Satu Malam Dengan Milliader

Satu Malam Dengan Milliader
SMDM-Bab 34.


__ADS_3

Malam harinya, saat itu Ayu baru saja selesai mandi ia duduk di meja rias sembari mengoleskan cream malam ke wajahnya. Ketika ketokan pintu terdengar Ayu menoleh lalu berdiri dari duduknya, berjalan ke arah pintu dan membukanya.


"Selamat malam Nyonya" sapa Liya yang kini sudah berdiri di hadapan Ayu.


"Hemm" jawab Ayu malas.


"Tuan muda meminta anda turun dan menemuinya"


"Ok"


Tak ada bantahan dari mulut Ayu, ia lantas mengikuti langka kaki Liya untuk turun ke bawah.


Setelah turun Ayu melihat Leon sedang duduk di sofa ruang tamu sambil membaca majalah yang tadi ia beli, kepala Ayu menunduk saat sudah berdiri di dekat sang suami, terlihat Leon meletakkan majalah dewasa itu di paha nya.


"Kamu pergi ke toko dewasa hanya untuk membeli buku ini ?"


Deg..


Ayu menelan ludah dengan cepat, dari mana Leon tahu kalau ia pergi sore ini ?.


Perlahan Ayu mengangkat kepalanya dan menjawab "Iya"


"Kenapa ?" tanya Leon

__ADS_1


"Tidak apa-apa, aku membeli buku ini untuk mu sebagai ucapan terima kasih karena kamu telah membelaku di hadapan Nona Cameli" Ayu memberanikan diri untuk menjelaskan.


"Jadi yang mana yang kamu sukai suamiku ?" sambung Ayu lagi, ia menatap wajah Leon demi memastikan bagaimana ekspresi pria itu.


Akan tetapi Leon tak menjawab pertanyaan sang istri, ia justru berdiri dan berjalan mendekati istri nya. Melihat hal itu Ayu reflek mundur, kedua tangannya ia silangkan di depan dada seolah menutupi bagian tubuhnya pada Leon.


"Apa yang kamu inginkan ? berhenti disitu ?" teriak Ayu.


Namun Leon dengan cepat membungkam mulut Ayu dengan mencium bibir nya, selama beberapa detik pikiran Ayu menjadi kosong, wajahnya memerah saat melihat wajah Leon sangat dekat dengan wajahnya.


Leon mencium bibir Ayu sangat lembut, setelah merasakan pasokan udara sudah habis Leon melepaskan pagutan nya.


"Apa yang kamu lakukan ?, kamu tidak bisa seenaknya menyentuh ku" Ayu berkata seraya memundurkan tubuhnya kembali, suara bergetar dan kepalanya mendadak pusing.


Leon menjauhkan diri di hadapan Ayu yang terdiam, ia tersenyum "Dan terima kasih untuk hadiahnya, aku juga punya hadiah untukmu, nanti malam akan aku tunjukan"


Ayu tak menjawab, hingga tak berapa lama Liya datang.


"Tuan, Nyonya... Makan malam sudah siap" ucap Liya sopan.


Leon menoleh lalu menganggukkan kepalanya, dan langsung meninggalkan Ayu di ruang tamu.


Sementara itu Ayu masih berdiri di tempatnya, wajahnya terasa panas sekarang. Perlakukan Leon tadi benar-benar membuatnya gugup padahal mereka sudah sering bersama.

__ADS_1


Ayu menoleh pada Leon yang sudah berada di meja makan, ia tidak melihat pria itu membawa sesuatu untuk hadiah.


*


*


*


Sepanjang malam ini, Ayu tidur dengan posisi miring, tubuhnya terasa panas dan kepalanya begitu pusing.


"Haus" ucap Ayu dengan suara lemah.


Tidak berapa lama Ayu merasakan bibirnya basah dan sesuatu masuk ke tenggorokan nya, namun Ayu tak bisa membuka mata sedikitpun.


Leon duduk di samping Ayu, ia dengan telaten menyuapi Ayu minuman. Tatapan nya dingin sehingga membuat Liya ketakutan.


"Sepertinya nyonya muda seperti ini karena gejala flu, sore tadi ia sering bersin-bersin tapi nyonya bilang tidak apa-apa. Jadi maafkan saya tuan, saya lalai menjaga nyonya" ucap Liya


Leon menatap wajah Ayu yang masih memerah karena suhu tubuhnya yang begitu panas. Ia mengerutkan kening dan berkata "Dengar !, selama ini aku menyuruhmu untuk memperhatikan kesehatan Ayu, jika kamu tidak bisa melakukan itu maka berhentilah bekerja di sini"


Mendengar hal itu Liya langsung bersujud di kaki Leon "Tuan muda maafkan saya ! tolong jangan pecat saya !, saya berjanji lain kali akan memperhatikan kesehatan nyonya Ayu"


Leon tak menjawab, ia menatap Liya yang sedang mengantupkan kedua tangan nya di dada.

__ADS_1


"Apa kamu tau kenapa aku menikahi nya ?" tanya Leon dengan suara dingin.


__ADS_2