil hasil foto nona Ayu di akun instagramnya, sebelum foto itu di hapus" jelas asisten itu sembari melirik iPad di tangannya.
Dengan gerakan cepat Danu mengambil alih iPad di tangan asistennya, matanya menatap kelayar segi empat itu.
Foto itu hanya menampakan jari manis seseorang yang di lingkari cincin berlian yang sangat mahal. Danu sangat yakin kalau jari itu adalah jarinya Ayu, karena selama ini ia sering menggenggam tangan itu jadi Danu bisa menebaknya dengan mudah.
"Dia seribu kali jauh lebih baik darimu, bahkan kau tidak ada apa-apanya di banding dirinya"
Ucapan Ayu waktu itu terngiang di ingatan Danu, membuat pria itu tersulut emosi.
"Cari wanita itu sampai dapat ! Saya ingin kau menemukan Ayu dimana pun dia berada, atau bila perlu ke ujung dunia sekalipun kau mencarinya" ucap Danu dengan amarahnya yang besar.
"Ba-ik tuan" jawab sang Asisten dengan terbata-bata.
Nadine tidak mengerti kenapa Danu begitu marah dan sangat ingin Ayu segera ditemukan. Nadine merasa cemburu tapi sebisa mungkin ia tutupi. Nadine berjalan mendekat lalu dengan lembut ia meraih lengan Danu.
"Jangan takut sayang, walau aku bisa menemukan Ayu ! Tetap kamu yang akan menjadi kekasihku" ucap Danu saat matanya bertatap dengan Nadine.
"Aku tau itu, tapi kenapa kau sangat ingin menemukan kak Ayu ?"
"Aku punya alasan sayang, nanti kamu juga akan mengerti" jawab Danu dengan lembut, ia kembali menatap wanita yang menjadi cinta pertamanya itu.
Danu memang jatuh cinta pada Nadine saat pertemuan pertama, tapi Samuel justru memperkenalkan Ayu sebagai ahli waris hingga membuat Danu berpura-pura mencintai Ayu.
__ADS_1
"Tidak akan lama lagi, aku akan segera membuat konferensi pers untuk mengumumkan pertunangan kita" ucap Danu
"Benarkah ?" Tanya Nadine tersenyum, ia sangat bahagia mendengar ucapan Danu.
Danu mengangkat dagu Nadine, lalu mencium bibir wanita itu dengan lembut "tentu saja, kamu adalah kekasihku selamanya"
*
*
Malam kembali datang, di sebuah rumah megah, Ayu duduk di ruang tamu sambil menonton televisi. Jika malam hari suasana rumah itu menjadi sepi, entah kemana perginya para Art, saat Ayu bertanya pada Liya, perempuan itu justru menjawab-
"Tuan muda Leon tidak menyukai keramaian dimalam hari, itulah kenapa kalau malam rumah akan menjadi sepi"
Tapi menurut Ayu rumah yang sepi terkesan horor, ia jadi tidak berani tidur larut malam lagi.
Ini adalah malam kedua dirinya menjadi seorang istri, dan tadi ia dapat info kalau malam ini Leon akan datang, jadi Ayu berencana untuk menunggu suaminya itu.
Tapi sudah dua jam Ayu menunggu, dan Leon belum juga datang.
Ayu menarik napas dalam-dalam,kepalanya menunduk lesu. Ia sangat berharap kalau Leon beneran datang malam ini. Karena ada banyak yang ingin Ayu katakan pada suaminya itu.
"Apa dia sering pulang kerumah ini ?" Tanya Ayu.
"Tidak terlalu sering nyonya, tapi karena rumah ini sudah nyonya tempati, mungkin tuan Leon akan sering pulang kesini karena ada nyonya sebagai istrinya"
Ayu berdesis mendengar ucapan Liya, jika memang Leon menganggap istri, pasti pria itu akan pulang sejak ia menyandang status sebagai istrinya. Tapi nyatanya pria itu entah pergi kemana bahkan memberi kabar dengan Ayu pun tidak.
Ayu kembali menatap layar televisi, karena seperti nya tontonan nya sekarang menjadi menarik karena sedang menayangkan Nadine yang di wawancarai oleh reporter.
Disana Nadine menjelaskan soal perselingkuhan Ayu di hari pertunangannya. Tapi seorang reporter berkata dengan cukup lantang hingga membuat wajah Danu menahan amarahnya.
"Tapi Nona Ayu mengatakan kalau dia selingkuh karena dia tau kalau Tuan Danu bukanlah pria yang baik, menurut anda bagaimana nona Nadine ?" Tanya reporter itu.
Kemudian kamera mengarah pada Danu selama tiga detik, lalu kembali lagi pada Nadine, disana Nadine kehabisan kata-kata, ia bingung harus menjawab pertanyaan reporter itu.
__ADS_1
"Hahaha" Tawa Ayu menggelegar membuat Liya terperanjat kaget.
"Rasakan ini Danu, itu belum seberapa dari apa yang kau lakukan padaku" ucap Ayu.
Setelah merasa puas, Ayu berdiri dari duduknya. Ia tak lagi kesal karena menunggu Leon yang tak kunjung datang.
"Apa nyonya mau tidur ?" Tanya Liya.
"Iya, saya sudah mengantuk"
"Baiklah nyonya selamat beristirahat"
Ayu tak lagi menjawab, ia berjalan meninggalkan Liya dan menuju kamarnya. Malam ini suasana hatinya mendadak membaik setelah menonton Danu dan Nadine tadi. Walau belum terbalaskan dengan sempurna setidaknya Ayu sudah cukup puas melihat dua orang itu tak bisa mengatakan apa-apa di depan publik.
Ayu merebahkan diri di atas ranjang tempat tidur, beberapa menit kemudian wanita itu sudah tertidur pulas.
*
*
Sementara itu di ruang tamu, Liya tengah membersihkan meja bekas makanan Ayu tadi. Saat hendak mematikan televisi Liya mendengar suara Leon.
Liya langsung mendekat saat Leon berdiri di ruang tamu, pria itu menatap atas meja yang berantakan dan begitu banyak bekas makanan.
"Apa yang kau lakukan ?" Tanya Leon pada Liya.
"Saya sedang membersihkan meja ini tuan, tadi nyonya muda banyak menghabiskan makanan" jawab Liya sedikit takut.
Leon menganggukkan kepalanya. "Apa saja kegiatannya hari ini ?"
"Tidak ada tuan, nyonya hanya bersantai dan makan seperti yang tuan katakan"
"Bagus, lalu sekarang dimana dia ?"
"Nyonya muda sudah tidur di kamar nya"
__ADS_1
Leon tak lagi menjawab, ia melangkahkan kakinya meninggalkan Liya dan menuju kamar tidur yang dulu ia huni sendiri.